BusinessUpdate – Banyaknya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 2022 menyebabkan meningkatnya pengguna platform LinkedIn.
Korban PHK itu banyak yang mencari kerja melalui LinkedIn. Beberapa pengguna LinkedIn korban PHK telah membentuk grup dan saling membantu. Mereka memperluas koneksi demi mendapat pekerjaan baru.
Salah satu contohnya adalah korban PHK induk Facebook, Meta pada November 2022. Grup yang dibentuk kini beranggotakan 200 orang. Bahkan bos perusahaan yang melakukan PHK juga menggunakan LinkedIn untuk memberi penjelasan hingga meminta saran.
Jika di awal pandemi PHK melanda sektor ritel dan layanan jasa, kini PHK mulai menyerbu ke industri teknologi dan media, yang menjadi bagian inti dari basis pengguna LinkedIn.
LinkedIn mencatat peningkatan yang stabil dalam jumlah pengguna yang menambahkan koneksi tahun lalu dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadi tanda bahwa pengguna lebih aktif di platform.
Peningkatan penggunaan memberi dampak positif untuk bisnis LinkedIn. Platform ini membukukan pertumbuhan pendapatan 17% secara tahunan dalam tiga bulan yang berakhir pada September.
Tiba-tiba jaringan profesional yang biasanya tenang telah menjadi jalur kehidupan vital bagi pekerja yang baru saja di-PHK dan platform sosial yang sangat hidup.
Menurut Sensor Tower, perusahaan riset, aplikasi seluler LinkedIn diunduh sekitar 58,4 juta kali di seluruh dunia pada tahun 2022 di Google Play. Sedangkan di Apple, naik 10% dari tahun sebelumnya.
Jumlah postingan di LinkedIn yang menyebutkan “buka untuk bekerja” naik 22% selama November dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
CEO Microsoft Satya Nadella mengatakan, pendapatan di bulan Oktober LinkedIn tidak terlepas dari peran 875 juta anggotanya, dengan percepatan pertumbuhan di pasar internasional. (p/jh)


