BusinessUpdate – Akhir 2023 produsen denim ternama Levi’s akan mencoba menggunakan model virtual yang dihasilkan oleh artificial intelligence (AI) untuk melengkapi model-model manusia.
Untuk menghasilkan model virtual itu, Levi’s menjalin kerja sama dengan sebuah perusahaan artificial intelligence (AI), Lalaland.ai yang berbasis di Amsterdam.
“Ini bisa meningkatkan jumlah dan keragaman model untuk produk-produk kami secara berkelanjutan,” bunyi pernyataan Levi’s seperti dikutip dari laman Hypebeast.
Lalaland.ai baru berdiri sekitar tahun 2019. Perusahaan ini menggunakan teknologi AI untuk menciptakan model yang sangat realistis dari setiap jenis tubuh, usia, ukuran, dan warna kulit bagi merek maupun peritel.
Model virtual digambarkan sebagai “inklusif terhadap tubuh” dan ditujukan untuk mengembangkan pengalaman berbelanja yang lebih personal dan berkelanjutan. Baik website maupun aplikasi Levi’s saat ini hanya menampilkan satu model yang mengenakan setiap produk.
Dengan integrasi AI, pelanggan akan dapat melihat model dari semua warna kulit, ukuran, hingga usia.
“Meskipun AI mungkin tidak akan pernah sepenuhnya menggantikan model manusia, kami sangat senang dengan kemampuan potensial yang dapat diberikan kepada kami untuk pengalaman konsumen,” jelas kepala global strategi digital dan teknologi baru di Levi’s, Amy Gershkoff Bolles.
Ia melihat fashion dan teknologi sebagai seni dan ilmu pengetahuan. “Kami sangat senang dapat bermitra dengan Lalaland.ai, sebuah perusahaan dengan teknologi berkualitas tinggi yang dapat membantu kami melanjutkan perjalanan kami untuk pengalaman konsumen yang lebih beragam dan inklusif,” lanjutnya.
Kendati demikian, Levi’s belum mengungkapkan kapan mereka berencana untuk meluncurkan model AI di website dan aplikasinya. (pa/jh)


