BusinessUpdate – Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan State Grid Corporate of China (SGCC) baru saja menandatangani kontrak kerja sama Pengadaan Managed Services (Sewa Beli) Advance Metering Infrastructure (AMI).
Dengan kerja sama tersebut, rencana penerapan Smart Meter PLN pada perangkat meteran listrik pelanggan semakin dekat. Sebenarnya, rencana tersebut sudah santer dibicarakan sejak awal tahun 2022.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa tahun ini ditargetkan terdapat sebanyak satu juta pelanggan listrik yang menggunakan Smart Meter PLN.
Menurut ESDM, Smart Meter PLN bakal menggantikan meteran listrik konvensional untuk mewujudkan implementasi dari Smart Grid. Smart Grid sendiri adalah sistem jaringan untuk mengelola kebutuhan listrik secara digital. Sistem itu dapat terwujud dengan salah satunya menerapkan Smart Meter PLN.
Smart Meter sudah diterapkan di sejumlah negara lain seperti India atau China. Smart Meter digunakan untuk mengelola konsumsi listrik pelanggan.
Dikutip dari India Smart Grid Forum, Smart Meter adalah perangkat yang dapat mengumpulkan informasi penggunaan atau konsumsi listrik pelanggan secara otomatis, lalu mengirimkannya ke perangkat milik konsumen dan produsen.
Fungsi Smart Meter pada dasarnya mirip dengan meteran listrik biasa, yaitu mengukur dan mencatat konsumsi daya. Namun, Smart Meter punya kemampuan lebih buat memberikan informasi konsumsi daya tersebut secara digital ke perangkat milik pelanggan.
Dengan Smart Meter, pelanggan bisa mendapat informasi konsumsi listrik serta tagihannya dengan lebih mudah dan akurat. Kemudian, pelanggan juga bisa mengelola konsumsi listriknya supaya lebih efisien.
Untuk menjalankan kemampuan itu, Smart Meter tidak berdiri sendiri. Smart Meter merupakan salah satu bagian dari infrastruktur meteran listrik lanjutan atau AMI, seperti yang diadakan oleh PLN dan SGCC. AMI adalah penopang utama Smart Grid.
AMI sendiri merupakan keseluruhan infrastruktur dari meteran listrik yang memungkinkan untuk melakukan pengumpulan dan transfer informasi konsumsi listrik ke pelanggan secara langsung.
Selain Smart Meter, AMI ditopang oleh beberapa piranti, salah satunya seperti sistem jaringan komunikasi untuk transfer informasi dari meteran ke konsumen dan produsen listrik. Lalu, ada juga sistem manajemen data yang berfungsi sebagai wadah mengelola informasi itu. (rn/jh)


