Home Blog Page 119

Transjakarta Kerja Sama dengan Kemnaker untuk Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Transportasi

BusinessUpdate – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan di sektor transportasi publik.

Kerja sama ini difokuskan pada optimalisasi pendayagunaan sumber daya, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta perluasan akses informasi pasar kerja bagi masyarakat luas. Melalui integrasi ini, Transjakarta berkomitmen menjadi pionir dalam menciptakan standar kualitas SDM transportasi yang unggul.

Direktur Keuangan, SDM, dan Umum Transjakarta, Mayangsari Dian Irwantari, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam menjawab tantangan industri transportasi yang terus berkembang pesat.

“Kolaborasi antara Transjakarta dan Kemnaker ini diharapkan dapat memperkuat kualitas SDM di sektor transportasi, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap peluang kerja. Kami ingin memastikan bahwa setiap talenta memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dalam ekosistem yang profesional dan transparan,” ujar Mayangsari.

Ruang lingkup kerja sama meliputi peningkatan kapasitas yang berupa program pelatihan dan pengembangan kompetensi SDM agar memiliki daya saing tinggi.

Kemudian, aksesibilitas lowongan kerja dengan memanfaatkan platform Karirhub untuk penyebaran informasi lowongan kerja secara merata dan mudah diakses.

Selanjutnya, optimalisasi layanan pasar kerja. Transjakarta akan memfasilitasi berbagai kegiatan seperti seminar, workshop, hingga walk-in interview guna mempercepat penyerapan tenaga kerja.

Kerja sama berikutnya adalah publikasi bersama. Penggunaan media komunikasi publik untuk edukasi dan penyebaran informasi ketenagakerjaan kepada pelanggan Transjakarta.

Kesepahaman Bersama ini akan berlaku selama tiga tahun dan diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi penguatan ekosistem transportasi nasional. Mayangsari menambahkan bahwa fokus utama dari tindak lanjut kerja sama ini adalah menciptakan layanan pasar kerja yang lebih efisien dan tepat sasaran.

Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Kesepahaman Bersama yang bertujuan menyelaraskan program pengembangan SDM dengan kebutuhan industri transportasi yang kian dinamis. Kegiatan ini dilaksanakan di Halte Tosari pada Kamis (30/4/2026).

Hadir dalam kesempatan ini, Wakil Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Afriyansah Noor, Sektetaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI Cris Kuntadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Provinsi DKI Jakarta Syaripudin, Komisaris dan jajaran Direksi PT Transportasi Jakarta. (ip/jh. Foto: Dok. Transjakarta)

BI: QRIS Resmi Bisa Digunakan di China

BusinessUpdate – Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara dengan China mulai Kamis (30/4/2026). Sat ini QR Standar Indonesia dan QR Standar China resmi terhubung, baik untuk transaksi inbound maupun outbound.

Dengan demikian, mulai hari ini masyarakat Indonesia dapat menggunakan QRIS saat berbelanja di China (outbound). Sebaliknya, turis asal China juga dapat menggunakan QR Standarnya untuk pembayaran di Indonesia (inbound).

“Jadi setiap kali kita pergi ke China atau warga negara China pergi ke Indonesia, tidak perlu menggunakan uang tunai, cukup gunakan ponsel Anda, dan voila, Anda bisa membeli apa saja,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyonya saat acara peluncuran di kantornya, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Diharapkan dengan tersambungnya QRIS Antarnegara dengan China, dapat meningkatkan transaksi bagi kedua negara. BI mencatat, saat ini transaksi Local Currency Transaction (LCT) antara Indonesia dan China mencapai sekitar US$18 miliar.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Rakyat China (RRC) untuk Indonesia Wang Lutong menambahkan, kolaborasi sistem pembayaran digital sangat dibutuhkan di era pesatnya inovasi teknologi seperti saat ini.

Setelah peluncuran ini pun, pihaknya akan memperluas partisipasi penyedia jasa pembayaran agar penggunaan QRIS Antarnegara ini dapat makin luas.

“Jadi, kami menantikan peluncuran resmi QRIS dan kami akan terus memperluas partisipasi dan penerimaan yang melibatkan lebih banyak bank dan lembaga pembayaran. Jadi, saya sangat antusias dengan apa yang akan terjadi di masa depan bagi kita semua,” ucapnya.

Sebagai informasi, BI menargetkan sistem pembayaran QRIS Antarnegara dapat digunakan di 8 negara pada tahun ini. Saat ini QRIS Antarnegara sudah bisa digunakan di Singapura, Thailand, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, dan China. Selanjutnya, bank sentral terus berupaya memperluas penggunaan QRIS ke India, dan Arab Saudi. (ip/jh)

Laba Astra International Turun 16 Persen pada Kuartal I/2026

BusinessUpdate – PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih Rp5,85 triliun pada kuartal I/2026. Angka ini menurun 16% secara tahunan (yoy) dibandingkan Rp6,93 triliun pada periode sama tahun 2025.

“Pada kuartal I/2026, laba Grup menurun terutama disebabkan oleh kontribusi yang lebih rendah dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi. Namun, bisnis-bisnis lainnya mencatatkan kinerja yang lebih baik, sehingga dapat mengimbangi sebagian dari penurunan tersebut,” ujar Presiden Direktur ASII Rudy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Laba bersih perseroan ditopang oleh pendapatan bersih sebesar Rp78,67 triliun pada kuartal I/2026, atau menurun 6% (yoy) dibandingkan senilai Rp83,36 triliun pada periode sama tahun 2025.

Adapun, rincian pendapatan di antaranya dari lini usaha penjualan barang tercatat menurun 7,1% (yoy) menjadi Rp53,74 triliun, lini usaha jasa dan sewa menurun 6,19% (yoy) menjadi Rp16,43 triliun. Sementara, lini usaha jasa keuangan tumbuh 6,80% (yoy) menjadi Rp8,49 triliun.

Seiring penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan perseroan ikut menurun 4,72% (yoy) menjadi senilai Rp63,17 triliun pada kuartal I/2026, dibandingkan senilai Rp66,30 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

Rudy memproyeksikan ke depan kondisi pasar masih akan menantang di tengah ketegangan geopolitik, khususnya terkait perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. “Kami akan terus mengelola tantangan jangka pendek secara cermat dan disiplin, dengan tetap fokus dalam menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan,” ujar Rudy.

Dari sisi neraca, total aset Astra International tercatat senilai Rp517,80 triliun per kuartal I/2026, atau tumbuh 2,06% (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Adapun, total aset perseroan terdiri dari ekuitas perseroan yang senilai Rp239,12, serta liabilitas yang senilai Rp224,68 triliun. (pa/jh. Foto: Dok. ASII)

Jasa Marga Catatkan Laba Bersih Rp774,7 Miliar pada Kuartal I/2026

BusinessUpdate – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih Rp774,7 miliar pada kuartal I/2026. Sementara, pendapatan usaha sebesar Rp5,1 triliun atau tumbuh 10,4% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan tersebut ditopang oleh pendapatan tol sebesar Rp4,7 triliun, naik 9,4% yoy, dan pendapatan usaha lain sebesar Rp397,6 miliar, meningkat 24,4% secara tahunan.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono mengatakan sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA perseroan tercatat sebesar Rp3,4 triliun atau meningkat 10,7% secara tahunan, dengan margin tetap terjaga di level 66,1%.

“Capaian ini mencerminkan konsistensi perseroan dalam pengendalian beban usaha serta optimalisasi kinerja operasional,” ujar Rivan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Meski demikian, laba bersih tercatat sedikit terkoreksi secara tahunan (yoy) akibat peningkatan biaya keuangan, seiring mulai beroperasinya Jalan Tol Jogja-Solo. Perseroan memandang pengoperasian ruas baru tersebut sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan kinerja ke depan.

Dari sisi operasional, volume transaksi di jalan tol meningkat 1,64% secara tahunan menjadi 318,8 juta kendaraan pada kuartal I/2026, dengan lalu lintas harian rata-rata mencapai 3,5 juta kendaraan.

Rivan menilai hingga saat ini Jasa Marga masih menjadi pemimpin pasar industri jalan tol nasional dengan total panjang jalan tol beroperasi mencapai 1.294 kilometer dari total konsesi 1.736 kilometer, atau setara 42% dari total jalan tol beroperasi di Indonesia.

Perseroan juga melanjutkan pembangunan sejumlah proyek strategis, antara lain Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, serta Jalan Tol Akses Patimban.

Sejumlah ruas tersebut telah dioperasikan secara fungsional tanpa tarif selama periode Idulfitri 1447 H/Lebaran 2026 untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

“Pertumbuhan yang konsisten pada pendapatan tol, pendapatan usaha lain, serta EBITDA menjadi indikator kuat terjaganya fundamental bisnis perseroan,” kata Rivan.

Pada Maret 2026, melalui anak usaha PT Jasamarga Jogja Bawen, perseroan menandatangani perjanjian kredit sindikasi senilai Rp17,92 triliun untuk mendukung pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dengan total investasi mencapai Rp25,61 triliun.

Dari sisi layanan, perseroan melayani sekitar 6,9 juta kendaraan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kinerja ini didukung peningkatan kualitas operasional, termasuk pemeliharaan infrastruktur, penambahan armada dan petugas, serta pemanfaatan teknologi melalui Jasamarga Tollroad Command Center.

Perseroan juga mengembangkan layanan digital melalui aplikasi Travoy dan Radio Travoy FM, serta meningkatkan fasilitas di rest area dan Travoy Rest di seluruh ruas tol Jasa Marga Group. (ip/jh. Foto: Dok. Jasa Marga)

Dharma Jaya Sediakan 900 Ekor Sapi Sambut Iduladha 1447 Hijriah

BusinessUpdate – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Dharma Jaya secara resmi menetapkan target penyediaan hewan kurban sebanyak 900 ekor sapi guna memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta dalam menyambut Iduladha 2026 atau 1447 Hijriah.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan seluruh hewan kurban yang disediakan telah melalui prosedur seleksi dan pemeriksaan kesehatan yang ketat.

“Prioritas kami adalah memberikan jaminan keamanan bagi konsumen. Setiap ekor sapi yang didatangkan dari wilayah telah terverifikasi dan wajib melewati proses karantina serta pemeriksaan ulang oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta,” ujar Raditya di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Perumda Dharma Jaya juga mengoptimalkan infrastruktur Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Cakung, yang tersertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan Halal. Fasilitas pemotongan semi-mekanik itu memiliki kapasitas operasional mencapai 200 hingga 250 ekor per hari.

Sebagai bagian dari standardisasi layanan, Raditya mengatakan pihaknya mengerahkan 100 personel profesional, termasuk Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat serta tim pengemasan.

Selain itu, Dharma Jaya pun menawarkan layanan pengelolaan daging kurban secara komprehensif, mulai dari pemotongan, pemisahan karkas, hingga pengemasan khusus (customized packaging) dalam takaran kilogram untuk memudahkan distribusi bagi masyarakat.

“Melalui sistem layanan terpadu ini, kami memastikan aspek higienitas tetap terjaga, mulai dari hulu hingga hilir. Selain itu, kami juga menjamin manajemen limbah hasil pemotongan dilakukan sesuai dengan regulasi lingkungan hidup yang berlaku,” jelas Raditya.

Sebagai komitmen terhadap transparansi publik dan kemudahan akses informasi, Perumda Dharma Jaya menyediakan data terkini mengenai klasifikasi hewan dan rincian harga secara digital. Masyarakat dapat memantau harga dan ketersediaan stok melalui kanal komunikasi resmi di media sosial Instagram @djawarameat.

“Penyediaan 900 ekor sapi ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban dengan dukungan kualitas hewan dan layanan profesional dari Perumda Dharma Jaya,” tutup Raditya. (rn/jh. Foto: Dok. Dharma Jaya)

Laba Bersih BRI Kuartal I/2026 Capai Rp15,63 Triliun

BusinessUpdate – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) atau BRI membukukan laba bersih konsolidasian Rp15,63 triliun pada kuartal I/2026, meningkat 13,77% secara tahunan (yoy) dibandingkan Rp13,74 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja ini didorong oleh pertumbuhan laba operasional yang meningkat 13,84% yoy menjadi Rp20,06 triliun dari Rp17,62 triliun. Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp19,99 triliun atau naik 14,97% yoy dari Rp17,38 triliun.

Dari sisi pendapatan inti, pendapatan bunga konsolidasian tercatat sebesar Rp52,84 triliun, tumbuh 5,95% yoy dibandingkan Rp49,87 triliun. Di sisi lain, beban bunga tercatat sebesar Rp12,68 triliun, turun 9,28% yoy dari Rp13,99 triliun. Dengan demikian, pendapatan bunga bersih meningkat 11,90% yoy menjadi Rp40,16 triliun dari Rp35,88 triliun.

Kontribusi pendapatan berbasis komisi juga menunjukkan tren positif. Pendapatan komisi/provisi dan administrasi tercatat sebesar Rp5,51 triliun, meningkat 5,94% yoy dari Rp5,20 triliun. Selain itu, pendapatan lainnya melonjak signifikan sebesar 120,37% yoy menjadi Rp38,12 triliun dari Rp17,30 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, sejumlah beban operasional meningkat. Beban tenaga kerja tercatat sebesar Rp11,69 triliun, naik 9,52% yoy dari Rp10,68 triliun. Beban promosi meningkat 23,23% yoy menjadi Rp405,81 miliar dari Rp328,37 miliar. Sementara itu, beban lainnya naik signifikan sebesar 113,23% yoy menjadi Rp41,13 triliun dari Rp19,29 triliun.

Dari sisi kualitas aset, beban penurunan nilai (impairment) tercatat sebesar Rp12,11 triliun, meningkat 7,42% yoy dibandingkan Rp11,27 triliun. Sementara itu, pendapatan operasional lainnya mencatatkan rugi sebesar Rp20,38 triliun, melebar dibandingkan rugi Rp18,49 triliun pada periode sebelumnya.

Di luar operasional, rugi non-operasional tercatat sebesar Rp74,30 miliar, relatif stabil dibandingkan rugi Rp234,51 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Setelah memperhitungkan pajak penghasilan sebesar Rp4,21 triliun (naik 86,03% yoy dari Rp2,26 triliun), laba bersih periode berjalan mencapai Rp15,63 triliun.

Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp15,49 triliun, tumbuh 13,73% yoy dari Rp13,62 triliun. Sementara itu, total laba komprehensif periode berjalan tercatat sebesar Rp13,74 triliun, menurun 2,23% yoy dibandingkan Rp14,06 triliun.

Penurunan ini dipengaruhi oleh penghasilan komprehensif lain yang tercatat negatif sebesar Rp1,89 triliun, berbalik dari posisi positif Rp313,19 miliar pada periode sebelumnya. BRI juga mencatatkan peningkatan laba per saham menjadi Rp103 per saham, naik 14,44% dibandingkan Rp90 per saham pada kuartal I/2025.

Selain mencatatkan kinerja laba yang solid, posisi keuangan BRI, juga mencerminkan ekspansi pada kuartal I/2026. Total aset konsolidasian BRI per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp2.249,83 triliun, dibandingkan Rp2.135,37 triliun pada posisi akhir tahun 2025.

Pada sisi intermediasi, kredit yang diberikan tercatat sebesar Rp1.497,27 triliun. Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp1.555,13 triliun, yang terdiri dari giro Rp452,87 triliun, tabungan Rp605,75 triliun, dan deposito Rp496,51 triliun.

Dengan komposisi tersebut, dana murah (CASA) yang berasal dari giro dan tabungan tercatat sekitar Rp1.058,62 triliun. Penempatan dana tercatat sebesar Rp72,75 triliun pada Bank Indonesia dan Rp76,41 triliun pada bank lain. Sementara itu, portofolio surat berharga yang dimiliki mencapai Rp408,40 triliun. (pa/jh. Foto: Dok. BRI)

ANTAM Catatkan Laba Rp3,66 Triliun pada Kuartal I/2026 Naik 58 Persen

BusinessUpdate – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau ANTAM, emiten pertambangan anggota holding BUMN MIND ID, berhasil membukukan laba periode berjalan sebesar Rp3,66 triliun pada kuartal I/2026. Angka ini meningkat 58% secara tahunan (yoy) dibandingkan Rp2,32 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja ini dicapai di tengah fluktuasi harga komoditas, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta perlambatan ekonomi global. Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto menyampaikan capaian tersebut tidak lepas dari konsistensi strategi operasional dan keuangan.

“Implementasi strategi operasional yang tangguh serta manajemen keuangan yang disiplin dan prudent telah mendorong penguatan kinerja secara berkelanjutan,” ujar Untung Budiharto dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip Kamis (30/4/2026).

Penguatan kinerja ANTAM juga tercermin dari peningkatan EBITDA sebesar 55% menjadi Rp5,05 triliun dari Rp3,26 triliun pada kuartal I/2025. Dari sisi operasional, segmen emas menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 81% terhadap total penjualan.

Penjualan emas tercatat Rp 23,89 triliun, tumbuh 11% dari Rp21,61 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Volume penjualan emas mencapai 8.464 kilogram atau setara 272.124 troy ounce, seiring penguatan strategi pemasaran domestik.

Untuk menjaga pasokan, ANTAM menandatangani Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan Merdeka Grup pada 4 Maret 2026 guna memastikan kesinambungan bahan baku emas.

Secara keseluruhan, penjualan bersih ANTAM mencapai Rp29,32 triliun pada kuartal I/2026, meningkat 12% dari Rp26,15 triliun pada kuartal I/2025. Penjualan domestik mendominasi sebesar Rp28,31 triliun atau 97% dari total penjualan.

Segmen nikel menyumbang Rp4,47 triliun atau 15% dari total penjualan, naik 19% dari Rp3,77 triliun. Produksi bijih nikel tercatat 3,88 juta wet metric ton (wmt) dengan penjualan 3,40 juta wmt yang seluruhnya diserap pasar domestik.

Sementara itu, produksi feronikel mencapai 3.976 ton nikel dalam feronikel (TNi) dengan penjualan 2.803 TNi yang seluruhnya diekspor. Dari segmen bauksit dan alumina, kontribusi mencapai Rp879,14 miliar atau 3% dari total penjualan, meningkat 24% dari Rp708,75 miliar. Produksi bauksit mencapai 628.785 wmt dengan penjualan 593.476 wmt.

Produksi alumina (chemical grade alumina/CGA) tercatat 49.566 ton, naik 13% dari 44.051 ton, dengan penjualan 49.072 ton atau tumbuh 11% dari 44.048 ton.

Penguatan operasional tersebut mendorong laba kotor menjadi Rp5,62 triliun, naik 54% dari Rp3,64 triliun. Laba usaha mencapai Rp4,50 triliun atau tumbuh 67% dari Rp2,69 triliun. Selain itu, penghasilan lain-lain meningkat 15% menjadi Rp279,60 miliar dari Rp243,64 miliar. Laba bersih per saham dasar naik menjadi Rp141,77 dari Rp 88,69.

Dari sisi neraca, total aset ANTAM tercatat Rp63,30 triliun pada kuartal I/2026, meningkat 31% dari Rp48,30 triliun. Ekuitas naik 17% menjadi Rp40,41 triliun dari Rp34,62 triliun. Posisi kas dan setara kas mencapai Rp9,04 triliun, naik 31% dari Rp6,92 triliun, mencerminkan fleksibilitas keuangan perusahaan. (pa/jh. Foto: Dok. ANTAM)

KAI: Layanan Kereta Api Jarak Jauh Kembali Normal Mulai Hari Ini

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan layanan kereta api jarak jauh (KAJJ) disiapkan kembali normal mulai Kamis, 30 April 2026 secara bertahap, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kesiapan operasional selama pemulihan berlangsung.

Demikian pernyataan resmi dari Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba di Jakarta, Rabu (29/4/2026) malam. Saat ini, perjalanan kereta api masih mengalami sejumlah kelambatan sebagai bagian dari proses penyesuaian pola operasi. Pengaturan dilakukan secara hati-hati agar perjalanan dapat kembali berjalan aman dan terkendali.

Di tengah proses pemulihan, KAI memastikan pemenuhan hak pelanggan tetap menjadi perhatian utama. Hingga 29 April 2026 pukul 17.00 WIB, sebanyak 13.027 tiket KA jarak jauh yang terdampak kejadian di Bekasi Timur telah berhasil dilakukan pengembalian.

Kebijakan refund diberikan secara penuh untuk memberikan kepastian bagi pelanggan. “KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100% di luar bea pesan bagi pelanggan yang terdampak. Seluruh proses dapat diakses dengan mudah melalui berbagai kanal layanan,” jelas Anne.

Pengembalian tiket berlaku bagi pelanggan yang membatalkan perjalanan akibat keterlambatan, penundaan lebih dari satu jam, perubahan rute, hingga pelanggan yang memilih tidak menggunakan kereta pengganti atau moda lanjutan.

Kebijakan ini juga mencakup tiket pulang-pergi, tiket lanjutan (connecting), serta tiket layanan KAI Group dalam satu kode booking yang terdampak.

Bagi pelanggan yang tetap melanjutkan perjalanan menggunakan kereta pengganti dengan kelas yang sama atau lebih tinggi, tidak dikenakan biaya tambahan. Apabila perjalanan tidak dapat dilanjutkan hingga stasiun tujuan, KAI mengupayakan moda lanjutan, dan pengembalian tiket tetap diberikan secara penuh.

Proses refund dapat dilakukan melalui beberapa kanal layanan. Di loket stasiun, pelanggan dapat mengajukan pembatalan dengan menunjukkan boarding pass atau e-boarding untuk diverifikasi, dengan pengembalian dana melalui tunai atau transfer.

Melalui Contact Center 121, pelanggan cukup menyampaikan kode booking dan data identitas untuk proses transfer. Untuk perjalanan yang dibatalkan oleh perusahaan, pengembalian juga dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI.

Batas waktu pengajuan refund diberikan hingga 7 hari sejak jadwal keberangkatan, sementara proses pencairan dana diupayakan selesai maksimal 1 x 24 jam setelah pembatalan dilakukan. Pengembalian bea bagasi juga diberikan secara penuh apabila pelanggan tidak melakukan perjalanan.

KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. “Dalam proses pemulihan ini, kami memohon pengertian apabila perjalanan masih mengalami kelambatan, dan kami terus berupaya memastikan layanan kembali berjalan dengan baik serta hak pelanggan tetap terpenuhi,” tutup Anne. (rn/jh. Foto: Dok. KAI)

Tembus Rp21 Miliar, Penyaluran CSR Bank Nagari Terus Meningkat Tiap Tahun

‎
BusinessUpdate –  Sebagai lembaga perbankan yang bukan hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, Bank Nagari juga fokus untuk melakukan aksinya kepedulian sosial. Pada Rabu (29/04/2026), Bank Nagari mengikuti sesi wawancara penjurian dalam ajang bergengsi Indonesia CSR Brilliance Awards 2026.
‎
‎Sesi penjurian ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan strategis Bank Nagari, antara lain:
‎1.  Gusti Candra selaku Direktur Utama.
‎2.  Yosviandri Asril selaku Pimdiv Sekretaris Perusahaan.
‎3.  Fefri Doni selaku Pimbag Humas, Publikasi, Kesekretariatan, CSR, dan Protokoler.
‎
‎Dalam paparan yang disampaikan, Bank Nagari membedah keberhasilan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berdasarkan data total penyaluran CSR Bank Nagari mencapai angka yang fantastis 2024 mencapai Rp21,057 Miliar kemudian 2025 mencapai Rp21,435 Miliar.
‎
‎Distribusi dana tersebut menargetkan sektor-sektor vital, mulai dari bidang Pendidikan hingga bidang Keagamaan, Kemasyarakatan, dan Kesehatan.
‎
‎Hal ini menunjukkan bahwa Bank Nagari berkontribusi sebagai mitra masyarakat untuk membangun kualitas hidup yang lebih baik di Sumatera Barat dan sekitarnya.
‎
‎Tidak hanya membahas aspek sosial, Bank Nagari juga membuktikan kekuatan operasionalnya sebagai bank daerah yang modern karena saat ini, Bank Nagari didukung oleh jaringan yang luas, meliputi:
‎- 1 Kantor Pusat di Padang.
‎- 8 Kantor Fungsional
‎- 34 Kantor Cabang terdiri dari 29 Konvensional dan 5 Syariah.
‎- 102 Kantor Cabang Pembantu terdiri 92 KCP konven dan 10 KCP Syariah
‎-123 Kantor Fungsional Syariah
‎- Layanan digital dan fisik yang masif, termasuk 309 unit ATM, 19 CRM, dan 600 EDC dan 67 layanan PP/KMU.
‎
‎Inovasi juga terus digalakkan melalui migrasi sejumlah KCP menjadi KCP Syariah, seperti yang dilakukan pada KCP Kantor Gubernur dan KCP Dispenda Sumatera Barat. Upaya ini diambil guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan syariah yang makin diminati.
‎
‎Keterlibatan Bank Nagari dalam Indonesia CSR Brilliance Awards 2026 merupakan bentuk akuntabilitas kepada publik. Terlebih lagi Gusti menyoroti bagaimana salah satu dewan juri memberikan saran yang perlu ditanggapi secara konkret.
‎
‎”Semua para dewan juri, semuanya luar biasa, nah hal yang menarik bagi saya jika memang harus memilih satu saja, saran dari Pak Elfien adalah yang akan kami sikapi secara konkret. Mengapa Pak Elfien? Karena menurut saya, tindakan atau eksekusi itu perlu diukur. CSR itu bukan sekadar sesuatu yang kita salurkan begitu saja, tapi harus bisa kita ukur dampaknya ke depan. Penindakan ini memiliki dampak luar biasa (outside effect) yang beragam hal ini akan selalu kami prioritaskan,” kata Gusti.
‎
‎Sebagai penutup penjurian Gusti menambahkan bahwa “Mengapa hal tersebut diprioritaskan, sebab jika kita mengacu pada undang-undang, segala sesuatu yang disalurkan melalui tindakan nyata harus memiliki dampak langsung baik itu terhadap angka penjualan (sales), loyalitas pelanggan (customer loyalty), maupun peningkatan bisnis secara keseluruhan.” (kiy)
‎

Laba Lippo General Insurance pada 2025 Capai Rp144,73 Miliar, Melejit 125,6 Persen

BusinessUpdate – PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) mencatatkan laba setelah pajak sebesar Rp144,73 miliar hingga 31 Desember 2025. Angka itu melejit 125,6% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp64,13 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di media massa dan dikutip Rabu (29/4/2026), laba tersebut ditopang oleh hasil jasa asuransi bersih yang tumbuh 2240,6% yoy menjadi Rp120,54 miliar.

Adapun, pendapatan jasa asuransi perusahaan sepanjang 2025 tercatat Rp3,76 triliun, sedangkan beban jasa asuransinya sebesar Rp3,42 triliun. Sementara itu, beban dari kontrak reasuransi milikan sebesar Rp224,88 miliar.

Sedangkan, hasil asuransi dan investasi bersih Lippo General Insurance tercatat senilai Rp21,20 miliar, turun 53,8% yoy dari Rp45,97 miliar. Adapun, laba komprehensif perusahaan per 2025 senilai Rp145,45 miliar.

Menilik laporan posisi keuangan, jumlah aset Lippo General Insurance pada 2025 mencapai Rp3,12 triliun, tumbuh 27,3% yoy. Secara terperinci, jumlah investasi sebesar Rp2,07 triliun dan jumlah non investasi sebesar Rp1,04 triliun.

Pada jumlah investasi, nilai terbesar berasal dari efek yang mencapai Rp1,36 triliun. Diikuti oleh deposito berjangka senilai Rp620,68 miliar, properti investasi sebesar Rp86,65 miliar, investasi lainnya Rp2,49 miliar, dan penyertaan saham Rp1,13 miliar.

Jumlah liabilitas perusahaan tercatat Rp2,09 triliun per 2025 dan jumlah ekuitasnya sebesar Rp1,02 triliun. Alhasil, total jumlah liabilitas dan ekuitasnya sebesar Rp3,12 triliun. Lebih jauh, rasio pencapaian dalam pemenuhan tingkat solvabilitas Lippo General Insurance pada 2025 tercatat 304%. Pada 2024 rasio angka tersebut sebesar 316%. (pa/jh)