BusinessUpdate – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mencari investor strategis untuk PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) guna menggantikan BRI dan BNI yang akan melepas sahamnya di BSI .
BSI sendiri merupakan gabungan dari tiga bank syariah milik bank BUMN, yaitu PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah.
“Memang BRI dan BNI perlahan akan mulai keluar dari BSI, ini akan kita lihat opportunity market-nya kalau misalnya nanti BRI atau BNI sebagai pemegang saham mulai exit kira-kira siapa yang bisa menggantikan dan berapa size-nya,” ujar Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo saat BSI Global Islamic Finance Summit 2023, Rabu (15/2/2023).
Saat ini porsi saham Seri B BSI sebanyak 51,47% dimiliki Bank Mandiri, 23,24% dimiliki BNI, 15,38% dimiliki BRI, dan 9,91% dimiliki publik. Pemerintah juga memiliki saham Seri A Dwiwarna di perseroan.
Jika dibandingkan dengan posisi Mei 2022, porsi kepemilikan BNI dan BRI memang telah berkurang dari sebelumnya masing-masing 24,85% dan 17,25%. Sedangkan porsi kepemilikan Bank Mandiri dan publik justru bertambah dari masing-masing 50,83% dan 7,08%.
Dengan hengkangnya BNI dan BRI, maka Bank Mandiri tetap menjadi pemegang saham pengendali BSI dan pemerintah tetap memegang saham Seri A Dwiwarna.
Kartika mengatakan, rencana ini merupakan upaya Kementerian BUMN untuk memperluas pangsa pasar BSI di kancah global sehingga diharapkan investor strategis yang masuk merupakan bank global.
“Jadi ini terus berproses, kita akan terus berdiskusi dengan potential investors. Kita inginnya sebenarnya global bank yang mampu menaikkan kelasnya BSI menjadi pemain di level global,” tutupnya. (pa/jh)


