HomeFINANCELaba Kredit Plus Melambung Berkat Efisiensi

Laba Kredit Plus Melambung Berkat Efisiensi

BusinessUpdate – Pertumbuhan laba PT KB Finansia Multi Finance (Kreditplus) sepanjang 2022 naik 65,66% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp158,12 miliar. Ini sebabnya!

Chief Operating Officer KB Finansia Multi Finance Peter Halim menjelaskan, perolehan laba didorong oleh peningkatan pendapatan operasional yang dihasilkan dari pertumbuhan penyaluran pembiayaan dan menurunnya biaya dana (cost of fund). 

“Laba bersih sebesar Rp158,12 miliar pada 2022 juga didukung oleh efisiensi beban-beban operasional perusahaan, seperti peningkatan produktivitas tenaga kerja, optimalisasi infrastruktur cabang, dan efisiensi biaya operasional lainnya,” ujar  Peter seperti dikutip oleh Bisnis, Senin (20/2/2023). 

Untuk tahun ini, perseroan telah menyiapkan sejumlah upaya untuk meningkatkan kinerja. Satu di antaranya memperluas hubungan dengan saluran eksternal, memasuki pasar pembiayaan korporasi dengan mempromosikan pinjaman perusahaan untuk pembiayaan unit yang memiliki harga satuan yang tinggi, serta memperluas lingkup pembiayaan anjak piutang secara aktif. 

“Selain itu, Kreditplus juga akan meningkatkan pengelolaan terhadap risiko, antara lain dengan menetapkan kerangka kerja manajemen risiko di seluruh perusahaan, meningkatkan strategi evaluasi kredit berdasarkan segmen pelanggan, serta memperkuat sistem pemantauan dan pengelolaan penagihan,” tambahnya. 

Peter mengatakan, dengan dukungan dari pemegang saham utama perusahaan, yaitu KB Kookmin Card Corp, juga akan berupaya untuk menjaga peringkat kredit AAA (peringkat kredit tertinggi domestik) dari Lembaga pemeringkat Fitch. 

Di samping itu, Kreditplus juga akan melakukan diversifikasi sumber pendanaan seperti penerbitan bonds dan surat utang lainnya, serta memperluas kerjasama dan akses pendanaan dari bank asing maupun bank lokal dalam upaya untuk mendapatkan pinjaman dengan cost of fund yang paling kompetitif. 

Target 2023 Kreditplus optimistis dapat menyalurkan pembiayaan konsumen sebesar Rp9 triliun atau meningkat 6,32% pada akhir 2023. Ia yakin bisa mencapai target tersebut karena peningkatannya cukup konservatif. Jika dibandingkan dengan tahun 2022, Peter menyampaikan bahwa realisasi penyaluran pembiayaan mencapai Rp8,46 triliun. (pa/jh)

Must Read