HomePROPERTYLokananta Solo akan Terapkan Pola Placemaking Seperti M Bloc Space

Lokananta Solo akan Terapkan Pola Placemaking Seperti M Bloc Space

BusinessUpdate – Studio rekaman pertama di Indonesia, yaitu Lokananta di Kota Solo, Jawa Tengah akan menerapkan pola placemaking seperti di M Bloc Space di Jakarta Selatan.

“Jadi, pendekatan Lokananta ke depannya ini memang baru, Lokananta tidak hanya akan menjadi pabrik piringan hitam,” ujar CEO Lokananta Wendi Putranto dikutip dari Antara, Sabtu (3/6/2023). 

Ia menambahkan, Lokananta bukan hanya menjadi perusahaan rekaman dan penyedia jasa studio rekaman tetapi Lokananta akan menerapkan pola placemaking seperti di M Bloc Sapce, Jakarta Selatan. 

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui PT Danareksa (Persero) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menghidupkan kembali Lokananta seiring dengan rampungnya revitalisasi aset milik Perum PNRI tersebut. 

Untuk menjalankan pilar bisnis Lokananta, Danareksa juga berkolaborasi dengan M Bloc Group sebagai operator. Wendi yang juga Program Director M Bloc Space itu mengatakan Lokananta yang baru memiliki visi untuk menjadi creative and commercial hub bagi para musisi, seniman, dan UMKM lokal sehingga dapat memberikan dampak sosial, pertumbuhan ekonomi, dan pelestarian budaya Indonesia. 

Visi tersebut akan diwujudkan dengan enam misi Lokananta, yakni destinasi cagar budaya musik Indonesia, dan pertunjukan kesenian usaha sebagai hubungan masyarakat. 

Kemudian melestarikan dan mengembangkan aset-aset seni budaya dalam bidang musik, ruang kreatif publik bagi kegiatan komunitas dan umum, pusat pengembangan talenta kreatif, dan pemberdayaan sekaligus pembinaan bisnis UMKM. 

“Karena Lokananta sendiri DNA-nya adalah bagaimana dulu Bung Karno (Presiden Pertama RI Soekarno) ingin menyatukan Indonesia ingin membentuk national and character building melalui berbagai macam cara,” jelas Wendi. 

Menurutnya, Presiden Soekarno menugaskan Raden Maladi untuk mendirikan Lokananta untuk memproduksi musik-musik yang berasal dari Sabang sampai Merauke dan disuplai ke 29 stasiun RRI yang ada di Indonesia. 

“Waktu itu, Bung Karno dengan pidato yang terkenalnya, kenapa anak-anak muda main musik rock n roll, dia bilang mainkan musik Indonesia,” tambah Wendi. Di tempat inilah musik Indonesia dari musik tradisional hingga musik pop diproduksi, digandakan, dan disebarluaskan diputar di seluruh stasiun RRI.

Oleh karena, ia menganggap Lokananta merupakan salah satu harta karun musik Indonesia, yang menjadi aset nasional. “Jadi, bisa dibilang Lokananta itu salah satu harta karun musik Indonesia destinasi cagar budaya kedepannya yang akan menjadi landmark Kota Solo tentu dan tentunya menjadi aset nasional,” tutup Wendi. (pa/jh)

Must Read