BusinessUpdate – Mayoritas pasokan apartemen di Jakarta memiliki segmentasi menengah dan menengah bawah. Persentese kedua segmen itu mencapai 67%.
Merujuk paparan Leads Property Service Indonesia berjudul Jakarta Property Market Outlook 2024, pasokan apartemen di Jakarta sebanyak 259.000 unit pada Kuartal III/2023, tersebar di CBD 12% dan OCBD 88%.
Berdasarkan segmentasinya, jumlah unit apartemen menengah dan menengah bawah menguasai lebih dari setengah pasokan di Jakarta. Di mana pasokan apartemen menengah bawah sejumlah 30% dan apartemen menengah sebanyak 37%. Sementara untuk apartemen segmen menengah atas sejumlah 21%, segmen atas 10%, dan segmen mewah 2%.
Pada Kuartal III/2023, harga jual apartemen segmen menengah bawah rata-rata Rp17,4 juta per meter persegi, sedangkan segmen menengah Rp24,2 juta per meter persegi. Dengan kisaran harga di atas, untuk apartemen menengah bawah dengan luas 21 meter persegi, maka harga jualnya sekitar Rp365,4 juta.
Sementara untuk harga jual apartemen segmen menengah dengan luasan yang sama berkisar Rp508,2 juta. Kemudian apabila luas unitnya 28 meter persegi, maka harga jual apartemen menengah bawah sekitar Rp487,2 juta. Sedangkan harga apartemen segmen menengah Rp677,6 juta.
Terkait tingkat penjualan pada Kuartal III/2023, apartemen segmen menengah terjual 93%. Sementara untuk segmen menengah bawah sejumlah 68%. (rn/jh)


