BusinessUpdate – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI) meraih laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai US$10,81 juta atau sekitar Rp193,55 miliar. Nilai tersebut mengalami kenaikan sebesar 23,46% secara tahunan (yoy) jika dibandingkan dengan periode semester I/2025 yang tercatat senilai US$8,75 juta.
Penopang utama pertumbuhan laba bersih berasal dari pos pendapatan usaha yang melonjak. Sepanjang semester I/2026, GMFI membukukan total pendapatan senilai US$270,28 juta atau naik 51,03% yoy.
Sejalan dengan peningkatan aktivitas operasional dan lonjakan pendapatan, pos beban pokok usaha turut membengkak di sejumlah lini utama. Beban material menjadi komponen pengeluaran terbesar yang melonjak 129,85% yoy ke US$116,65 juta, dari sebelumnya berada di angka US$50,75 juta.
Selain itu, beban pegawai tercatat naik menjadi US$64,41 juta dari posisi sebelumnya US$57,69 juta. Beban subkontrak juga meningkat ke US$41,03 juta, sedangkan beban operasional relatif stabil di level US$13,37 juta.
Di sisi lain, GMFI mampu menekan beban penyusutan menjadi US$6,97 juta dari sebelumnya US$9,65 juta. Hasilnya, perseroan mampu membukukan laba dari operasi sebesar US$27,84 juta atau meningkat 80,94% yoy.
Sementara itu, GMFI turut mengamankan laba sebelum pajak penghasilan sebesar US$11,83 juta per akhir Juni 2026. Angka ini tumbuh 19,27% yoy. Adapun beban pajak penghasilan perseroan tercatat sebesar US$1,01 juta.
Dalam perkembangan sebelumnya, GMFI mengantongi persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan kuasi reorganisasi guna menata kembali struktur permodalan perseroan. Persetujuan itu diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Tangerang, Selasa (28/7/2026).
Persetujuan RUPSLB mencakup pelaksanaan kuasi reorganisasi beserta pengurangan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor penuh melalui penurunan nilai nominal saham, serta perubahan anggaran dasar perseroan.
Kuasi reorganisasi merupakan langkah akuntansi untuk menghapus akumulasi saldo laba negatif tanpa melibatkan setoran dana baru, tanpa mengubah komposisi kepemilikan, dan tanpa menimbulkan dilusi bagi pemegang saham. Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi mengatakan bahwa pelaksanaan kuasi reorganisasi menjadi upaya perseroan memperkuat fondasi keuangan. (pa/jh. Foto: Dok. GMFI)


