HomeFINANCEBankLaba Bersih Bank BTPN Sepanjang 2022 Tumbuh 20%

Laba Bersih Bank BTPN Sepanjang 2022 Tumbuh 20%

BusinessUpdate – Laba bersih PT Bank BTPN Tbk. (BTPN) sepanjang 2022 mencapai Rp2,18 triliun atau tumbuh 20% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari posisi sebelumnya sebesar Rp1,81 triliun pada Desember 2021. 

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan pada Selasa (28/2/2023), pertumbuhan laba itu dibarengi dengan pendapatan bunga yang naik 4% yoy menjadi Rp10,52 triliun. 

Sayangnya, beban bunga juga mengalami kenaikan sebesar 21% menjadi Rp3,87 triliun. Alhasil, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) juga terkoreksi 3% menjadi 6,65 triliun pada Desember 2022 dari Rp6,86 triliun pada Desember 2021. 

Di samping itu, BTPN juga mencatatkan kerugian penurunan nilai aset atau impairment yang naik 19% menjadi Rp1,65 triliun pada Desember 2022 dari posisi pada periode yang sama di tahun sebelumnya yakni Rp1,38 triliun. 

Dari sisi kredit, sepanjang 2022 bank tercatat telah menyalurkan kredit mencapai Rp134,59 triliun. Angka tersebut naik 8% secara yoy bila dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp125,15 triliun. 

Adapun, dari sisi kualitas aset juga bank mencatatkan perbaikan. Rasio kredit macet (non-performing loan/NPL) gross BTPN tercatat menurun 31 basis poin (bps) menjadi 1,32% dari 1,63% pada Desember 2021. 

Kinerja positif bottom line BTPN juga tercermin dari rasio profitabilitas perusahaan. Tingkat pengembalian aset (return on asset/ROA) tercatat naik 21 bps menjadi 1,52% dan tingkat pengembalian ekuitas (return on equity/ROE) naik 82 bps menjadi 7,63%. 

Dilihat dari sisi efisiensi, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) juga berhasil ditekan sebesar 106 bps menjadi 80,02% pada Desember 2022 dari 81,08 pada Desember 2021. 

Dari sisi liabilitas perusahaan, BTPN juga mencatatkan pertumbuhan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 4% secara yoy menjadi Rp102,81 triliun sepanjang 2022. 

Adapun, pertumbuhan DPK tersebut utamanya didorong oleh pertumbuhan tabungan yang tumbuh kencang mencapai 46% menjadi Rp13,45 triliun pada 2022 dari posisi sebelumnya Rp9,19 triliun pada 2021. 

Dana murah atau current account saving account (CASA) perseroan juga tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 6% menjadi Rp37,19 triliun pada Desember 2022 dari Rp35,07 triliun pada Desember 2021. (pa/jh)

Must Read