HomeECONOMICIni Negara Pemberi Utang Terbesar Kepada Indonesia pada Akhir 2022

Ini Negara Pemberi Utang Terbesar Kepada Indonesia pada Akhir 2022

BusinessUpdate – Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), Singapura adalah negeri yang paling banyak memberi utang kepada Indonesia pada kuartal IV/2022.

Sebagai informasi, utang luar negeri (ULN) dikategorikan berdasarkan tiga jenis kreditur yakni negara, organisasi internasional, dan kreditur lain.

Menurut data statistik BI di akhir 2022, terdapat beberapa negara yang memberikan utang besar ke pemerintah Indonesia. Apabila dilihat keseluruhan dari pemerintah, swasta dan bank sentral, Singapura menjadi pemberi utang luar negeri terbesar mencapai US$59,30 miliar. Namun jumlah ini turun dari sebelumnya US$59,48 miliar. 

Urutan kedua adalah Amerika Serikat (AS) dengan total pinjaman US$33,34 miliar per akhir Desember 2022. 

Sedangkan, Jepang menjadi kreditur terbesar ketiga dengan total pinjaman sebesar US$ 24,31 miliar. Data per Desember 2022, Jepang meminjamkan US$8,77 miliar, naik dari US$8,42 miliar di bulan November. 

Selain ketiga negara tersebut, China dan Hong Kong juga menjadi kreditur besar bagi Indonesia. Tercatat data Agustus 2022, Indonesia memiliki utang kepada China sejumlah US$21,04 miliar dan Hong Kong sebesar US$16,84 miliar.

Sebelumnya, diberitakan Utang luar negeri (ULN) Indonesia naik pada kuartal IV/2022 menjadi US$396,8 miliar dari US$394,6 miliar (kuartal III/2022). 

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan bahwa jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pertumbuhan ULN Indonesia pada kuartal IV/2022 terkontraksi sebesar 4,1% (year-on-year/yoy), melanjutkan kontraksi pada kuartal sebelumnya sebesar 6,7% yoy.  

Erwin mengatakan, perkembangan ULN ini mendapat pengaruh dari faktor pelemahan mata uang dolar AS terhadap mata uang global. 

“Kontraksi pertumbuhan ini terutama bersumber dari ULN Pemerintah dan sektor swasta. Perkembangan posisi ULN pada kuartal IV/2022 juga dipengaruhi oleh faktor perubahan akibat pelemahan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (14/2/2023). (pa/jh)

Must Read