BusinessUpdate – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA berencana melakukan divestasi atau melepas kepemilikan saham lima ruas jalan tol yang dimiliki.
Metode restrukturisasi berupa asset recycling tersebut dilakukan dalam rangka memperbaiki kinerja keuangannya. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko WIKA, Adityo Kusumo menyampaikan, saat ini Perseroan sedang mengupayakan untuk melakukan divestasi atas aset-aset jalan tol yang dimiliki.
“Di antaranya Jalan Tol Soreang Pasir-Koja, Jalan Tol Manado-Bitung, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Jalan Tol Semarang-Demak, dan sebagian ruas Jalan Tol Serang-Panimbang,” jelasnya dalam Laporan Hasil Public Expose Live 2023 di laman Keterbukaan Informasi BEI pada Kamis (30/11/2023).
Untuk itu, ke depannya WIKA belum berencana untuk melakukan investasi baru dan berupaya dapat fokus untuk asset recycling dengan pengembalian yang baik. “Sehingga dapat memperkuat posisi kas operasi dan menurunkan leverage perseroan,” jelas Adityo Kusumo.
Sebagai informasi, kinerja keuangan per Kuartal III/2023, WIKA membukukan pendapatan neto sebesar Rp15,07 triliun. Jumlah itu naik dari periode yang sama tahun 2022 yaitu Rp12,7 triliun.
Kendati pendapatan mengalami kenaikan, rugi yang dicatatkan perseroan juga meningkat tajam secara tahunan (yoy. Per Kuartal III/2023, WIKA mencatatkan rugi sebesar Rp5,84 triliun. Jumlah itu lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun 2022 lalu yaitu Rp27,96 miliar. (ip/jh)


