HomeNEWS UPDATENationalTips Mengembangkan Desa Wisata dari Kemenparekaf

Tips Mengembangkan Desa Wisata dari Kemenparekaf

BusinessUpdate – Banyak desa wisata bermunculan di sejumlah daerah dengan keunikan masing-masing. Keberadaan desa wisata bisa menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin berlibur dengan suasana yang berbeda dari biasanya.

Bagi masyarakat, keberadaan desa wisata juga akan membantu meningkatkan pendapatan. Direktur Pemasaran Pariwisata Nasional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dwi Marhen Yono menuturkan untuk bisa mengembangkan desa wisata, perlu persiapan dan pengelolaan yang baik. 

Ada sejumlah hal yang harus dipersiapkan oleh pengelola agar desa wisata tersebut bisa sukses menarik wisatawan dan bisa meningkatkan pendapatan warga. Untuk itu, ada sejumlah tips dari Dwi Marhen agar desa wisata yang digagas bisa berkembang. 

Berikut tips tersebut:

1. Menyiapkan Paket Wisata yang Sesuai.

Ketika wisatawan datang ke sebuah tempat, mereka ingin merasakan pengalaman (experience) menjadi “orang desa”. Untuk itu, pengelola perlu menyiapkan berbagai paket yang memungkinkan wisatawan bisa merasakan menjadi warga desa, seperti memasak di tungku kayu, bersepeda, dan sebagainya. 

Biasanya, experience yang ditawarkan oleh pengelola bisa membuat wisatawan yang datang merasa terkesan dengan desa yang dikunjungi. Dari situ, wisatawan akan menceritakan pengalamannya kepada teman-temannya yang lain untuk mencoba berwisata di desa yang telah dikunjungi. 

2. Membuat Bundling Paket Wisata dengan Produk Warga 

Salah satu kekurangan dalam pengelolaan desa wisata yang sering dijumpai adalah memisahkan layanan paket wisata dengan produk yang dihasilkan warga. Jika paket wisata di-bundling dengan produk UMKM dari warga, akan memiliki nilai tambah. Caranya, jadikan produk UMKM warga dalam satu paket wisata yang ditawarkan. Ketika paket selesai, wisatawan diberikan bingkisan produk UMKM warga sebagai souvenir

3. Memanfaatkan platform digital Dalam era digital, pemasaran paket wisata harus dilakukan secara digital. Saat ini sudah banyak pengelola desa wisata yang menawarkan layanan wisata melalui platform digital. Selain itu, perlu juga dipertimbangkan untuk menggandeng influencer agar bisa membantu untuk menyebarkan informasi mengenai keberadaan desa wisata ke segmen-segmen tertentu. (pa/jh. Foto: Dok. Kemenko PMK)

Must Read