HomeECONOMICSuku Bunga Acuan Memadai, Perlu Jaga Nilai Tukar Rupiah

Suku Bunga Acuan Memadai, Perlu Jaga Nilai Tukar Rupiah

BusinessUpdate – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) tahun ini yakni 5,75% sudah memadai meski volatilitas pasar keuangan global tengah meningkat. 

Perry menyadari, ketidakpastian global tengah meningkat pasca kebangkrutan 3 bank Amerika Serikat, yakni Silicon Valley Bank, Silvergate Bank, dan Signature Bank yang menimbulkan dampak terhambatnya aliran modal asing ke negara berkembang, yang kemudian menekan nilai tukar berbagai negara. 

Akan tetapi, lanjutnya, arah kebijakan BI didasari oleh laju inflasi serta prospek pertumbuhan ekonomi nasional. BI dipastikan tidak serta merta mengikuti arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed). 

“Selalu begitu. Jadi tidak one to one direction, one to one correlation dengan Fed Fund,” katanya, dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, di Jakarta, Kamis (16/3/2023). 

Terkait dengan inflasi, BI menilai lajunya masih terjaga. Jika dilihat, indeks harga konsumen (IHK) pada periode Februari 2023 memang masih meningkat menjadi 5,47% secara tahunan (yoy). Namun komponen inflasi inti menunjukan perlambatan menjadi 3,09% secara tahunan. Hal ini yang menjadi dasar bagi BI untuk tidak menaikkan suku bunga acuan.

Terkait dengan fluktuasi nilai tukar rupiah, bank sentral memilih untuk melakukan intervensi dalam rangka melakukan stabilisasi. “Stabilkan nilai tukar lah, intervensi lah, untuk mengendalikan memitigasi dampak gejolak dan juga untuk stabilitas moneter dan stabilitas sistem keuangan kita,” jelasnya. 

Adapun intervensi pasar dilakukan dengan transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian/penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Selain itu, BI juga melakukan twist operation melalui penjualan SBN di pasar sekunder untuk tenor pendek guna meningkatkan daya tarik imbal hasil SBN khususnya bagi masuknya investor portofolio asing. 

Sebagai informasi, BI menahan suku bunga acuan BI7DRR pada level 5,75% dalam gelaran RDG Maret 2023. Dengan demikian, suku bunga deposit facility pun bertahan di level 5% dan lending facility tetap di level 6,5%. (rn/jh)

Must Read