HomeECONOMICPerbankan Lambat Respon Suku Bunga Acuan

Perbankan Lambat Respon Suku Bunga Acuan

BusinessUpdate – Sejak Agustus 2022 Bank Indonesia (BI) sudah agresif menaikkan suku bunga acuan sebesar total 225 basis poin (bps), tetapi hal ini tidak banyak mempengaruhi suku bunga simpanan dan kredit perbankan. 

Menurut Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, kenaikan suku bunga acuan ini lambat ditransmisikan oleh perbankan ke bunga simpanan dan kredit. 

Hal ini terlihat dari kenaikan bunga kredit yang secara rata-rata sebesar 23 bps per Desember dibandingkan Agustus 2022 dan bunga deposito tiga bulan naik 119 bps di periode yang sama. Padahal saat itu suku bunga acuan BI sudah naik 200 bps. 

“Transmisi dari perbankan cukup lambat. Transmisi yang lambat ini diperkirakan berkaitan dengan laju pertumbuhan kredit yang masih belum pulih sepenuhnya sehingga bank cenderung menahan suku bunganya,” ujar Josua seperti dikutip oleh Kompas, Minggu (5/2/2023). 

Adapun pertumbuhan kredit pada Desember 2022 tumbuh 11,35% secara tahunan (year on year/yoy). Realisasi ini lebih tinggi dibanding Desember 2021(5,24%), 2020 (-2,7%), dan 2019 (5,9%). 

Meski lebih tinggi dibanding realisasi tiga tahun terakhir, namun tetap belum mencapai pertumbuhan penyaluran kredit tahun 2018 yang mencapai 11,7% yoy. Tersendatnya pertumbuhan kredit disebabkan oleh masih seretnya daya beli masyarakat akibat inflasi yang tinggi. 

Pada September 2022, inflasi tembus 5,95% karena harga bahan bakar minyak (BBM) naik. Namun pada Januari 2023 turun ke level 5,28%. 

“Dampak utama dari kenaikan suku bunga BI pada utamanya adalah tertahannya ekspektasi inflasi sehingga inflasi tidak meningkat tajam, yang pada gilirannya membantu membatasi dampaknya kepada konsumsi dan daya beli masyarakat,” tutupnya. (pa/jh)

Must Read