BusinessUpdate – Pemerintah segera menggelar lelang pembangunan 7.952 hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Sumatera. Dari 26 paket pembangunan yang ditangani Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), sebagian besar sudah masuk proses lelang.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, sebanyak 19 paket telah berjalan, sementara enam paket lainnya masih perlu segera diselesaikan proses lelangnya. “Dan ada 26 paket yang dikerjakan, 7.952 oleh PKP di kompleks, proses lelangnya sudah berjalan, 19 paket tinggal 6 paket lagi,” ujar Tito dalam konferensi pers, Rabu (9/9/2026).
Pemerintah tidak ingin proses pengadaan tersebut berlarut-larut harus pembangunan huntap harus segera dilaksanakan, sementara waktu yang tersedia hingga akhir tahun semakin terbatas.
Pemerintah akan berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk mempercepat penyelesaian proses lelang.
Pertemuan dengan BPKP dan LKPP dijadwalkan pada Senin (14/9/2026) agar enam paket yang masih dalam proses dapat segera dituntaskan dan pembangunan fisik 7.952 huntap bisa segera dieksekusi.
Tito mengingatkan, waktu pembangunan semakin sempit. Saat ini, sudah memasuki September, sehingga pemerintah hanya memiliki waktu sekitar tiga setengah bulan hingga akhir tahun.
Setelah proses lelang selesai, pembangunan huntap dalam kompleks relokasi tersebut akan dikerjakan Kementerian PKP. Sejauh ini, pemerintah juga telah mulai membangun hunian bagi korban bencana di sejumlah wilayah Sumatera.
Tito menyebut, sekitar 1.000 rumah telah dibangun, termasuk melalui dukungan dana gotong royong. “Tadi sudah dilaporkan, sudah seribu rumah yang jadi, juga dari dana gotong royong, dan itu sudah mulai dikerjakan, di masa tanggap darurat kita mulai kerjakan,” katanya.
Percepatan pembangunan dilakukan agar masyarakat terdampak tidak terlalu lama tinggal di tempat pengungsian. Pemerintah menargetkan proses pengadaan dan pembangunan berjalan cepat, namun tetap memperhatikan tata kelola, kualitas, dan ketepatan sasaran. (pa/jh. Foto: Dok. Satgas PRR)


