HomeCORPORATE UPDATEBUMNASDP Perbesar Kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk dan Dermaga Ponton Ketapang

ASDP Perbesar Kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk dan Dermaga Ponton Ketapang

BusinessUpdate – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperbesar kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk, Bali, dari sebelumnya 30 ton menjadi 50 ton untuk memperkuat layanan penyeberangan Jawa-Bali, terutama dalam menghadapi pertumbuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan penguatan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari investasi jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan keandalan dan fleksibilitas operasional di lintasan Jawa-Bali.

“Peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk dari 30 ton menjadi 50 ton merupakan bagian dari investasi jangka panjang ASDP dalam memperkuat keandalan layanan Jawa–Bali,” kata Heru dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (2/9/2026).

Dengan kapasitas infrastruktur yang semakin memadai, ASDP ingin menciptakan fleksibilitas operasional yang lebih baik, mempercepat proses pelayanan kendaraan, serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Peningkatan Dermaga 2 Gilimanuk dilakukan secara terintegrasi dengan pengembangan Dermaga Ponton Ketapang, Banyuwangi, yang juga ditingkatkan menjadi Moveable Bridge (MB) permanen berkapasitas 50 ton.

Dengan kapasitas yang setara di kedua sisi, ASDP berharap pilihan operasional di lintasan Ketapang-Gilimanuk menjadi lebih luas. Kondisi tersebut juga memungkinkan pengaturan arus kendaraan antara Jawa dan Bali dilakukan secara lebih fleksibel sesuai kondisi trafik.

Penguatan infrastruktur ini sekaligus menjadi bagian dari upaya ASDP meningkatkan ketahanan operasional lintasan Ketapang-Gilimanuk. Dengan semakin banyak dermaga yang mampu melayani kendaraan berkapasitas besar, ketergantungan pada titik layanan tertentu dapat dikurangi.

Saat ini, pelayanan kendaraan logistik berkapasitas besar di lintasan tersebut antara lain didukung Dermaga MB 4 dan LCM. Ke depan, peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk dan pembangunan MB permanen di Ketapang akan memperluas pilihan operasional, khususnya ketika terjadi peningkatan trafik atau periode puncak mobilitas.

Pekerjaan peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk telah berlangsung sejak 21 Agustus 2026. Selama pekerjaan berlangsung, ASDP bersama regulator dan pemangku kepentingan terkait melakukan penyesuaian pola operasi agar pelayanan penyeberangan tetap berjalan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan pengaturan operasional dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan kondisi trafik, kesiapan dermaga dan kapal, serta kondisi cuaca dan perairan. “Kami terus berkoordinasi dengan regulator, kepolisian, dan stakeholder terkait untuk mengoptimalkan pola operasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Pengaturan trafik juga dilakukan pada area pelabuhan dan akses menuju pelabuhan, termasuk pemanfaatan area Bulusan sebagai buffer zone apabila diperlukan. Saat ini sebanyak 26 kapal mendukung pelayanan pada lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Dalam beberapa hari terakhir, trafik kendaraan di lintasan tersebut menunjukkan pola yang dinamis, sementara kondisi arus laut juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses sandar kapal serta bongkar-muat kendaraan.

ASDP bersama regulator dan kepolisian terus melakukan pengaturan dan pemantauan trafik, optimalisasi pola operasi kapal, serta pemanfaatan buffer zone untuk membantu menjaga kelancaran arus kendaraan.

“Selama proses berlangsung, fokus kami adalah menjaga pelayanan tetap berjalan dengan mengoptimalkan seluruh kapasitas yang tersedia serta melakukan penyesuaian operasional secara responsif bersama regulator dan stakeholder terkait,” lanjut Media.

Masyarakat juga diimbau memperhatikan informasi terbaru mengenai layanan penyeberangan sebelum melakukan perjalanan. Informasi terkait layanan dan operasional pelabuhan dapat diperoleh melalui Contact Center ASDP 191. (pa/jh. Fto: Dok. ASDP)

Must Read