BusinessUpdate – Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menargetkan tahun depan pengadaan pemerintah 90% menggunakan produk lokal.
Kepala LKPP Hendrar Prihadi menjelaskan kinerja 2022 terkait pengadaan pemerintah sudah cukup baik. Hingga tutup tahun, realisasi pengadaan pemerintah untuk produk dalam negeri (PDN) mencapai 78% baik pengadaan penyedia maupun swakelola.
Menurut Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, capaian ini perlu dimaksimalkan lagi. Baik pemakaian produk dalam negeri dalam pengadaan pemerintah, tetapi juga mempercepat penyerapan anggaran pemerintah guna menggerakkan ekonomi nasional.
Untuk itu ia juga menargetkan adanya kenaikan transaksi pengadaan melalui katalog elektronik hingga Rp500 triliun, atau lebih dari 5 kali lipat dari capaian 2022 yang sebesar Rp77 triliun.
“Saat ini sekitar 55% pengadaan masih dengan sistem E-Tendering yang dalam prosesnya cukup memakan waktu. Sedangkan E-Purchasing yang prosesnya lebih cepat masih sekitar 13,35%, maka dari itu di tahun depan untuk mempercepat penyerapan anggaran kami meminta komitmen dari Kementerian, Lembaga, dan Pemda untuk bisa fokus melakukan realisasi pengadaan melalui E-Katalog,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/12/2022).
Saat ini sudah ada 2,3 juta produk tayang di E-Katalog dari target presiden 1 juta di tahun ini, dan tahun depan ditargetkan 3,5 juta. Untuk meningkatkan transaksi pengadaan melalui katalog elektronik, Hendi berharap pemerintah daerah bisa memaknai manfaat sistem katalog secara luas.
“Siapa bilang pekerjaan fisik tidak bisa pakai E-Katalog? Bisa saja dibuat dengan sistem beton tergelar 1 meter lari, atau aspal tergelar, atau mungkin pasangan bata, dan seterusnya,” ujar dia.
Sementara itu, Bupati Magelang, Zaenal Arifin mengaku senang dengan kehadiran Hendi di daerah untuk memberikan pengarahan secara langsung pada pemerintah daerah.
“Terima kasih mas Hendi sudah menyempatkan hadir di Kabupaten Magelang. Saya rasa dengan adanya perhatian secara langsung ini kami lebih optimis untuk menghadapi tantangan ke depan, terkhusus untuk mendukung pengembangan produk dalam negeri dan UMKM di Kabupaten Magelang,” kata Zaenal. (pa/jh)


