HomeECONOMICSetelah Nikomas, Produsen Sepatu Adidas Lakukan PHK Karyawan

Setelah Nikomas, Produsen Sepatu Adidas Lakukan PHK Karyawan

BusinessUpdate – Di tengah kelesuan permintaan ekspor sepatu, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) melanda produsen sepatu di Tanah Air. Setelah PT Nikomas Gemilang mengurangi karyawan, kini giliran PT Panarub Industry.

PT Panarub Industry, berlokasi di Tangerang, Banten, selama ini merupakan salah satu produsen sepatu bermerek Adidas. Karena itu, kelesuan permintaan juga berdampak terhadap Adidas hingga perusahaan memangkas jumlah karyawannya. 

Sejak November 2022, perseroan secara terus menerus mengurangi jumlah pekerja. “Iya ada PHK, buktinya saya kena, bulan November kemarin,” ujar pria berinisial AS, mantan karyawan Panarub, di depan pabrik PT Panarub, kepada Bisnis, Kamis (12/1/2023). 

Ia menyebutkan, untuk pemutusan hubungan kerja ini bersifat acak, tidak mengacu kepada masa kerja buruh. Menurut AS, hingga saat ini Panarub masih terus melakukan PHK. Malah, ada pekerja dengan masa kerja hingga 8 tahun ikut terkena imbas PHK.  

Seorang karyawati lain mengungkapkan, tidak hanya memangkas jumlah karyawan, perusahaan pun tengah merencanakan kepindahan fasilitas produksi. Panarub, jelas karyawati tersebut, akan memindahkan pabrik ke Jawa Tengah, tepatnya ke Kabupaten Brebes.  

Seorang karyawati berusia sekitar 25 tahun yang masih bekerja di PT Panarub mengatakan, keadaan ini masih akan berlanjut hingga karyawan PT Panarub berkurang hingga berjumlah 2.000 karyawan.  Jumlah karyawan yang masih bertahan di pabrik yang sudah berdiri sejak 1968 ini masih sekitar 8.000 karyawan. 

Sementara itu, pihak Panarub Industry belum mengkonfirmasi kondisi terkini.  Bersumber dari akun Linkedin resminya, PT Panarub Industry (Group) terakhir kali memasang lowongan pekerjaan lima bulan yang lalu, untuk posisi Spesialis Pengembang ABAP. Setelah itu, hingga kini belum ada aktivitas lain dari akun tersebut. 

Di akun Linkedin itu juga, PT Panarub mengaku memiliki karyawan lebih dari 15.000 karyawan dan memproduksi lebih dari 20 juta pasang sepatu olahraga pria dan olah raga wanita. 

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Adi Mahfudz menyebutkan penyebab utama badai PHK ini adalah menurunnya permintaan yang diterima oleh pabrik-pabrik tersebut.

Menurut Adi, ekspor Indonesia melemah setelah Amerika Serikat yang didera inflasi dan Eropa yang terdampak perang Rusia-Ukraina. Adi mengungkapkan para pelaku industri belum bisa memastikan sampai kapan kondisi ini akan pulih kembali.  “Sampai stabilnya kondisi pertumbuhan ekonomi negara tujuan ekspor,” tutupnya. (pa/jh)

Must Read