HomeNEWS UPDATELocalAktivitas Penumpang KRL di Stasiun Karet Dipindahkan ke BNI City

Aktivitas Penumpang KRL di Stasiun Karet Dipindahkan ke BNI City

BusinessUpdate – KAI Commuter akan mengalihkan aktivitas naik dan turun penumpang dari Stasiun Karet ke Stasiun Sudirman Baru atau BNI City mulai Selasa (1/9/2026). Pengalihan dilakukan selama proses integrasi Stasiun Karet dengan BNI City yang ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026.

Stasiun Karet tidak langsung ditutup atau dihapus dari jalur perjalanan KRL. Area Stasiun Karet tetap digunakan sebagai akses penghubung menuju BNI City. Penumpang masih dapat memasuki kawasan Stasiun Karet, kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalur yang disediakan menuju BNI City.

Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi mengatakan, integrasi kedua stasiun dilakukan untuk memperbaiki layanan, menata alur penumpang, dan meningkatkan keselamatan operasional. “Selama proses pekerjaan integrasi ini disiapkan dengan prinsip kehati-hatian karena Stasiun Karet telah menjadi bagian dari aktivitas harian pengguna Commuter Line dan masyarakat sekitar stasiun,” kata Purnomo, dikutip Minggu (30/8/2026).

Perubahan paling terasa bagi pengguna KRL adalah tidak adanya aktivitas naik dan turun penumpang secara langsung di Stasiun Karet selama proses integrasi. Penumpang perlu menuju Stasiun BNI City untuk masuk dan keluar dari sistem KRL.

KAI Commuter menyiapkan akses dari kawasan Stasiun Karet menuju BNI City. Penumpang dapat menggunakan selasar di samping Stasiun Karet. Pengguna tidak perlu mencari stasiun alternatif yang jauh dari kawasan Karet. Titik pelayanan penumpang dipindahkan ke BNI City, sementara akses dari kawasan Karet tetap tersedia.

Sejumlah fasilitas juga telah disiapkan di sisi barat Stasiun BNI City. Fasilitas tersebut mencakup gate elektronik, loket, dan hall yang nantinya terhubung dengan akses dari kawasan Stasiun Karet.

Saat ini terdapat 264 perjalanan Commuter Line dari dan menuju lintas Kampung Bandan dan Cikarang yang melewati Stasiun Karet dan BNI City. Jumlah perjalanan tersebut membuat perubahan pola operasi perlu dilakukan secara bertahap. KAI Commuter juga perlu memperhatikan aktivitas harian penumpang selama proses integrasi berlangsung.

Rencana integrasi Stasiun Karet dan BNI City sudah dibahas KAI sejak beberapa waktu lalu. KAI melihat jarak kedua stasiun yang sangat berdekatan sebagai salah satu alasan perlunya penataan.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin sebelumnya mengatakan jarak Stasiun Karet dan BNI City hanya sekitar 150 meter. Jarak tersebut membuat kereta perlu kembali mengurangi kecepatan setelah melewati satu stasiun, lalu berhenti di stasiun berikutnya.

Integrasi kedua stasiun diharapkan membuat perjalanan kereta lebih efisien. Penataan akses juga diarahkan untuk memudahkan perpindahan penumpang. Dalam konsep KAI, Stasiun Karet nantinya tidak lagi menjadi lokasi utama untuk tap in dan tap out. Area tersebut akan lebih banyak berfungsi sebagai jalur penghubung menuju BNI City.

Pengguna perlu memahami perubahan tersebut agar tidak menganggap Stasiun Karet langsung ditutup. Stasiun Karet tetap menjadi bagian dari kawasan transportasi. Fungsi pelayanan KRL akan dipusatkan di BNI City, sedangkan kawasan Karet digunakan sebagai akses penghubung. (pa/jh. Foto: Fok. KAI)

Must Read