HomeCSRCIMB Niaga Gandeng Kehati untuk Pelestarian Bambu

CIMB Niaga Gandeng Kehati untuk Pelestarian Bambu

BusinessUpdate – Bank CIMB Niaga melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) One House One Tree turut melestarikan bambu dan pengembangan agroforestri di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Program ini dilakukan melalui kolaborasi antara CIMB Niaga, Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI), Yayasan Ayo Indonesia, Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis, dan masyarakat setempat, dengan luas area seluas 44 hektar.

Program One House One Tree merupakan inisiatif terbaru dari CIMB Niaga dalam rangka mengajak nasabah KPR CIMB Niaga untuk berkontribusi dalam penanaman satu pohon demi keberlanjutan bumi.

Program ini memiliki beberapa tujuan, di antaranya menjaga tutupan hutan sebagai upaya mitigasi perubahan iklim, meningkatkan keanekaragaman hayati di Indonesia, serta menjadi sumber ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat petani di sekitar hutan.

Febrian Sugiharta, Head of Secured Lending & Retail Deposit Business CIMB Niaga, menyatakan bahwa CIMB Niaga sebagai perusahaan yang peduli terhadap keberlanjutan, senantiasa mengintegrasikan aspek lingkungan hidup, ekonomi, sosial, dan tata kelola dalam proses perbankannya.

Salah satu bentuk implementasinya adalah dengan menyelenggarakan program-program yang mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), seperti program KPR One House One Tree.

Sementara itu, Direktur Program Yayasan Kehati Rony Megawan memaparkan beberapa catatan berkenaan pentingnya pelestarian bambu. Secara ekologi, bambu mampu menjadi solusi dari ancaman lingkungan dan perubahan iklim. Tanaman bambu juga mampu menyerap air hujan yang cukup besar, sehingga dapat mencegah kemungkinan terjadinya aliran langsung dan erosi. 

Dalam kaitan dengan upaya mitigasi perubahan iklim, pengembangan tanaman bambu pun dapat meningkatkan penyerapan karbon. Berdasarkan penelitian, tanaman bambu dapat menyerap lebih dari 62 ton per hektar per tahun CO2. 

“Bambu dapat menjadi solusi untuk kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan kritis di Indonesia,” tutur Rony dalam diskusi bertajuk “Bambu, Masa Lalu, Sekarang, dan Masa Depan” di Yayasan Kehati, Jakarta, Rabu (31/5/2023). Menurutnya, luas hutan bambu di Indonesia mencapai 185 juta hektar, urutan keenam di dunia.

Yayasan Kehati bekerja sama dengan LSM Lokal Yayasan Ayo Indonesia, Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis, bersama masyarakat serta dukungan CIMB Niaga, melakukan restorasi melalui penanaman bambu di Desa Rana Kolong, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). (pa/jh)

Must Read