BusinessUpdate – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melanjutkan tren kinerja keuangan yang positif pada semester I/2023. Perseroan mampu membukukan pertumbuhan laba bersih 24,9% hingga Juni 2023.
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengumumkan, laba bersih perseroan mencapai Rp25,2 triliun pada semester I/2023. Realisasi itu naik 24,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan laba bersih itu sejalan dengan pendapatan perseroan yang tumbuh pesat. Tercatat pendapatan bunga bersih Bank Mandiri tumbuh 13,1% secara tahunan (yoy) menjadi Rp47,3 triliun. Pendapatan non bunga tumbuh 14% menjadi Rp18,4 triliun.
Seiring dengan kenaikan pendapatan, tingkat profitabilitas perseroan turut meningkat. Return on Equity (ROE) Tier-1 bank only telah menyentuh 25,8% atau naik 275 basis poin (bps) secara tahunan, dengan posisi net interest margin (NIM) bank only terjaga di level 5,30%.
Menurut Darmawan, kinerja positif tersebut tidak terlepas dari kondisi perekonomian nasional yang semakin membaik. Hal ini kemudian mendongkrak penyaluran kredit perusahaan. Tercatat penyaluran kredit perseroan secara konsolidasi mencapai Rp1.272,07 triliun.
Realisasi tersebut tumbuh 11,8% secara tahunan, lebih tinggi dari pertumbuhan industri perbankan sebesar 7,8%. “Pencapaian kinerja Bank Mandiri yang solid juga selaras dengan kondisi ekonomi Indonesia yang masih bertumbuh di tengah ketidakpastian global,” ujar Darmawan, dalam konferensi pers, Senin (31/7/2023).
Dalam penyaluran kredit, Bank Mandiri tetap berkomitmen menjaga kualitas aset. Tercatat rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) perseroan turun ke level 1,53% pada Juni 2023, dari 2,47% pada Juni tahun lalu.
Selain itu, dalam menjaga kualitas aset perseroan tetap membentuk pencadangan yang memadai. Darmawan menyebutkan, perseroan telah melakukan pencadangan dengan NPL Coverage ratio bank only mencapai 342,2%, meningkat dari posisi kuartal II tahun sebelumnya yang sebesar 274,5%.
Kenaikkan pencadangan itu dilakukan, meskipun nilai restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 Bank Mandiri terus menyusut. Tercatat nilai restrukturisasi kredit Covid-19 perseroan tinggal menyisakan Rp 26,6 triliun. “Penurunan ini didorong oleh pelunasan dan pembayaran cicilan debitur, dan bisnis para debitur yang sudah kembali normal,” tutup Darmawan. (pa/jh)


