HomeCORPORATE UPDATEBUMNKAI Bakal Datangkan KRL Baru Bukan Bekas

KAI Bakal Datangkan KRL Baru Bukan Bekas

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memilih mendatangkan kereta baru untuk memenuhi kebutuhan armada Commuter Line Jabodetabek meskipun rencana impor rangkaian kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang sudah mendapat persetujuan Komisi VI DPR RI.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin memastikan perusahaan tidak akan mengimpor rangkaian KRL bekas dari Jepang tetapi menyediakan kereta baru untuk masyarakat.

Bobby menegaskan, pengadaan armada KRL akan mengutamakan kereta baru, bukan rangkaian bekas. “Pokoknya buat rakyat, harus yang baru,” ujar Bobby dikutip dari Kompas, Jumat (6/11/2026).

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono mengatakan, rencana impor tersebut masih memerlukan evaluasi teknis dari pemerintah. Pihaknya masih mempelajari proposal yang diajukan KAI, terutama terkait spesifikasi rangkaian kereta yang akan didatangkan.

Menurut Allan, pemerintah perlu mengetahui secara terperinci konfigurasi kereta yang diusulkan, termasuk arah kursi penumpang dan keberadaan toilet di dalam rangkaian. “Mereka sudah menyampaikan proposalnya sedang kami pelajari, sedang kami evaluasi terutama terkait spesifikasi teknisnya,” kata Allan Oktober lalu.

“Kita perlu tahu detail terkait kursi atau bangku itu menghadap ke mana, terus untuk kereta Jepang itu kan ada toiletnya ya, apakah toiletnya akan dikeluarkan sehingga bisa mengangkut lebih banyak penumpang,” lanjutnya.

Ia menegaskan, pemerintah masih menunggu spesifikasi teknis final dari KAI sebelum dapat melanjutkan evaluasi. “Kami masih menunggu spesifikasi teknis finalnya yang ingin dibawa ke Indonesia seperti apa,” ujarnya.

Jauh sebelumnya, rencana impor kereta dari Jepang, telah mengantongi persetujuan dari Komisi VI DPR RI. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) September lalu, Komisi VI DPR mendorong KAI memenuhi kebutuhan kapasitas angkutan KRL Jabodetabek melalui peningkatan industri lokal sekaligus impor rangkaian kereta bukan baru.

“Komisi VI DPR RI mendorong KAI untuk memenuhi kebutuhan kapasitas angkutan perkeretaapian, khususnya KRL Jabodetabek, dengan meningkatkan industri lokal, dan melakukan impor rangkaian kereta (trainset) bukan baru yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade saat membacakan kesimpulan rapat. (rn/jh. Foto: Dok. KAI)

Must Read