HomeCSRSido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis di Bandung

Sido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis di Bandung

BusinessUpdate – Perusahaan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul menggelar operasi katarak gratis kepada 150 penderita penyakit mata di Kota Bandung, Jawa Barat pada Selasa (9/5/2023).

Operasi katarak tersebut digelar di Rumah Sakit Bandung Kiwari, Kota Bandung, Jawa Barat. “Alhamdulillah, saya bisa melihat lagi. Sudah jelas (penglihatan) sekarang mah. Terima kasih Sido Muncul, saya bisa nyari rongsokan lagi buat sekolah anak,” ucap Yati (50), salah satu peserta operasi katarak gratis itu. 

Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan, program operasi katarak gratis itu sudah berjalan sejak 2011. Hingga saat ini, program ini telah mengoperasi sebanyak 55.104 mata di Indonesia. Selain Operasi Katarak Gratis, Sido Muncul juga terus berkomitmen meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat. 

Sido Muncul juga memberikan operasi bibir sumbing gratis di berbagai wilayah Indonesia. “Dengan adanya kegiatan ini, saya berharap jumlah penderita katarak semakin kecil. Sebab, orang itu kalau kehilangan penglihatan, 50% kualitas hidupnya hilang. Apalagi, masalah katarak itu banyak dan terus bertambah setiap tahunnya. Untuk itu, kehadiran kami di sini bukan hanya membantu saja, melainkan juga memberitahu kepada orang-orang bahwa katarak bisa disembuhkan hanya dengan operasi,” ujar Irwan. 

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengapresiasi upaya Sido Muncul yang sudah memberikan harapan baru bagi penderita katarak. “Kami atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengucapkan terima kasih kepada Sido Muncul yang sudah membantu rakyat Indonesia. Lebih dari 55.000 mata yang tadinya punya potensi kebutaan (kini) kembali sehat dan membawa kembali produktivitas hidup masyarakat penderita (katarak),” kata Ridwan. 

Menurut Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, pembangunan negara tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pihak swasta juga perlu memberikan kontribusi untuk membawa kemajuan bagi pembangunan dan sumber daya manusia di Indonesia. Kang Emil juga berterima kasih kepada para tenaga medis yang bersedia mengikuti program tersebut. 

“Jangan menganggap urusan negara 100% urusan pemerintah. Itulah kenapa ada rumah sakit swasta, ada sekolah swasta. Itulah pentingnya kolaborasi,” tutupnya. (pa/jh)

Must Read