BusinessUpdate – Petrokimia Gresik, anggota holding Pupuk Indonesia, mendukung optimalisasi produksi minyak bumi dalam negeri dengan berkontribusi pada proyek injeksi ‘Huff and Puff’ di Lapangan Walio, Sorong, Papua Barat, menggunakan green surfactant.
Surfaktan merupakan molekul yang memiliki gugus hidrofilik (suka air) dan lipofilik (suka minyak / lemak) sehingga dapat menyatukan campuran yang terdiri dari air dan minyak.
Selain digunakan untuk bidang farmasi dan industri pembersih seperti deterjen, surfaktan juga digunakan untuk keperluan eksplorasi minyak bumi dengan metode Improved Oil Recovery (IOR) dan Enhanced Oil Recovery (EOR).
Proyek pengiriman green surfactant ke lapangan Walio dilakukan oleh SEVP Operasi Petrokimia Gresik I Ketut Rusnaya, mewakili Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, di Gresik, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Petrokimia Gresik, satu-satunya industri dalam negeri yang mampu menghasilkan green surfactant.
Petrokimia Gresik saat ini memiliki dua pabrik Asam Sulfat dengan kapasitas total 1.170.000 ton/tahun. Salah satu produk intermediate dari pabrik tersebut adalah, gas SO3 yang merupakan bahan baku green surfactant dengan jumlah melimpah dan kualitas yang stabil.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, proyek Huff & Puff di Lapangan Walio dengan skema ‘no cure no pay‘ dimulai pada November 2023. Petrokimia Gresik berkolaborasi bersama beberapa pihak, dengan Petrokimia Gresik bertugas menyuplai green surfactant sebanyak 36.000 liter.
Kemudian, diformulasikan oleh PT Dunia Kimia Jaya dan diinjeksikan di lapangan oleh PT Enerproco Global Indonesia. “Green surfactant sebelum mengikuti proyek ini telah melewati beberapa tahapan uji coba yang dipersyaratkan yaitu, IFT 10-3 dan Windsor type III pada uji phase behavior serta dalam uji imbibisi. Green surfactant mampu menghasilkan nilai recovery yang cukup menjanjikan,” ujar Dwi Satriyo, melalui keterangan tertulis, dikutip Sabtu (28/10/2023).
Sementara Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih menambahkan, green surfactant produksi Petrokimia Gresik merupakan satu-satunya produk surfaktan ramah lingkungan yang dihasilkan di dalam negeri, untuk mengoptimalkan eksplorasi minyak bumi dengan metode Improved Oil Recovery (IOR) dan Enhanced Oil Recovery (EOR).
“Pada proses Huff and Puff kali ini, green surfactant diformulasi dengan chemical lain dan diinjeksikan pada sumur minyak, lalu didiamkan (soaking) beberapa waktu. Dalam beberapa waktu kemudian diproduksikan kembali pada sumur tersebut,” ucap Digna.
Proses injeksi ini dapat memisahkan minyak bumi yang masih menempel pada bebatuan, sehingga meningkatkan perolehan minyak bumi.
SEVP Operasi Petrokimia Gresik I Ketut Rusnaya menyampaikan, produk green surfactant tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas sumur minyak bumi, tetapi juga mampu mengeluarkan minyak mentah dari lapangan atau sumur minyak tua yang sudah tidak berproduksi lagi.
“Pengeboran minyak suatu saat akan turun produktivitasnya, meskipun cadangan yang ada di dalam sumur masih banyak. Ini terjadi karena minyak terjebak pada bebatuan atau lainnya,” tutur Ketut.
Dengan menggunakan green surfactant akan ada peningkatan produksi minyak, yang awalnya tertinggal karena susah terproduksikan sekarang bisa dioptimalisasi. Huff and Puff green surfactant di Lapangan Walio nantinya, diharapkan berlanjut menjadi pilot project EOR yang dapat semakin menunjukkan kualitas dari produk Petrokimia Gresik. (ip/jh. Foto: Dok. Petrokimia Gresik)


