BusinessUpdate – Setoran dividen BUMN secara konsolidasi ke negara mencapai Rp81,5 triliun per Desember 2023. Realisasi tersebut sesuai target atau setara 100,9% dari yang ditetapkan pemerintah tahun 2023.
Kendati setoran dividen tinggi, namun badan usaha milik negara (BUMN) dihadapkan sejumlah tantanganuntuk mempertahankan atau meningkatkan kinerjanya.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan, setoran dividen BUMN yang mencapai target itu menunjukkan adanya perbaikan kinerja pada perusahaan milik negara.
Namun, BUMN tetap perlu bersiap menghadapi tantangan besar di tahun-tahun mendatang, seiring dengan masih bergejolaknya ekonomi global.
Menurut Faisal, peran pemerintah pun diperlukan untuk mendukung BUMN dalam menjalankan penugasannya. Ia mengatakan, pemberian target sebaiknya diselaraskan dengan kondisi finansial masing-masing BUMN.
“Jadi bukan hanya target dividen yang tinggi tapi sejauh mana mereka bisa menjalankan peran pembangunan, tentu saja dengan menjaga situasi beban finansial mereka,” kata Faisal melalui keterangannya, Minggu (17/12/2023).
Kondisi BUMN berbeda dengan swasta, sebab perusahaan pelat merah bukan sekedar mencari profit, melainkan juga berfungsi sebagai agen pembangunan dan motor penggerak perekonomian Indonesia.
Maka dari itu, perlunya dukungan dari pemerintah untuk mendorong BUMN agar kinerjanya tetap terjaga di tengah penugasan yang dijalankan. “Selain dividen yang tinggi, BUMN juga perlu diperhatikan dari sisi peran mereka dalam pembangunan,” tambahnya.
Sementara itu, ekonom senior sekaligus Co-founder Institute for Social Economic and Digital (ISED) Ryan Kiryanto mengatakan, paralel dengan capaian dividen, ke depannya BUMN perlu diperkuat.
Ia bilang, harus semakin banyak BUMN yang berstatus sehat, alias tak merugi agar kian banyak pula setoran dividen ke negara.
Selain itu, pembentukan holding BUMN juga perlu diperhatikan. Ryan menilai, pembentukan holding bisa dilanjutkan, namun yang masih belum berjalan baik harus dievaluasi.
BUMN tidak hanya sekedar bisa memberi dividen besar, tapi juga mampu berkontribusi lebih ke ekonomi negara, salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan. Kondisi tersebut sekaligus akan membuat BUMN tidak hanya berorientasi profit, melainkan bisa turut membantu program pemerintah. (pa/jh)


