HomePROPERTYPengembang Ramai-ramai Bangun Properti di Timur Jakarta

Pengembang Ramai-ramai Bangun Properti di Timur Jakarta

BusinessUpdate – Permintaan hunian di timur Jakarta yang meliputi kota dan kabupaten Bekasi hingga Karawang diprediksi meningkat seiring dengan masifnya pembangunan infrastruktur dan transportasi di kawasan tersebut. 

Menurut Executive Director Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, koridor timur Jakarta saat ini adalah kawasan sunrise di industri properti.

“Prospek kawasan ke depan didukung dengan pembangunan dan roda ekonomi yang kuat membuat kawasan ini menjadi semakin berpotensi untuk bertumbuh lebih tinggi lagi,” ujar Ali, Senin (20/2/2023).  

Ali memproyeksi kawasan tersebut tidak hanya menjadi penyangga Jakarta, melainkan menjadi pusat pertumbuhan baru yang mandiri dengan lengkapnya ekosistem seperti perdagangan jasa, bisnis, perindustrian, dan properti. 

Apalagi, pengembangan fasilitas dan infrastruktur yang lengkap membuat kawasan tersebut semakin menjanjikan untuk sektor residensial. 

Koridor ini menghubungkan dua kota besar yakni Jakarta dan Bandung. Masifnya pembangunan infrastruktur konektivitas menjadi tulang punggung dari industri properti di kawasan ini. 

“Kedua lokasi tidak hanya terkoneksi lewat jalan tol tetapi nantinya juga akan hadir Kereta Cepat Jakarta-Bandung,” ujarnya. Selain itu, kehadiran LRT Jabodebek dan jalur Tol Cibitung-Cilincing yang akan terkoneksi ruas JORR 2 juga semakin menambah kelengkapan infrastruktur di dalamnya.  

Koridor timur juga akan terus melebar sampai Bodebek-Punjur dengan semakin tingginya aksesibilitas dan konektivitas melalui rencana infrastruktur ke wilayah Ciracas, Cibubur, Cileungsi, hingga Sentul dan Bogor. 

Kondisi ini pun dimanfaatkan para pengembang untuk lebih agresif meluncurkan produk hunian di koridor timur Jakarta. Salah satu pengembang, PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) saat ini tengah mengembangkan 3 township di Koridor Timur Jakarta yakni Summarecon Bekasi, Summarecon Emerald Karawang dan Summarecon Crown Gading.  

Executive Director SMRA, Albert Luhur, menjelaskan pihaknya mengusung konsep hunian ramah lingkungan dalam pengembangan ketiga proyek tersebut. Hal itu dilakukan karena belakangan ini hunian berkonsep hijau lebih diminati pasar. 

Hal yang sama dilakukan oleh Jababeka. Director PT Jababeka Tbk. (KIJA), Suteja Sidarta Darmono, menuturkan, pihaknya juga mengembangkan kota mandiri terintegrasi yang mengedepankan konsep healthy lifestyle dan ramah lingkungan untuk mengikuti tren saat ini. 

“Kami menghadirkan konsep pengembangan kota pintar ramah lingkungan dengan pemanfaatan solar panel system, water treatment plan mandiri, serta sejumlah ruang terbuka hijau,” tuturnya. (rn/jh)

Must Read