BusinessUpdate – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menargetkan pendapatan tahun 2023 sebesar Rp152. Pada 2021, perseroan hanya memperoleh Rp144 triliun dari iuran peserta.
“Paling tidak Rp152 triliun kami upayakan,” kata Ghufron di Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2023). Untuk mencapai target tersebut, BPJS Kesehatan mendorong penambahan angka kepesertaan.
Hal ini disebabkan, iuran BPJS Kesehatan tidak naik sampai 2024, sementara tarif yang harus dibayarkan kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan Rujukan (FKTRL) naik per tahun ini.
Ghufron mengatakan peserta BPJS Kesehatan terus naik setiap tahunnya. Per 1 Maret 2023, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 252,17 juta jiwa. Angka tersebut 90,79% dari total penduduk Indonesia yakni 277,7 juta jiwa.
Pada 2014, peserta BPJS Kesehatan mencapai 133,42 juta jiwa. Artinya kepesertaan BPJS melonjak 47% sejak awal berdiri sampai awal Maret kemarin.
Adapun, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) ditargetkan 98% penduduk Indonesia sudah terdaftar BPJS Kesehatan pada 2024. Pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2022 turut menginstruksikan Gubernur dan Bupati/Walikota untuk mendorong target tersebut.
Hingga kini, terdapat 22 Provinsi, 334 Kabupaten dan Kota yang telah memenuhi Universal Health Coverage (UHC) atau kepesertaan lebih dari 95% penduduk sampai 1 Maret 2023. Mereka telah mendaftarkan penduduknya dalam segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemda pada program JKN-KIS. (pa/jh)


