HomeCORPORATE UPDATEBUMNProduksi Migas Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target RKAP

Produksi Migas Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target RKAP

BusinessUpdate – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatatkan produksi minyak sebesar 59.300 barrel per hari (BOPD) sepanjang semester I/2026 atau mencapai 116,1% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sedangkan produksi gas sebesar 621 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), atau 105,4% dari target RKAP.

Direktur Utama PHI Muharram Jaya Pangurinseng mengatakan, perusahaan menjalankan proses bisnis dengan mengedepankan analisis tekno-ekonomi yang berbasis keselamatan kerja. Analisis tekno-ekonomi merupakan metode evaluasi untuk menilai kelayakan, biaya, dan keuntungan suatu teknologi atau proses industri dengan menggabungkan aspek teknik dan keuangan.

“Upaya-upaya yang kita lakukan mengedepankan analisis tekno-ekonomi yang berbasis keselamatan kerja atau HSSE dan manajemen risiko,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026). Ia mengatakan, aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) menjadi prioritas dalam menjalankan operasi migas.

Sepanjang semester I/2026, subholding upstream Pertamina yang mengelola wilayah kerja hulu migas Regional 3 Kalimantan ini, mencatatkan 73,1 juta jam kerja selamat, nihil Number of Accident (NoA), serta Total Recordable Incident Rate (TRIR) sebesar 0,03.

Menurut Muharram perusahaan akan terus mendorong berbagai inovasi untuk mengoptimalkan tingkat perolehan minyak (recovery rate) dari lapangan-lapangan migas yang telah memasuki fase matang (mature). “Kita harus mengedepankan out of the box thinking. Mustahil mengharapkan hasil yang berbeda jika tetap melakukan cara yang sama di lokasi yang sama pula,” katanya.

Sepanjang paruh tahun 2026 PHI juga membukukan sejumlah pencapaian proyek strategis. Di antaranya penyelesaian pemasangan topside Proyek Manpatu oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) pada akhir Mei 2026, dan onstream platform keempat Proyek Sisi Nubi AOI pada Juni 2026.

Selain itu, keberhasilan pengeboran sumur pengembangan NKL-1183 oleh PEP Sangasanga Field, hingga penerapan inovasi Through Tubing Electric Submersible Pump (TTESP) oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) yang meningkatkan produksi salah satu sumur hingga 150%. (rn/jh. Foto: Dok. PHI)

Must Read