BusinessUpdate – PT Bank Nationalnobu Tbk. atau Bank Nobu (NOBU) membantah kabar mengenai isu merger dengan PT Bank MNC International Tbk. (BABP) ke Bursa Efek Indonesia (BEI).
Corporate Secretary NOBU Mario Satrio mengatakan, pihaknya menolak arahan merger antara NOBU dengan BABP. “Perseroan tidak menerima arahan tersebut. Perseroan telah memiliki rencana corporate action yang telah dikoordinasikan dengan OJK perbankan,” jelas Mario kepada Otoritas Jasa Keuangan, dikutip Minggu (12/2/2023).
Saat ini NOBU tengah menyelesaikan rangkaian aksi korporasi melalui skema rights issue untuk memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp3 triliun sebagaimana ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Perseroan sudah melakukan beberapa corporate action, diantaranya Rights Issue-I, Rights Issue-II dan rencana corporate action berikutnya, selaras dengan OJK perbankan yang sesuai dengan POJK Konsolidasi Bank Umum,” tambah Mario.
Mengenai aksi penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD II) yang tengah berlangsung, awal periode perdagangan HMETD akan berlangsung pada 15 Februari 2023.
Mengacu prospektus yang dibagikan, jumlah saham yang dikeluarkan tidak mengalami perubahan yakni sebanyak-banyaknya 681,81 juta (681.819.174) lembar saham dengan harga pelaksanaan yang ditawarkan Rp592 per eksemplar. Dengan demikian, nilai PMHMETD II sebanyak-banyaknya Rp403,63 miliar.
Meskipun PMHMETD II dilaksanakan seluruhnya, hal tersebut diproyeksi belum mampu menutup kekurangan modal inti perseroan menjadi Rp3 triliun, mengingat posisi modal inti perseroan tercatat baru senilai Rp1,59 triliun per September 2022 lalu.
Kendati demikian, NOBU akan melaksanakan aksi korporasi lanjutan yang telah dikoordinasikan dengan OJK. Skema yang akan diambil yakni 81:12. Dimana, setiap pemegang 81 saham biasa atas nama yang namanya tercantum dalam daftar pemegang saham (DPS) pada tanggal 13 Februari 2023 pukul 16.15 WIB akan mendapatkan 12 HMETD.
PT Putera Mulia Indonesia (PMI) sebagai pemilik dan pemegang sah atas 23,88% atau 1.099.000.000 (1 miliar) lembar saham dilaporkan hanya akan melaksanakan sebagian hak HMETD miliknya sebesar 59.121.621 helai saham atau senilai Rp35.000.000.000 (Rp35 miliar).
Sedangkan sisanya, yakni sebanyak 103.693.193 helai saham atau senilai Rp61.389.370.256 (Rp61,3 miliar) kepada pihak lain yang belum disebutkan dalam prospektus. (pa/jh)


