BusinessUpdate – PT PLN Indonesia Power (PLN IP) mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan total kapasitas 490 megawatt peak (MWp), sebagai dukungan terhadap Program PLTS 100 gigawatt peak (GWp) yang dicanangkan pemerintah.
Direktur Utama PLN IP Bernadus Sudarmanta mengatakan, perusahaan siap mengambil peran aktif dalam mempercepat pengembangan energi surya sebagai bagian dari transformasi portofolio pembangkitan. Menurutnya, pengembangan PLTS tidak hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas energi terbarukan, tetapi juga membutuhkan penguatan kapabilitas, inovasi teknologi, dan kolaborasi.
“PLN IP berkomitmen mengambil peran strategis dalam mendukung percepatan Program PLTS 100 GWp melalui pengembangan portofolio energi surya yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan,” ujar Bernadus dalam keterangan tertulis, Kamis (28/8/2026).
Secara rinci, total kapasitas 490,2 MWp tersebut berasal dari sejumlah proyek PLTS yang dikembangkan PLN IP, meliputi PLTS Terapung Gajah Mungkur berkapasitas 134,2 MWp, PLTS Terapung Saguling 92 MWp, PLTS Pasuruan 132 MWp, serta PLTS Banyuwangi 132 MWp.
Ia menegaskan, PLN IP akan terus mengoptimalkan potensi energi surya di berbagai wilayah Indonesia dengan tetap memperhatikan kebutuhan sistem ketenagalistrikan. “Dengan pengalaman, kapabilitas, serta kolaborasi bersama mitra strategis, kami siap mengoptimalkan potensi energi surya di berbagai wilayah Indonesia sekaligus memastikan pengembangannya memberikan nilai tambah bagi sistem ketenagalistrikan,” ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah resmi meluncurkan program PLTS 100 GW ditandai dengan seremonial groundbreaking di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8/2026). Peluncuran dilakukan langsung Presiden Prabowo Subianto. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah menargetkan pembangunan PLTS 100 GW dapat dilakukan secara masif dalam 3 tahun.
Menurutnya, program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan swasembada dan kedaulatan energi nasional. Percepatan implementasi pun dilakukan sejalan dengan arahan Prabowo.
Sebagai tahap awal pelaksanaan program, pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS di 6 provinsi dengan total kapasitas sekitar 5,3 GW. Proyek tersebut mencakup PLTS Gilimanuk berkapasitas 300 megawatt (MW), PLTS Terapung Gajah Mungkur sebesar 134 MWp PLTS Desa Sembur 0,92 MW, dan PLTS Pulau Rengit 0,078 MW.
Adapun total investasi yang dibutuhkan untuk membangun proyek PLTS 100 GW tersebut mencapai sekitar US$73 miliar atau setara dengan Rp1.140 triliun. (pa/jh. Foto: Dok. Sekretariat Presiden)


