HomeCORPORATE UPDATEBUMNKAI Logistik Angkut BBM dan BBK Sebanyak 21 Juta Ton

KAI Logistik Angkut BBM dan BBK Sebanyak 21 Juta Ton

BusinessUpdate – PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Khusus (BBK) mencapai 2,1 juta ton hingga Agustus 2026. Volume tersebut naik 5% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai sekitar 2 juta ton.

Peningkatan juga terlihat pada layanan pra dan purna angkutan BBM/BBK memasuki semester II/2026. Kinerja layanan tersebut tercatat tumbuh lebih dari 10% dibandingkan rata-rata kinerja pada semester I/2026.

VP of Commercial KAI Logistik Ferdian Pardosi mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap layanan penunjang logistik energi masih terjaga.

“Pertumbuhan kinerja layanan pra dan purna BBM/BBK menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap layanan penunjang logistik energi terus terjaga. Bagi kami, pra dan purna bukan sekadar aktivitas pendukung, tetapi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rantai pasok energi,” kata Ferdian dalam keterangan tertulis, Kamis (1/9/2026).

Ia menambahkan, KAI Logistik menyediakan layanan yang terstandarisasi di berbagai titik di Jawa dan Sumatra untuk mendukung distribusi BBM dan BBK. Dengan layanan tersebut, perusahaan menyebut aktivitas pra dan purna angkutan menjadi bagian dari rangkaian distribusi energi, mulai dari persiapan sarana hingga penanganan setelah proses pengangkutan.

Adapun, layanan pra dan purna angkutan BBM/BBK KAI Logistik telah diluncurkan sejak 2020 yang mencakup sejumlah kegiatan operasional yang berkaitan dengan kesiapan dan penanganan sarana angkutan BBM/BBK. Kegiatan tersebut meliputi bongkar dan muat, pemeliharaan dan perawatan ketel, pencucian dan kalibrasi ketel, pemuatan dan pembongkaran, hingga penanganan klaim susut.

Saat ini, layanan pra dan purna BBM/BBK tersedia pada 10 rute distribusi yang tersebar di wilayah Jawa dan Sumatra. Beberapa titik layanan tersebut antara lain Labuan, Kertapati, Maos, Cilacap, Rewulu, Madiun, Benteng, dan Malang.

Keberadaan layanan di sejumlah titik tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan distribusi energi, terutama pada lokasi yang menjadi bagian dari rantai pasok BBM dan BBK. Dalam operasionalnya, proses pencucian dan kalibrasi ketel dilakukan untuk memastikan sarana angkutan berada dalam kondisi sesuai dengan standar operasional.

Sementara itu, pemeliharaan dan perawatan dilakukan untuk menjaga kesiapan sarana dalam mendukung kegiatan distribusi. Aktivitas tersebut juga berkaitan dengan aspek kualitas, keamanan, dan akurasi dalam proses distribusi BBM dan BBK.

KAI Logistik menyebut BBM dan BBK yang didistribusikan melalui rantai pasok tersebut diperuntukkan bagi berbagai kebutuhan strategis. Oleh karena itu, proses logistik menjadi salah satu bagian yang mendukung distribusi energi agar dapat berlangsung secara tepat dan berkesinambungan.

Ferdian mengatakan KAI Logistik akan melanjutkan pengembangan layanan pra dan purna angkutan BBM/BBK. “KAI Logistik akan terus berinovasi untuk memperkuat sistem distribusi energi yang berkelanjutan, efisien, dan terstandarisasi,” tutupnya. (rn/jh. Foto: KAI Logistik)

Must Read