BusinessUpdate – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp15,6 triliun hingga kuartal III/2026, meningkat 7,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Pertumbuhan pendapatan tersebut ditopang oleh bisnis jalan tol dan optimalisasi operasional perusahaan.
Berdasarkan keterangan resmi Jasa Marga, Jumat (30/10/2026), pendapatan dari bisnis jalan tol berkontribusi sebesar Rp14,3 triliun atau tumbuh 6,8% secara tahunan. Sementara itu, pendapatan usaha lain tercatat sebesar Rp1,3 triliun, meningkat 21,5% yoy.
Pendapatan usaha lain tersebut didukung oleh tiga lini bisnis utama Jasa Marga, yakni pengoperasian jalan tol, preservasi jalan tol, dan bisnis prospektif.
Seiring dengan peningkatan pendapatan, Jasa Marga juga melakukan optimalisasi struktur biaya melalui pengelolaan belanja operasional secara terukur dan disiplin. Dari langkah tersebut, perusahaan membukukan EBITDA sebesar Rp10,5 triliun dengan margin EBITDA mencapai 67%.
Adapun laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp2,7 triliun hingga kuartal III/2026. Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, capaian tersebut mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga kinerja bisnis dan kesehatan finansial di tengah kebutuhan pengembangan infrastruktur serta peningkatan kualitas layanan jalan tol.
“Kinerja keuangan yang sehat menjadi fondasi bagi Jasa Marga untuk menjalankan strategi bisnis secara berkelanjutan. Kami memastikan pengelolaan operasional berjalan optimal, sekaligus menjaga kapasitas investasi untuk mengembangkan jaringan jalan tol, meningkatkan standar layanan melalui pemanfaatan teknologi,” ujar Rivan.
Dari sisi operasional, volume transaksi kendaraan di jalan tol Jasa Marga mencapai lebih dari 981 juta kendaraan hingga kuartal III/2026. Sementara itu, lalu lintas harian rata-rata (LHR) jalan tol yang dikelola perusahaan mencapai sekitar 3,6 juta kendaraan per hari.
Jasa Marga saat ini mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.294 kilometer (km) dari total konsesi sepanjang 1.736 km. Panjang jalan tol yang dikelola perusahaan tersebut setara dengan 42% dari total jalan tol yang telah beroperasi di Indonesia.
Perusahaan juga terus melakukan pengembangan jaringan untuk memperluas akses, meningkatkan keterhubungan antarwilayah, serta membuka simpul-simpul ekonomi baru.
Memasuki Oktober 2026, Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi Segmen Gending-Paiton sepanjang 24 km telah dioperasikan dengan tarif. Dengan beroperasinya ruas tersebut, total panjang jalan tol Jasa Marga yang telah beroperasi mencapai 1.318 km. (ip/jh. Foto: Dok. Jasa Marga)


