HomeCORPORATE UPDATEBUMNSemester I/2026 SIG Catatkan Pendapatan Rp17,65 Triliun

Semester I/2026 SIG Catatkan Pendapatan Rp17,65 Triliun

BusinessUpdate – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menorehkan pendapatan Rp17,65 triliun pada semester I/2026, meningkat 13,1% yoy dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp15,61 triliun. Hal ini seiring dengan meningkatnya volume penjualan dan penguatan strategi bisnis perusahaan di tengah dinamika industri bahan bangunan.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, kinerja keuangan konsolidasi semester I/2026 yang telah ditelaah secara terbatas (limited review) menunjukkan perusahaan mampu menjaga momentum pertumbuhan dengan membukukan volume penjualan sebanyak 18,28 juta ton.

“Kinerja penjualan yang positif pada semester I tahun 2026 adalah buah transformasi strategi penjualan pasar mikro yang dijalankan melalui penguatan retail sales dengan mempertajam pola bisnis hingga menjangkau toko-toko bangunan,” kata Vita dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, permintaan semen nasional yang mengalami peningkatan pada semester I tahun 2026 berhasil dimaksimalkan oleh SIG dengan mencatatkan volume penjualan total sebanyak 18,28 juta ton, atau naik 5,6% yoy dari periode sebelumnya sebanyak 17,31 juta ton.

Pencapaian tersebut didorong oleh peningkatan penjualan domestik yang naik 9,7% secara tahunan (yoy), terutama dari segmen semen kantong yang tumbuh signifikan sebesar 11,2% yoy.

Sejalan dengan peningkatan volume penjualan serta konsistensi dalam menjaga disiplin harga, SIG berhasil membukukan pendapatan Rp17,65 triliun atau meningkat 13,1% yoy dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp15,61 triliun.

Dari sisi kinerja operasional, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp13,85 triliun. SIG menyebut efisiensi biaya terus dilakukan secara disiplin untuk menjaga kinerja perusahaan, meski terdapat peningkatan biaya bahan bakar dan energi seiring kenaikan volume penjualan.

Sementara itu, EBITDA SIG tercatat sebesar Rp2,15 triliun atau naik 2,6% yoy. Adapun laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp228 miliar atau meningkat 471,0% yoy.

SIG juga terus memperkuat pengelolaan arus kas dan permodalan untuk menjaga likuiditas serta solvabilitas perusahaan. Upaya tersebut membuat perusahaan mampu mempertahankan arus kas operasi yang positif sekaligus menurunkan saldo utang. Hasilnya, beban keuangan bersih pada semester I/2026 turun 34,5% yoy seiring dengan penurunan utang berbunga.

Vita menyampaikan, pencapaian tersebut menjadi bukti ketahanan SIG dalam menghadapi tantangan industri melalui strategi transformasi yang dijalankan. Kinerja positif ini juga sejalan dengan komitmen BP BUMN dan Danantara dalam mendorong transformasi BUMN agar menghasilkan nilai tambah bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia menambahkan, prospek penjualan SIG pada semester II/2026 masih positif seiring dengan perbaikan permintaan semen domestik. Pertumbuhan diperkirakan ditopang oleh segmen semen kantong, sementara segmen bulk (curah) mulai menunjukkan pemulihan sejalan dengan meningkatnya aktivitas konstruksi, pembangunan infrastruktur, investasi industri, serta hilirisasi.

Sebagai bagian dari penguatan pasar, SIG juga kembali menghadirkan Semen Kujang yang memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat dan telah menjadi bagian dari pembangunan di Jawa Barat.

Selain memperkuat bisnis inti semen, SIG terus mengembangkan transformasi menuju Total Building Solution dengan menghadirkan produk turunan inovatif dan berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan konstruksi modern.

Ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi industri bahan bangunan nasional yang masih memiliki ruang pertumbuhan besar. Saat ini, industri semen berkontribusi sekitar 11% dari total biaya material konstruksi bangunan, sementara terdapat potensi 89% dari bahan bangunan lainnya yang dapat dikembangkan. (rn/jh. Foto: Dok. SIG)

Must Read