HomePROPERTYBisnis Artotel Kian Menggurita, Akuisisi MPHG

Bisnis Artotel Kian Menggurita, Akuisisi MPHG

BusinessUpdate – Operator hotel di Indonesia, Artotel Group, resmi mengakuisisi pesaingnya Milestone Pacific Hotel Group (MPHG) sehingga memperkuat posisinya untuk menjadi perusahaan manajemen perhotelan terkemuka di Indonesia. 

MPHG memiliki enam merek hotel yang kondang di kalangan urban traveler, yakni Maxone, Nite & Day, Zia, Ruma Ruma, Marc, dan One of a Kind. Hingga 2022, jumlah total properti yang mereka sebanyak 45 hotel yang tersebar di kota-kota tier kedua dan sejumlah provinsi di Indonesia. 

Dengan menguasai saham mayoritas MPHG, Artotel kini mengelola lebih dari 100 properti dengan nama hotel berbeda, yakni Artotel, Dafam, Kyriad, dan Maxone, yang tersebar di seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua.

Dari laman Tophotelnews, dijelaskan kalau Artotel tidak hanya terkenal sebagai spesialis hotel butik dengan konsep seni dan gaya hidup, tetapi juga menyediakan berbagai pilihan akomodasi. Mulai dari hotel mewah, butik, hingga ekonomis yang dapat memenuhi kebutuhan akomodasi pasar domestik Indonesia. 

Kelompok bisnis ini secara resmi memiliki 50 proyek hotel baru lainnya yang akan bergabung dengan portofolionya hingga 2025. 

Perkembangan pesat Artotel dicapai dalam waktu tiga tahun, karena pada tahun 2020 perseroan hanya mengelola 17 hotel. Sejak saat itu, grup ini berhasil mendapatkan dukungan dari para investor yang percaya akan kemampuannya sebagai operator hotel lokal yang andal dan dapat menjadi perusahaan Indonesia yang mampu bersaing di kancah internasional. 

Oleh karena itu, Artotel berhasil bangkit dengan melakukan berbagai aksi ekspansi bisnis yang agresif sejak 2021 seperti mengakuisisi franchise Kyriad di Indonesia, serta mengakuisisi hotel lokal terkemuka seperti Dafam dan Maxone. 

Founder dan CEO Artotel Group Erastus Radjimin mengatakan, kesuksesan yang dicapai dengan mengelola lebih dari 100 hotel tidak membuat perusahaan lupa diri. Sebaliknya, pencapaian ini menjadikan tanggung jawab yang lebih besar untuk memberikan layanan terbaik kepada pemangku kepentingan.

Oleh karena itu, perusahaan telah menyiapkan strategi bisnis yang berkelanjutan untuk meningkatkan pendapatan hotel dan kesejahteraan pemangku kepentingan. Di antaranya dengan mengutamakan infrastruktur berbasis teknologi sehingga operasional hotel menjadi efisien dan efektif untuk kepuasan tamu. Juga, memperluas jaringan distribusi hotel untuk meningkatkan pendapatan. (pa/jh)

Must Read