BusinessUpdate – PT Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali) terus memperkuat upayanya dalam mengembangkan layanan perbankan digital agar pertumbuhan ekonomi daerah terus meningkat. Langkah tersebut dipaparkan dalam penjurian Indonesia Digital Technology and Innovation (IDTI) Awards 2026 yang diselenggarakan pada Kamis, (17/09/2026).
Dalam sesi penjurian, hadir jajaran pimpinan PT BPD Bali di antaranya:
1. Ida Bagus Gede Setia Yasa, S.Kom., M.M (Direktur Teknologi Informasi)
2. I Gede Arya Purusa Dhana, S.Kom., MM (Kadiv Teknologi Informasi)
3. A.A. Indraprasta Yasa, S.Kom., M.M (Kadiv Pengembangan Digital)
4. Ni Wayan Suciati, SE., Ak (Kadiv Perencanaan & PMO)
5. I Ketut Bagus Ariana, S.E., M.M (Pjs. Kadiv Dana & Jasa
Di hadapan dewan juri, PT BPD Bali menguraikan beberapa upaya dalam mengembangkan layanan perbankan digital sebagai berikut:
1. Digitalisasi Channel
Penerapan seluruh produk digital dan elektronik Bank BPD Bali meliputi Mobile Banking, Internet Banking, Laku Pandai, Automatic Teller Machine (ATM), ATM Cash Recycle Machine (CRM) serta produk digital lainnya.
2. Penguatan Ekosistem Digital
Transformasi transaksi penerimaan dan pendapatan Daerah Bali sebagai subject expert matter dalam elektronifikasi sistem, transaksi, dan pembayaran berbasis digital untuk mendukung transparansi pembayaran serta mendukung inklusi keuangan daerah yang diharapkan dapat menunjang peningkatan perekonomian daerah Bali.
3. Sinergitas Bisnis
Interoperability dengan melakukan kerjasama bisnis dengan penerapan transaksi pembayaran digital bagi UMKM, BPR, Koperasi, LPD, Merchant, E-Commerce dan Pihak Ketiga lainnya sebagai penunjang pendapatan fee based.
4. Digital Culture
Bank BPD Bali menerapkan program untuk peningkatan kinerja dan penguatan Budaya Kerja serta peningkatan corporate branding untuk mengakomodir tren perubahan pasar dan pasca pandemi Covid-19.
Menanggapi jalannya penjurian, Direktur Teknologi Informasi PT BPD Bali, Ida Bagus Gede Setia Yasa, menyampaikan pandangannya mengenai kualitas dan kapabilitas para dewan juri.
”Semua dewan juri bagus ya, artinya beliau-beliau ini cukup menarik, menantang, dan memang harus lebih dalam lagi kami ke depannya dari sisi operasional dan institusi. Kami melihat kapabilitas dewan juri luar biasa, bagus-bagus ya kami lihat dan ada dewan juri yang bukan orang bank, tapi sangat paham bagaimana terkait dengan digital transformasi, karena dia sifatnya kan universal,” ucap Yasa. (kiy)


