HomeECONOMICKemendag Minta Aprindo Tak Boikot Penjualan Minyak Goreng

Kemendag Minta Aprindo Tak Boikot Penjualan Minyak Goreng

BusinessUpdate – Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk tak memboikot penjualan minyak goreng di ritel-ritelnya. 

Hal ini menyusul adanya rencana Aprindo untuk mengurangi atau menghentikan pembelian minyak goreng dari produsen lantaran Kemendag belum membayar utangnya sebesar Rp344 miliar sehingga stok minyak goreng di ritel modern akan berkurang. 

“Kemarin kan saya sudah meminta untuk yang teman-teman Aprindo dan ritel itu untuk boikot itu nanti diredam dulu. Jadi sambil kita menunggu, nanti kalau tidak dibayarkan ya baru kita ambil cari langkah- langkah yang lain,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Isy Karim, seperti dikutip Kompas, Jumat (5/5/2023).

Isy mengatakan, pihaknya juga akan memanggil Aprindo dan para produsen minyak goreng untuk mencari jalan keluar atas pembayaran utang minyak goreng tersebut. “Disepakati untuk melakukan pertemuan mungkin di minggu depan ini antara teman-teman di ritel Aprindo dan teman teman di produsen itu saja,” ujar Isy. 

Sebelumnya, Aprindo memberikan tenggat waktu 2-3 bulan ke Kemendag untuk membayar utang subsidi minyak goreng sebesar Rp344 miliar. Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey mengatakan, apabila Aprindo belum melunasi utang tersebut sesuai tenggat waktu yang diberikan, pihaknya akan menggugat Kemendag ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). 

Selain itu, Aprindo juga memiliki opsi lain jika utang tersebut belum dilunasi sampai dengan tenggat waktu yang diberikan. Opsi pertama Aprindo akan mengurangi atau menghentikan pembelian minyak goreng dari produsen. Dengan demikian, stok minyak goreng di ritel modern akan berkurang hingga terjadi kelangkaan.  

Opsi selanjutnya adalah Aprindo akan mengerahkan seluruh anggotanya untuk memotong tagihan produsen. Artinya, peritel tidak akan membayar secara penuh atau mengurangi tagihan produsen minyak goreng kepada peritel.  

“Kita akan potong tagihan, kan setiap hari migor masuk nih ke ritel kalau kita enggak ngurangin atau kita hentikan kan namanya produsen mereka produksi mau jual terus. Jual kemana? ke ritel. Kalau potong tagihan begitu barang masuk, stockits, kita dapat uang dari konsumen nah potong tagihan enggak kita bayarkan ke produsen,” jelas Roy. (rn/jh)

Must Read