HomeLIFESTYLEBelanja Kebutuhan Sekunder Diproyeksikan Meningkat Saat Nataru 2022/2023

Belanja Kebutuhan Sekunder Diproyeksikan Meningkat Saat Nataru 2022/2023

BusinessUpdate – Konsumsi masyarakat Indonesia pada saat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022/2023 diproyeksikan akan kembali berfokus pada kebutuhan sekunder. 

Selama pandemi Covid-19 pada 2020 dan 2021, masyarakat Indonesia berfokus belanja untuk kebutuhan dasar. Namun, menjelang Nataru tahun ini, Wiwi Sasongko, Executive Director Nielsen Indonesia memperkirakan konsumsi kebutuhan sekunder akan mendominasi. 

Ia memperkirakan ada dua tren belanja yang muncul mendekati akhir tahun ini dan tahun depan. Pertama, kebutuhan yang mengutamakan kenikmatan (feeling good) dan kebutuhan untuk memperbaiki penampilan (looking good). 

“Contoh makan yang indulgence, snacking, itu kan membuat makin kita happy, walaupun perut kita makin besar. Kedua, adalah kebutuhan looking good, seperti fashion, kosmetik. Tadinya tiarap pada tahun ini, kelihatannya akhir tahun dan tahun depan akan mulai bisa balik,” ujar Wiwi, Senin (12/12/2022). 

Ia juga memperkirakan terkendalinya pandemi Covid-19 akan membuat keyakinan konsumen dalam belanja kembali meningkat. Sektor ritel yang terdampak parah selama 2 tahun belakangan akan kembali bergairah, paling tidak pertumbuhannya sekitar 4% pada 2022. 

“Dalam 2 tahun pandemi ritel kita low single digit. Boleh dibilang ritel roller coster, setiap ada PPKM, tiarap. Tapi tahun ini kita lebih stabil di ritel. Kita 2 bulan lalu lakukan survei, konsumen kita lebih pede, waktu dulu masih banyak yang masih ngeluh,” ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menargetkan pertumbuhan penjualan ritel menjelang dan saat Nataru 2022/2023 bisa tembus 15% dibandingkan periode Nataru sebelumnya. Target tersebut seiring dengan pulihnya industri ritel dari keterpurukannya saat pandemi Covid-19. 

Ia pun memperkirakan penjualan ritel modern sepanjang 2022 akan tumbuh sekitar 3,5% hingga 4% dibandingkan dengan tahun lalu. 

Di tengah berbagai tantangan yang bakal dihadapi tahun depan, Aprindo berkomitmen akan terus konsisten berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi dan menjaga tingkat inflasi. 

Ia juga berharap pemerintah dapat menjaga daya beli masyarakat, terlebih untuk kaum marginal, dengan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) hingga Program Keluarga Harapan (PKH). (jh)

Must Read