HomeCORPORATE UPDATEBUMSINCO Raih Laba Bersih US$147,12 Juta pada Kuartal III/2026

INCO Raih Laba Bersih US$147,12 Juta pada Kuartal III/2026

BusinessUpdate – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan lonjakan laba bersih sepanjang sembilan bulan pertama 2026, yang mencapai US$147,12 juta. Nilai ini melesat 180,5% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni US$52,45 juta.

Pertumbuhan laba ditopang naiknya pendapatan serta bertambahnya kontribusi penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi dan Pomalaa. Dalam laporan kinerja kuartal III/2026 yang dirilis pada Kamis (29/10/2026), INCO mencatat pendapatan US$896,07 juta sepanjang Januari-September 2026. Realisasinya meningkat 27% yoy dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya, US$705,39 juta.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA INCO juga melonjak 78,9% menjadi US$297 juta dari sebelumnya US$166 juta. Khusus pada kuartal III/2026, pendapatan INCO menyentuh US$353 juta. Jumlah itu meningkat 21,6% dibandingkan kuartal II/2026 sebesar US$290,41 juta.

Namun, laba bersih pada periode tersebut justru turun 29,7%n secara kuartalan atau quarter-on-quarter (qoq) menjadi US$42,75 juta dari sebelumnya US$60,77 juta. Kinerja Vale Indonesia ditopang oleh peningkatan pengiriman nikel matte dan penjualan bijih nikel. Pengiriman nikel matte pada kuartal III/2026 mencapai 20.158 ton, meningkat 44,7% dibandingkan kuartal sebelumnya, 13.932 ton.

Meski begitu, harga realisasi rata-rata nikel matte menurun 4,8% menjadi US$14.053 per ton dari US$14.765per ton pada kuartal II/2026. Dari sisi produksi, Vale Indonesia menghasilkan 18.341 ton nikel matte pada kuartal III/2026. Jumlahnya naik 13,5% dibandingkan produksi kuartal sebelumnya sebanyak 16.153 ton.

Secara kumulatif, produksi nikel matte selama sembilan bulan pertama 2026 mencapai 48.114 ton, turun 12,5% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 54.975 ton.

Di luar produk nikel matte, penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi dan Pomalaa menjadi salah satu penopang kinerja Vale Indonesia. Pada kuartal III/2026, total penjualan bijih nikel dari kedua blok tersebut mencapai 1,73 juta wet metric ton (wmt).

Penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi sebesar 415.000 wmt. Volumenya turun 61,4% dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 1,07 juta wmt. Sebaliknya, penjualan bijih nikel dari Blok Pomalaa justru melonjak 165,2% menjadi 1,31 juta wmt dari sebelumnya 495.601 wmt pada kuartal II/2026.

Secara kumulatif, penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi mencapai 2,38 juta wmt hingga September 2026. Realisasinya naik 284,7% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu 617.519 wmt. Sementara, penjualan bijih nikel dari Blok Pomalaa sebesar 1,90 juta wmt, melesat 581,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 278.745 wmt.

Biaya penjualan nikel matte pada kuartal III/2026 meningkat 4% menjadi US$10.404 per ton dari US$10.005 per ton pada kuartal sebelumnya, dipengaruhi meningkatnya biaya dan konsumsi energi. (rn/jh. Foto: Dok. INCO)

Must Read