HomeNEWS UPDATENationalGaya Hidup Mewah Pejabat Pajak Berpotensi Gerus Kepercayaan Publik 

Gaya Hidup Mewah Pejabat Pajak Berpotensi Gerus Kepercayaan Publik 

BusinessUpdate – Aksi pamer harta keluarga pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang sedang viral usai anak sang pejabat pajak menjadi tersangka kasus penganiayaan disayangkan sejumlah pihak.

Ekonom mupun ahli hukum mengkhawatirkan gaya hidup mewah seperti itu dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap integritas pegawai Kementerian Keuangan. “Menciptakan reputasi negatif kepada seluruh jajaran Kemenkeu yang telah dan terus bekerja secara jujur, bersih, dan profesional,” tulis Menteri Keuangan Sri Mulyani melalui akun Instagram @smindrawati, Rabu (22/2).

Sementara itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyayangkan jika ada keluarga pejabat, terutama di lingkungan DJP Kemenkeu, senang pamer harta. 

“Kalau ada pejabat atau keluarganya yang pamer harta di tengah kondisi masyarakat yang terjepit ekonomi, nanti ada masalah trust issue dengan pembayaran pajak,” ujar seperti dikutip CNNIndonesia, Rabu (22/2).

Menurutnya, pejabat terutama yang berkaitan dengan pajak, seharusnya memberi teladan kepada masyarakat. Terlebih, saat ini kondisi ekonomi masih dalam tahap pemulihan selepas pandemi covid-19. 

Ia juga menuntut ketegasan pemerintah mengusut aliran dana, terutama aset pejabat tersebut yang tidak dilaporkan di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Sikap senada dilontarkan oleh pengamat hukum Universitas Mulawarman Herdiansyah Hamzah Castro. Menurutnya, aksi pamer harta oleh pejabat dan keluarganya jauh dari semangat integritas yang selama ini digaungkan pemerintah. Apalagi, yang dipamerkan merupakan harta yang tak dilaporkan dalam LHKPN.

“Gaya hidup bermewah-mewahan itu kan embrionya korupsi. Benih perilaku korup dipupuk dari pola semacam itu,” ujar Castro.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal meminta Kemenkeu untuk mendisiplinkan para pegawainya, bahkan sampai tingkat keluarga.

Ia menilai gaya hidup mewah pejabat dan keluarganya kontraproduktif dengan tugas dan tanggung jawabnya. Padahal, DJP bertugas memungut pajak.

“Karena pajak itu erat kaitannya dengan trust dari subjek pajaknya, orang yang membayar pajaknya. Kasus-kasus seperti ini mengurangi kepercayaan dan justru malah bisa meningkatkan ketidakpatuhan pajak masyarakat,” kritiknya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun mengecam gaya hidup mewah yang dilakukan oleh keluarga pegawai kementeriannya. Ia akan mengambil langkah konsisten untuk menjaga integritas seluruh jajaran Kemenkeu. Salah satunya, menerapkan tindakan disiplin bagi mereka yang melakukan korupsi dan pelanggaran integritas. (rn/jh)

Must Read