HomeCORPORATE UPDATEBUMNPupuk Indonesia Ingin Menjadi Pemain Utama Green Ammonia

Pupuk Indonesia Ingin Menjadi Pemain Utama Green Ammonia

BusinessUpdate – PT Pupuk Indonesia (Persero) memiliki kapasitas produksi amonia mencapai 7 ton per tahun sehingga perseroan berharap menjadi pemain global industri green ammonia.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, ke depan perseroan juga merencanakan akan mengembangkan perusahaan menjadi industri pupuk dan petrokimia global yang terintegrasi.

“Pupuk Indonesia berpotensi besar menjadi global player pada industri green ammonia, terlebih dengan posisi strategis Indonesia yang dapat menjadi hub green hydrogen dan green ammonia,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (5/12/2023).

Ia menjelaskan, pengembangan green hydrogen dan green ammonia menjadi semakin relevan karena kebutuhan clean ammonia untuk energi diprediksi akan meningkat signifikan.

Selain itu, keberadaan green ammonia juga dapat mendukung keberlanjutan pasokan bahan baku pupuk. Pasalnya, amonia merupakan bahan baku utama pupuk urea, pupuk NPK, hingga pupuk ZA.

Dalam merealisasikan itu, perseroan menggandeng PT PLN (Persero) untuk memperluas kerjasama pengembangan ekosistem green hydrogen dan green ammonia di Indonesia.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Joint Development Study Agreement (JDSA) atau perjanjian studi pengembangan bersama terkait ekosistem green hydrogen dan green ammonia terintegrasi di kawasan industri PT Pupuk Kujang.

Pupuk Indonesia bersama PLN juga berkolaborasi untuk pengembangan Green Industrial Cluster di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Iskandar Muda Industrial Area (IMIA) di Lhokseumawe Aceh, serta pengembangan green hydrogen dan green ammonia pada kawasan industri Petrokimia Gresik di Jawa Timur.

Rahmad mengungkapkan, studi pengembangan green hydrogen dan green ammonia bersama PLN ini akan dilaksanakan dalam dua tahapan.

Pertama, studi mencakup produksi green hydrogen pada fasilitas produksi milik PLN untuk kemudian didistribusikan ke fasilitas pabrik green ammonia di kawasan industri Pupuk Kujang.

Selanjutnya green hydrogen akan dikonversi menjadi green ammonia di fasilitas produksi Pupuk Kujang, untuk selanjutnya didistribusikan kembali ke ke fasilitas penyimpanan green ammonia di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PLN untuk dijadikan bahan bakar co-firing.

Sedangkan tahap kedua, meliputi pengembangan fasilitas green hydrogen di lokasi fasilitas produksi green ammonia di Pupuk Kujang, yang didukung oleh PLN dengan layanan Renewable Energy Certificate (REC).

Berikutnya pelaksanaan konversi green hydrogen menjadi green ammonia oleh Pupuk Kujang menggunakan fasilitas produksi green ammonia Pupuk Kujang. Terakhir, pemanfaatan green ammonia untuk kepentingan co-firing PLTU milik PLN dan kebutuhan ekspor. (rn/jh. Foto: Dok. Pupuk Indonesia)

Must Read