BusinessUpdate – Program Padat Karya Tunai (PKT) yang diselenggarakan oleh Kementerian PUPR telah menyerap 1,07 juta orang tenaga kerja, jauh di atas target 797 ribu orang.
Jumlah serapan tenaga kerja sebanyak 1,07 juta orang tersebut 135% lebih banyak dari target yang ditentukan sebelumnya.
“Realisasi dana untuk program PKT yang dicapai pada tahun 2022 sebesar Rp14,54 triliun atau 97% dari target yang ditentukan yakni Rp 14,92 triliun,” jelas Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Rabu (17/1/2022).
Sebagai informasi, dalam program PKT tahun 2022 ada 4 bidang yang dikerjakan yakni sumber daya air (SDA), jalan dan jembatan, permukiman serta perumahan.
Pelaksanaan PKT di bidang sumber daya air menelan anggaran sebesar Rp4,48 triliun untuk Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) dan pembangunan infrastruktur SDA.
Sementara untuk bidang jalan dan jembatan, dana PKT yang digelontorkan sebesar Rp3,84 triliun yang digunakan untuk preservasi jalan dan jembatan serta rehabilitasi drainase.
Dana PKT selanjutnya dikucurkan untuk pembangunan di bidang permukiman yakni sebesar Rp2,19 triliun. Sedangkan untuk bidang perumahan dikucurkan dana sebesar Rp4,03 triliun untuk bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS).
Padat karya tunai (Cash for work) merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa khususnya yang miskin dan marginal dengan mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan tambahan pendapatan, meningkatkan daya beli, mengurangi kemiskinan, dan sekaligus mendukung penurunan angka stunting bagi masyarakat. (pa/jh)


