HomeFINANCEBankPeningkatan Jumlah Pengguna BSI Mobile Kerek Pertumbuhan Fee Based Income

Peningkatan Jumlah Pengguna BSI Mobile Kerek Pertumbuhan Fee Based Income

BusinessUpdate – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk mencatatkan fee based income BSI Mobile mencapai Rp64 miliar, naik 5% secara tahunan (yoy) pada kuartal I-2023. Pertumbuhan ini seiring dengan peningkatan jumlah pengguna BSI Mobile.

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi mengatakan, layanan digital BSI (BSI Mobile) didesain sebagai one stop solution sebagai sahabat finansial, sahabat sosial dan sahabat spiritual. 

Menurutnya, cara itu terbukti efektif di mana saat ini jumlah pengguna BSI Mobile mencapai 5,18 juta pengguna, tumbuh 37% secara yoy. Jumlah ini terus meningkat seiring dengan preference masyarakat dengan gaya hidup syariah. 

“Kami optimistis bahwa peluang ekonomi syariah menjadi market leader sangat besar, ditambah potensi pasar yang mulai melihat bahwa perbankan syariah kompetitif, resilien terhadap goncangan,” ujar Hery Gunardi melalui keterangan tertulis, dikutip Minggu (30/4/2023). 

Ia menambahkan, dukungan dari digitalisasi yang semakin memudahkan masyarakat berinteraksi dengan bank syariah menjadi peluang penting yang perlu dimanfaatkan ketika terlibat dalam sektor ekonomi syariah. 

“Dalam waktu dekat, BSI menjajaki kerja sama dengan sejumlah pemangku kepentingan sehingga instrumen keuangan syariah mampu diadopsi dan dielaborasi dengan lembaga keuangan lainnya,” lanjut Hery. 

Untuk target dan strategi perusahaan tahun 2023, BSI tetap fokus pada lini bisnis yang terbukti memberikan impak positif di antaranya konsumer, wholesale, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). 

Per Maret 2023, BSI telah menyalurkan pembiayaan keuangan berkelanjutan dengan nilai Rp51,46 triliun atau 24,13% dari total pembiayaan BSI. Selain itu, pihaknya juga melakukan Green Economy dengan program penempatan Mesin Penukar Botol/ Reverse Vending Machine

Pada 2022, pemasangan mesin ini berada di 23 titik lokasi di Jabodetabek dan Bali. Hingga kuartal I/2023, ada penambahan 10 titik lokasi pemasangan dengan perkiraan pengurangan jejak karbon sebesar 21 Ton CO2. 

Melihat dari sisi penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG), BSI terus mengimplementasikan green economy dan ekonomi berkelanjutan yang diimplementasikan melalui berbagai program socioeconomic. Misalnya, Desa BSI yang berjumlah 10 desa di seluruh Indonesia dengan penerima manfaat sebanyak 3.066 orang dengan total penyaluran sebesar Rp5,4 miliar. 

Kemudian program spiritual yang salah satunya adalah Program Manajemen dan Inovasi Masjid serta Program Da’i dengan total penyaluran sebesar Rp2,6 miliar. “BSI juga memiliki program beasiswa dan bantuan kesehatan masyarakat dengan total penyaluran Rp10,8 miliar serta Charity & Environment berupa program lingkungan hidup (pengurangan sampah plastik), program bantuan kebencanaan dan sosial lainnya dengan total penyaluran sebesar Rp14,4 miliar,” ujarnya. 

Penyaluran zakat juga telah dilakukan BSI pada tahun 2022 sebesar Rp173 miliar yang terdiri dari zakat perusahaan dan karyawan kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Istana Negara, Jakarta. (pa/jh)

Must Read