BusinessUpdate – Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menyatakan Maskapai Garuda Indonesia difokuskan untuk melayani penerbangan dalam negeri. Setelah restrukturisasi Garuda akan mencari mitra strategis untuk penerbangan luar negeri.
Menurut Erick, terdapat pemikiran bahwa Garuda akan dikerjasamakan dengan penerbangan yang bisa memberikan aksesibilitas untuk masyarakat Indonesia agar bisa terbang ke luar negeri, seperti Qatar Airways, Emirates, atau Singapore Airlines.
“Memang ada rencana bahwa langkah berikutnya setelah restrukturisasi, Garuda mencari mitra strategis. Salah satunya kita terbuka bersama Indonesia Investment Authority (INA),” ujar Erick Thohir, dikutip dari Kompas. Ia menambahkan, INA dalam bisa juga mengundang mitra strategis bagi Garuda Indonesia.
Sebelumnya, Erick Thohir mengungkapkan Indonesia adalah negara kepulauan, sehingga tidak mungkin masyarakat Indonesia menuju pulau lain dengan menggunakan kereta. Pilihannya ada dua yaitu kapal laut atau penerbangan.
Garuda dan Citilink akan fokus pada pasar domestik, bukan pasar internasional. Menurutnya, kegiatan ekonomi turis domestik menghasilkan nilai yang sangat besar, namun sayangnya turis domestik tidak memiliki rencana perjalanan dibandingkan turis asing ketika berwisata di suatu daerah.
Berdasarkan data dari Garuda Indonesia, penumpang tujuan daerah mendominasi sebanyak 78% dengan pendapatan mencapai Rp1.400 triliun. Sementara jumlah penumpang tujuan luar negeri tercatat hanya 22%n dengan perolehan Rp300 triliun.
Erick menegaskan, pelayanan kepada turis lokal harus menjadi yang utama, lantaran banyak potensi wisata lokal yang harus dikembangkan. (rn/jh)


