BusinessUpdate – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatatkan laba bersih sebesar Rp19,5 triliun sepanjang kuartal III/2023.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan di media, capaian laba bersih tersebut tumbuh 17,6% secara tahunan (yoy). Nilai pendapatan konsolidasi Telkom sebenarnya hanya tumbuh 2,2% secara tahunan menjadi Rp111,2 triliun. Pertumbuhan itu dikontribusi kinerja bisnis data, internet, & IT services sebesar 4,8% serta IndiHome sebesar 4,3% dari periode yang sama tahun lalu.
Di sisi biaya dan beban, perusahaan mencatatkan penyusutan di sejumlah pos, mulai dari beban penyusutan dan amortasi mejadi Rp24,1 trilun, beban pemasaran menyusut menjadi Rp2,6 triliun, dan kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi yang turun signifikan menjadi Rp182 miliar.
Dengan berbagai perkembangan tersebut, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA Telkom sebesar Rp59,1 triliun. Nilai ini sebenarnya sedikit lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp59,5 triliun.
Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, berbagai perkembangan kinerja perusahaan merupakan hasil dari langkah transofrmasi perseroan bertajuk five bold moves. Salah satu inisiatif andalannya ialah melalui integrasi IndiHome ke Telkomsel atau fixed mobile convergence (FMC) pada Juli.
“Komitmen Telkom untuk terus mempercepat langkah transformasi melalui inisiatif FMC mulai menunjukkan progress yang positif, dari sisi synergy value dan cost efficiency,” ujarnyaa, melalui keterangan tertulis, Rabu (1/11/2023).
Mengikuti implementasi inisiatif FMC, selanjutnya Telkom akan membentuk InfraCo sebagai entitas baru pada kuartal IV/2023. Entitas ini diharapkan dapat menjadi penggerak utama perseroan dalam meningkatkan nilai perusahaan dengan memfasilitasi penetrasi fiber yang luas, menyediakan layanan telekomunikasi yang andal, dan mendorong peningkatan penciptaan nilai bagi pelanggan. (rn/jh)


