BusinessUpdate – Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) atau ASDP menyiapkan perluasan akses parkir dan menambah kapal di sejumlah lintasan.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, peningkatan kapasitas prasarana yang telah dilakukan demi menunjang kelancaran layanan operasional Nataru mendatang diantaranya peningkatan kapasitas dermaga IV Bakauheni, dari 40 ton menjadi 60 ton atau kapasitas dermaga yang tadinya untuk melayani kapal 5000 GRT, maka ditingkatkan untuk dapat melayani kapal berukuran 10.000 GRT.
“Kami juga melakukan perluasan akses masuk di pintu eksekutif Merak, dan perbaikan akses menuju Dermaga VII Merak. Harapan kami, pengguna jasa dapat menikmati perjalanan dan layanan kapal ferry yang lancar, aman dan nyaman saat angkutan Nataru mendatang,” ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (7/12/2022).
Sementara itu, untuk Ketapang-Gilimanuk, ASDP telah meningkatkan layanan dan operasional sejak adanya Presidensi G20 Indonesia. Untuk Nataru, ASDP telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatasi terjadinya antrian. Mulai dari opsi pengoperasian KMP Jatra 2 untuk lintas LDF Ketapang-Lembar, perluasan area parkir di Gilimanuk, dan juga skenario pengalihan jalur di Ketapang jika volume kendaraan mengalami peningkatan.
Shelvy mengatakan, layanan angkutan penyeberangan periode Nataru diperkirakan akan mengalami peningkatan seperti saat Angkutan Lebaran lalu seiring dengan kondisi pandemi Covid-19 yang telah menjadi endemi dan pergerakan masyarakat berangsur kembali normal.
Diperkirakan, pada layanan Nataru di 10 lintasan pada 12 Cabang terpantau nasional, ASDP akan melayani sekitar 3,45 juta orang dan 808 ribu unit kendaraan.
Adapun kesiapan alat transportasi, pada 10 lintasan di 12 cabang dengan rincian dermaga siap operasi sebanyak 55 unit dan kapal siap operasi sebanyak 61 unit kapal termasuk kapal Jembatan Nusantara.
Saat periode Nataru, ASDP memastikan kelancaran layanan penyeberangan. Perusahaan juga berkoordinasi dengan stakeholder terkait mulai dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kementerian Perhubungan, Syahbandar, operator kapal swasta lainnya.Â
Shelvy menekankan, pihaknya sudah menyiapkan strategi layanan penyeberangan, di mana pada pola operasi normal, manajemen akan melakukan pengoperasian kapal sesuai jadwal. Pada pola operasi padat, akan dilakukan penambahan jumlah trip dan pada pola operasi sangat padat, maka akan dilakukan percepatan layanan bongkar muat kapal. (rn/jh)


