Home Blog Page 124

Kuartal I/2026 Garuda Indonesia Berhasil Turunkan Rugi Bersih

BusinessUpdate – Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membukukan pertumbuhan pendapatan dan penyusutan rugi bersih pada kuartal I/2026.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 31 Maret 2026 yang dikutip dari laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (23/4/2026), Garuda membukukan pendapatan usaha sebesar US$762,35 juta atau sekitar Rp13,14 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan perseroan mencapai US$723,56 juta.

Pertumbuhan pendapatan itu ditopang bisnis penerbangan berjadwal yang mencapai US$648,10 juta atau sekitar Rp11,17 triliun, meningkat dibanding kuartal I/2025 sebesar US$603,69 juta.

Sementara itu, pendapatan penerbangan tidak berjadwal tercatat mencapai US$24,98 juta atau sekitar Rp430,66 miliar, turun dari US$37,96 juta atau sekitar Rp654,43 miliar. Pendapatan lain-lain juga meningkat menjadi US$89,27 juta atau sekitar Rp1,54 triliun, dibandingkan US$81,91 juta atau sekitar Rp1,41 triliun pada periode sama tahun lalu.

Di tengah kenaikan pendapatan, Garuda Indonesia menekan rugi periode berjalan menjadi US$41,62 juta atau sekitar Rp717,53 miliar. Angka kerugian Garuda Indonesia ini membaik dibandingkan rugi US$75,93 juta atau sekitar Rp1,31 triliun pada kuartal I/2025.

Penyusutan rugi juga tercermin dari rugi sebelum pajak penghasilan yang turun dari US$88,74 juta atau sekitar Rp1,53 triliun menjadi US$47,72 juta atau sekitar Rp822,29 miliar.

Perbaikan itu terjadi seiring lebih terkendalinya beban operasional. Total beban usaha Garuda turun menjadi US$713,22 juta atau sekitar Rp12,29 triliun dari US$718,36 juta atau sekitar Rp12,39 triliun pada kuartal I/2025.

Komponen beban operasional penerbangan turun menjadi US$350,24 juta atau sekitar Rp6,04 triliun, dibandingkan US$361,96 juta atau sekitar Rp6,24 triliun.

Namun demikian, tidak semua pos beban mengalami penurunan. Beban pemeliharaan dan perbaikan naik menjadi US$159,14 juta atau sekitar Rp2,74 triliun dari sebelumnya US$156,19 juta atau sekitar Rp2,69 triliun. Beban kebandaraan juga naik menjadi US$57,84 juta atau sekitar Rp997,16 miliar dari US$54,05 juta atau sekitar Rp931,42 miliar.

Sementara beban tiket, penjualan dan promosi meningkat menjadi US$45,64 juta atau sekitar Rp786,83 miliar, dari sebelumnya US$40,15 juta atau sekitar Rp692,19 miliar.

Meski rugi menyusut, tekanan dari sisi pembiayaan masih terasa besar. Garuda membukukan beban keuangan sebesar US$104 juta atau sekitar Rp1,79 triliun pada tiga bulan pertama 2026. Meski turun dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar US$124,57 juta atau sekitar Rp2,15 triliun, pos ini tetap menjadi salah satu penekan utama profitabilitas perusahaan.

Di sisi lain, pendapatan keuangan meningkat menjadi US$9,13 juta atau sekitar Rp157,40 miliar dari US$3,36 juta atau sekitar Rp57,93 miliar.

Adapaun, total pendapatan dan beban usaha lainnya masih negatif US$96,85 juta atau sekitar Rp1,67 triliun, sedikit lebih dalam dibandingkan negatif US$93,94 juta atau sekitar Rp1,62 triliun setahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset Garuda Indonesia per 31 Maret 2026 tercatat US$7,51 miliar atau sekitar Rp129,41 triliun, naik dari US$7,43 miliar atau sekitar Rp128,11 triliun pada akhir 2025. (pa/jh. Foto: Dok. Garuda Indonesia)

Peringati Hari Kartini Pertamina Gelar Edukasi Kesehatan bagi Ibu

BusinessUpdate – PT Pertamina (Persero) bersama PT Pertamina Patra Niaga menggelar pasar murah dan edukasi kesehatan bagi 1.000 ibu rumah tangga dan masyarakat dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan, salah satu inisiatif utama dalam kegiatan ini adalah peresmian Bus Mammografi Mobile untuk perempuan Indonesia yang merupakan hasil kolaborasi Pertamina dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI).

“Fasilitas ini dilengkapi dengan satu paket alat mammografi mobile untuk pemeriksaan kanker payudara, serta layanan Pink Check yang dihadirkan guna meningkatkan kesadaran deteksi dini bagi perempuan,” ujar Roberth dalam keterang resmi di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan, Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra, dan Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC Lukman Ma’ruf. Hadir pula Pendiri dan Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Agum Gumelar bersama Agum Gumelar.

Mochamad Iriawan menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya perempuan Indonesia.

“Pertamina akan terus berbuat untuk rakyat Indonesia, kami akan terus melakukan hal terbaik untuk rakyat Indonesia. Selamat Hari Kartini bagi seluruh perempuan Indonesia, para perempuan pejuang untuk bangsa Indonesia,” ujarnya.

Roberth menambahkan Pertamina Patra Niaga turut mengambil peran aktif melalui dukungan layanan kesehatan dan penyelenggaraan pasar murah sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan energi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Pertamina Patra Niaga bersama Pertamina dalam hal ini menyerahkan satu unit bus mamografi yang diserahkan untuk yayasan kanker. Kami juga mendukung pelaksanaan pasar murah dan program pemeriksaan kesehatan untuk para perempuan melalui fasilitas ini,” jelasnya.

Roberth melanjutkan kegiatan ini menjadi wujud kepedulian terhadap kesehatan perempuan. Ia berharap, dalam rangka memperingati Hari Kartini, apa yang sudah dilakukan Pertamina Patra Niaga ini akan bermanfaat bagi seluruh perempuan. (rn/jh. Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga)

Hutama Karya Luncurkan Command Center Terintegrasi

BusinessUpdate – PT Hutama Karya (Persero) meluncurkan Command Center sebagai pusat pemantauan dan pengendalian lalu lintas terintegrasi di semua ruas tol yang dikelola perusahaan. Saat ini perseroan mengelola hampir 1.000 kilometer jalan tol yang membentang dari Aceh hingga Sumatera Selatan.

Dalam peluncuran yang dilakukan di HK Tower, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2026), Hutama Karya juga melakukan re-branding aplikasi pengelolaan jalan tol yang sebelumnya bernama HK Toll menjadi Mozy.

Direktur Utama Hutama Karya Kunchoro menyampaikan, transformasi tersebut merupakan respons atas semakin luasnya jaringan jalan tol yang dikelola perusahaan, khususnya di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Dengan mengelola hampir 1.000 km jalan tol, kebutuhan akan sistem pemantauan dan pengelolaan yang lebih canggih menjadi semakin krusial. “Upaya ini kami lakukan untuk memperkuat pengelolaan operasional jalan tol agar semakin terintegrasi, adaptif, dan mudah diakses,” ujar Kunchoro.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah peningkatan sistem monitoring berbasis CCTV yang terintegrasi dalam Command Center. Sistem ini merupakan pengembangan dari Intelligent Traffic System (ITS) yang telah diterapkan sejak 2019. Kini, sistem ini diperbarui dengan tampilan yang lebih modern serta akses lebih mudah.

Melalui Command Center, Hutama Karya dapat memantau kondisi lalu lintas secara real-time, meningkatkan respons terhadap potensi gangguan, serta memperkuat aspek keamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Selain itu, Hutama Karya juga melakukan rebranding aplikasi digital pengelolaan jalan tol yang sebelumnya dikenal sebagai HK Toll Apps. Rebranding ini bertujuan menghadirkan identitas yang lebih sederhana dan mudah diingat masyarakat sekaligus meningkatkan pengalaman pengguna dalam mengakses layanan jalan tol.

“Kami ingin masyarakat mendapatkan kemudahan dalam menggunakan aplikasi ini. Dengan demikian, layanan jalan tol tidak hanya efisien dari sisi operasional, tetapi juga ramah bagi pengguna,” jelasnya.

Transformasi digital ini juga terbukti relevan dalam menghadapi lonjakan trafik, terutama pada periode puncak seperti arus mudik dan arus balik Lebaran. Hutama Karya mencatat adanya peningkatan pergerakan kendaraan di sejumlah ruas JTTS, seperti Bakauheni–Palembang hingga Pekanbaru–Padang.

Meskipun sempat terjadi insiden kecelakaan di awal periode, angka fatalitas selama masa arus mudik dan balik menunjukkan penurunan yang signifikan. Hal ini menjadi indikator bahwa penguatan sistem pemantauan dan manajemen lalu lintas mulai memberikan dampak positif.

Meski demikian, tantangan ke depan akan semakin besar. Ruas Bakauheni hingga Medan diproyeksikan menjadi koridor dengan kepadatan trafik tinggi. Karena itu, Hutama Karya menilai perlu adanya kesiapan sejak dini dalam sistem monitoring dan pengelolaan operasional.

Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan menjelaskan, Command Center dirancang sebagai pusat kendali terpadu yang mampu memantau seluruh aspek operasional jalan tol secara menyeluruh dan langsung, mulai dari gardu transaksi, CCTV, jaringan komunikasi, serta sistem fiber optik.

Dengan tingkat konektivitas yang tinggi, tim operasional dapat segera mendeteksi gangguan dan melakukan koordinasi cepat dengan petugas di lapangan. Hal ini memungkinkan penanganan masalah dilakukan lebih cepat sehingga tidak mengganggu pelayanan kepada pengguna jalan.

Dalam aspek layanan, Hutama Karya juga memanfaatkan Command Center untuk memantau standar pelayanan minimum (SPM). Setiap kerusakan di jalan tol, seperti lubang atau gangguan lainnya, dapat terdeteksi lebih dini dan ditangani sesuai standar waktu yang telah ditetapkan.

Command Center juga dilengkapi teknologi Weight in Motion (WIM) yang memungkinkan deteksi kendaraan over dimension over load (ODOL) secara real-time. Data ini memberikan gambaran akurat mengenai kontribusi kendaraan berat terhadap kondisi jalan sekaligus membantu pengawasan dan penegakan aturan. (ip/jh. Foto: Dok. Hutama Karya)

Pemerintah Targetkan Bangun Jalur Kereta Api di Kalimantan Sepanjang 2.772 Kilometer

BusinessUpdate – Pemerintah menargetkan pembangunan sepanjang 2.772 kilometer jalur kereta api di Pulau Kalimantan untuk memperkuat konektivitas dan mendukung distribusi logistik di wilayah tersebut. Pemerintah pun membentuk komite untuk menyusun rencana tersebut.

“Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan masih kami hitung dan rencanakan secara matang,” kata Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan pemerintah akan membentuk komite yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk mengakomodasi masukan serta menyempurnakan perencanaan jaringan perkeretaapian nasional.

Menurutnya, komite tersebut juga akan berperan dalam penyempurnaan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) agar selaras dengan kebutuhan pembangunan di Kalimantan.

Hingga saat ini Kalimantan belum memiliki jaringan kereta api, sehingga panjang jalur di wilayah tersebut masih tercatat nol kilometer. Padahal, wilayah Kalimantan memiliki potensi sumber daya alam yang besar, termasuk sektor mineral, yang membutuhkan dukungan infrastruktur transportasi memadai.

Ia menilai pembangunan jalur kereta api akan membuka konektivitas antarprovinsi di Kalimantan, mulai dari wilayah utara, timur, selatan, tengah, hingga barat.

Selain itu, keberadaan kereta api dinilai dapat meningkatkan efisiensi distribusi logistik, terutama untuk komoditas sumber daya alam yang selama ini bergantung pada moda transportasi lain. “Pembangunan ini juga berpotensi mempercepat hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah komoditas,” ujar AHY.

Meski demikian, pemerintah belum menetapkan target waktu pembangunan maupun rute yang akan dikembangkan karena masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian dan lembaga. (pa/jh)

Transaksi Pembayaran Digital pada Kuartal I/2026 Capai 14,39 Miliar Transaksi

BusinessUpdate – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,39 miliar transaksi atau tumbuh 33,76% secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan I/2026.

“Pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital triwulan I/2026 tetap tinggi didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam agenda Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan April 2026 yang diadakan secara virtual di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 7,88% yoy dan 16,35% yoy, termasuk transaksi QRIS yang tumbuh tinggi mencapai 111,94% yoy. Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant.

Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1,4 miliar transaksi atau tumbuh 30,82% yoy dengan nilai transaksi mencapai Rp3.519 triliun pada triwulan I/2026.

Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 2,46 juta transaksi atau tumbuh melambat -0,20% yoy, di tengah nominal transaksi BI-RTGS (Real-Time Gross Settlement) yang tetap tumbuh 11,26%yoy mencapai Rp51.490 triliun pada triwulan I/2026.

“Dari sisi pengelolaan uang rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 8,59% yoy menjadi Rp1.346 triliun pada triwulan I/2026,” ungkap Perry.

Menurutnya stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga pada triwulan I/2026 karena topangan infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat.

Infrastruktur yang stabil tercermin pada penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) dan sistem pembayaran industri yang lancar dan andal, serta kecukupan pasokan uang dalam jumlah dan kualitas yang memadai.

Sedangkan, struktur industri yang sehat tergambar pada interkoneksi antar pelaku dalam sistem pembayaran yang terus menguat, diikuti oleh ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) yang meluas.

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat struktur industri sistem pembayaran, khususnya pada aspek manajemen risiko dan keandalan infrastruktur teknologi pelaku industri, sejalan dengan implementasi Peraturan Bank Indonesia Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pengaturan Industri Sistem Pembayaran (PBI PISP).

Selain itu, dipastikan pula keamanan dan keandalan infrastruktur SPBI, baik ritel maupun wholesale, serta infrastruktur sistem pembayaran industri.

“Bank Indonesia juga terus menjaga ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T),” tutupnya. (rn/jh. Foto: Tangkap Layar RDG BI)

SIG Kembangkan Inovasi Bahan Bangunan

BusinessUpdate – Melalui ajang INTERCEM Asia 2026 PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mendorong penguatan kolaborasi global untuk mengembangkan inovasi bahan bangunan dan rantai pasok berkelanjutan.

Wakil Direktur Utama SIG Andriano Hosny Panangian mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi perusahaan menuju bisnis yang lebih berorientasi pada pelanggan dan bernilai tambah tinggi.

“Industri bahan bangunan di Indonesia memiliki ekosistem sangat besar, di mana industri semen baru berkontribusi sekitar 11 persen dari total biaya material konstruksi bangunan,” kata Andriano dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Ia menyebut masih terdapat 89% potensi bahan bangunan lain yang dapat dikembangkan seiring kebutuhan konstruksi yang terus meningkat.

Menurutnya, SIG juga memiliki kemampuan distribusi dan jaringan yang besar di industri sehingga dapat mengoptimalkan pengembangan produk turunan.

“Karena itu, SIG bergerak ke arah bisnis yang lebih customer-centric dan value-driven dengan terus berinovasi menghadirkan produk derivatif,” ujarnya.

Andriano menekankan pentingnya peningkatan efisiensi energi agar perusahaan lebih adaptif menghadapi dinamika bisnis.

Ia menjelaskan SIG menjadikan prinsip keberlanjutan sebagai dasar operasional, antara lain melalui penguatan digitalisasi serta perluasan kolaborasi dalam membangun rantai pasok yang berkelanjutan.

Selain inovasi produk, SIG juga memperkuat efisiensi energi dan keberlanjutan operasional melalui penggunaan bahan bakar alternatif seperti biomassa, refuse-derived fuel (RDF), serta pengembangan energi terbarukan, termasuk pemanfaatan panel surya dan waste heat recovery power generation (WHRPG).

Perusahaan mencatat peningkatan thermal substitution rate menjadi 9,77% pada 2025 dari sebelumnya 7,56% pada 2024.

SIG juga menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca cakupan 1 menjadi 561 kg CO2 per ton semen ekuivalen atau turun 21% dibandingkan baseline 2010.

“Langkah ini dilakukan untuk menghadirkan produk bahan bangunan yang lebih ramah lingkungan dan rendah karbon,” ucap Andriano.

Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Emmy Suryandari mengatakan industri semen dan mineral nonlogam memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.

Pada 2025, sektor tersebut tumbuh 6,16% dengan nilai investasi mencapai Rp25 triliun serta nilai ekspor sebesar US$1,79 miliar.

“INTERCEM Asia 2026 menjadi platform strategis untuk memperkuat kolaborasi global dan mendorong percepatan inovasi industri,” ujar Emmy.

Ia menambahkan sektor tersebut juga menyerap lebih dari 900 ribu tenaga kerja sehingga penguatan daya saing industri menjadi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (pa/jh. Foto: Dok.SIG)

Pertamina Gelar Tahap Awal PFpreneur 2026 Dikuti 3.489 Pengusaha Wanita

BusinessUpdate – Sebanyak 3.489 wirausaha perempuan dari seluruh Indonesia mengikuti sosialisasi Prakurasi Program PFpreneur 2026 PT Pertamina (Persero) yang diselenggarakan secara daring pada Selasa (21/4/2026).

Mereka akan akan mendapatkan pembekalan dasar usaha khususnya mengenai peran sebagai founder usaha, karakteristik pelanggan, serta value produk atau usaha yang dijalankan.

“Mereka merupakan para wirausahawati yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi dari 8.196 pendaftar program PFpreneur 2026,” kata Manager Small and Medium Enterprise Partnership Program (SMEPP) Pertamina Fety, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Prakurasi menjadi tahap awal dari empat tahapan penguatan usaha program PFpreneur 2026, yakni prakurasi, kurasi 1, kurasi 2, dan kurasi final.

Pembelajaran setiap tahapannya dilakukan secara asinkronus melalui platform e-learning PFseries, yang berisi video pembelajaran serta penugasan dalam bentuk pre-test serta post-test.

Kurikulum pembelajaran program PFpreneur dirancang bertahap, mulai dari penguatan mindset dan mental wirausaha, analisis pasar dan konsumen, tata kelola SDM dan keuangan, strategi pemasaran, hingga strategi penjualan dan peningkatan kapasitas digital.

Fety menjelaskan program PFpreneur hadir sebagai bagian komitmen perusahaan untuk mengembangkan ekosistem pembinaan UMKM yang komprehensif dan terintegrasi.

Program PFpreneur yang berfokus pada pembinaan pengusaha wanita (womenpreneurship) merupakan pintu gerbang pembinaan level preparation yang akan mempersiapkan para mitra binaan sebelum naik kelas ke pembinaan level on-boarding, yakni Pertamina UMK Academy, Pertamina SMEXPO dan UMK Go Global.

“Wirausaha perempuan adalah sosok Kartini yang berperan penting dalam menggerakkan ekonomi Indonesia. Untuk itu, kami memiliki program khusus perempuan yang bernama PFpreneur yang memang dirancang sebagai program pembinaan dasar yang akan memperkuat fondasi para womenpreneneur sebelum nantinya kami bawa naik kelas ke pembinaan UMKM tingkat lanjut di Pertamina Grup, misalnya UMK Academy,” ujar Fety.

Diinisiasi oleh Pertamina Foundation sejak 2020, program PFpreneur telah mendampingi 6.325 UMKM perempuan dari berbagai jenis usaha, baik kuliner, fesyen, kerajinan, hingga agribisnis untuk naik kelas menjadi wirausahawati yang tangguh, mandiri, kreatif, dan berdaya saing.

Sementara itu, penerima manfaat PFpreneur, Rifera, UMKM asal Sumatera Selatan menghadirkan produk eco-fashion seperti handbag, tas, dan aksesoris berbahan kulit kayu serta serat alami.

Berawal dari usaha rumahan, kini Rifera menjadi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan sukses saat mengikuti Pameran Produk Unggulan Sumatera Selatan 2026 pada awal April lalu.

PFpreneur juga berperan dalam perjalanan Sofyani Mirah, pendiri UMKM Bananania asal Yogyakarta. Ia memulai perjalanannya sebagai champion PFpreneur pada 2020 dengan produk olahan pisang sederhana tanpa pewarna dan pengawet.

Sofyani kemudian meraih Champion Go Global UMK Academy, tampil di Trade Expo Indonesia, menjalin kerja sama dengan buyer internasional dari China dan Kanada, serta meraih Platinum Award Bina Mitra UMKM 2025.

“PFpreneur bukan sekadar program pelatihan. Ini adalah ekosistem yang kami rancang agar setiap perempuan pelaku usaha di Indonesia, dari mana pun asalnya, bisa mandiri, menginspirasi, dan menghidupi orang lain lewat wirausaha yang mereka jalankan layaknya semangat Kartini,” kata President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari.

Program ini menunjukkan bahwa Pertamina hadir bukan hanya sebagai perusahaan energi, tetapi sebagai energi penggerak keberdayaan perempuan Indonesia. (ip/jh. Foto: Dok. Pertamina)

PTPP Rampungkan Pembangunan 69 SPPG Senilai Rp507,80 Miliar

BusinessUpdate – PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) telah menyelesaikan pembangunan 69 titik Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 15 provinsi dalam waktu 37 hari kalender.

Proyek senilai Rp507,80 miliar tersebut yang dimulai sejak 25 November 2025 merupakan bagian dari dukungan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didanai melalui APBN.

Adapun 69 fasilitas SPPG tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Pembangunan fasilitas ini bertujuan menyediakan sarana produksi makanan yang higienis, terstandar, dan efisien guna mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Program ini diharapkan turut menekan angka malnutrisi dan stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan penyelesaian proyek dalam waktu singkat menjadi bukti kapabilitas perseroan dalam mengerjakan proyek berskala besar.

“PTPP bangga dapat berkontribusi dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Joko dalam keterangan resmi, Rabu (22/4/2026).

Dalam pelaksanaannya, PTPP mengandalkan sejumlah inovasi untuk mempercepat pembangunan, antara lain penggunaan sistem konstruksi modular yang memungkinkan pekerjaan dilakukan secara paralel di berbagai lokasi.

Selain itu, perseroan juga menerapkan dashboard monitoring berbasis digital yang terintegrasi untuk memantau progres proyek secara real time, mulai dari pengiriman material, tenaga kerja, hingga perkembangan di lapangan.

Joko menambahkan, proyek ini juga diharapkan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah, mulai dari penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan permintaan bahan pangan dari pelaku usaha lokal.

Ke depan, PTPP berkomitmen untuk terus menghadirkan pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat luas. (pa/jh. Foto: Dok. KSP)

Kafein Tingkatkan Fungsi Otak dan Memori Usai Kurang Tidur

BusinessUpdate – Penelitian baru yang diterbitkan dalam Neuropsychopharmacology menunjukkan bahwa kafein mampu meningkatkan fungsi otak maupun memori sosial, bahkan setelah kurang tidur.

Menurut siaran Eating Well yang dikutip Rabu (22/4/2026), dalam riset tersebut para peneliti mempelajari 119 tikus dengan akses normal ke makanan, air, dan siklus tidur-bangun khas untuk meneliti bagaimana kurang tidur memengaruhi memori sosial dan apakah kafein berperan di dalamnya.

Mereka melakukan intervensi untuk mengevaluasi bagaimana kurang tidur memengaruhi otak dan pembentukan memori, baik dengan maupun tanpa paparan kafein.

Para peneliti secara khusus berfokus pada hipokampus, wilayah otak yang berperan penting dalam pembentukan memori. Hasil studi menunjukkan bahwa kurang tidur mengganggu proses yang berkaitan dengan memori di otak.

Tikus yang kurang tidur menunjukkan penurunan aktivitas di hipokampus dan peningkatan kadar reseptor adenosin A1, yang dikaitkan dengan perasaan lesu dan penurunan aktivitas neuron.

Menariknya, para peneliti menemukan bahwa kafein membalikkan banyak efek ini. Dalam penelitian tersebut, tikus yang menerima kafein menunjukkan peningkatan baik dalam fungsi otak maupun memori sosial, bahkan setelah kurang tidur.

Karena bertindak sebagai antagonis reseptor adenosin, kafein memblokir adenosin agar tidak berikatan dengan reseptor, yang dapat mengurangi pengaruh sedatifnya dan memungkinkan lebih banyak aktivitas neuron.

Adenosin adalah senyawa yang menumpuk di otak sepanjang hari dan meningkatkan rasa kantuk. Ketika berikatan dengan reseptor adenosin A1, ia memperlambat aktivitas otak.

Namun, kafein memblokir proses ini. Itulah yang membuat kafein dapat membuat orang merasa lebih waspada dan membantu mendukung fungsi memori ketika orang kurang tidur.

Kendati demikian, penting untuk dicatat bahwa penelitian ini dilakukan pada tikus, bukan manusia. Dosis kafein dan pengukuran tingkat otak yang digunakan dalam penelitian ini tidak dapat langsung diterapkan pada perilaku manusia di dunia nyata.

Beberapa penelitian pada manusia menunjukkan arah yang serupa. Misalnya, satu studi mengaitkan konsumsi kafein pada pagi hari dengan peningkatan kinerja pada tugas-tugas memori tertentu, khususnya yang melibatkan perhatian dan pemrosesan informasi.

Studi observasional besar lain pada manusia menunjukkan bahwa asupan kafein yang lebih tinggi berhubungan dengan fungsi kognitif yang lebih baik, termasuk pengukuran memori dan fungsi eksekutif.

Temuan dalam studi baru di jurnal Neuropsychopharmacology menegaskan kembali bahwa tidur adalah komponen penting bagi kesehatan otak.

Meskipun untuk sementara dapat membantu mengatasi beberapa efek kognitif dari kurang tidur, kafein tidak dapat menggantikan peran tidur yang konsisten dan berkualitas bagi kesehatan otak.

Dengan kata lain, secangkir kopi pagi mungkin bisa membantu orang berpikir sedikit lebih jernih setelah begadang, tetapi tidak bisa menggantikan manfaat tidur yang optimal bagi fungsi otak.

Menerapkan jadwal tidur yang konsisten, tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari bisa membantu mengatur jam internal tubuh dan mendukung kualitas tidur yang lebih baik.

Penting pula untuk membatasi waktu melihat layar perangkat elektronik sebelum tidur, menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan pada siang hari, dan menerapkan kebiasaan sederhana yang bisa menenangkan seperti membaca atau mendengarkan musik agar tubuh bisa beristirahat dengan baik. (rn/jh)

PPN Jalan Tol Berpotensi Dongkrak Biaya Logistik Nasional

BusinessUpdate – Wacana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada jasa jalan tol yang termuat dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) 2025-2029 menimbulkan perdebatan mengenai keadilan fiskal dan dampaknya terhadap biaya logistik nasional.

Pemerintah tengah berupaya memperluas basis penerimaan negara, namun kebijakan ini berpotensi menjadi disinsentif bagi pengguna jalan serta investor infrastruktur.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Tol Indonesia (ATI), Krist Ade Sudiyono, menilai terdapat kekeliruan asumsi publik dalam menghitung potensi sumbangan fiskal dari wacana ini. Menurutnya, wacana perhitungan potensi fiskal ini adalah pajak yang dikenakan kepada masyarakat ketika menikmati nilai tambah dari kehadiran jalan tol.

“Dalam bahasa fiskal, adalah selisih atas pajak keluaran yang didapat ketika masyarakat menikmati jalan tol dikurangi pajak masukan ketika operator membangun, mengoperasikan, dan memelihara jalan tol tersebut,” jelas Krist kdikutip dari Kompas, Rabu (22/4/2026).

Konstruksi investasi jalan tol di Indonesia pada dasarnya adalah peran serta masyarakat dalam menalangi kewajiban negara. Pengadaan infrastruktur publik seharusnya menjadi tanggung jawab penuh negara. Namun, melalui skema investasi, pembangunan jalan ditalangi oleh investor dan pengembalian modalnya dibebankan kepada masyarakat melalui tarif tol.

Jika PPN diterapkan, pengguna jalan tol akan memikul beban ganda. Selain membayar tarif untuk mengembalikan investasi pembangunan, mereka juga harus membayar pajak atas fasilitas yang mereka bayar sendiri.

“Bayangkan, kalau kebaikan masyarakat ini harus dicederai dengan tambahan beban melalui pengenaan tarif fiskal PPN atas tarif tol yang dibayarkannya. Di lapangan, tentu wacana pengenaan PPN di jalan tol akan menaikkan beban logistik untuk kendaraan niaga dan logistik yang melewatinya,” jelas Krist.

Kenaikan biaya logistik ini menjadi kontraproduktif dengan upaya pemerintah dalam menurunkan indeks biaya logistik nasional. Setiap kenaikan biaya di jalan tol bagi kendaraan berat akan langsung terkonversi menjadi kenaikan harga barang di tingkat konsumen akhir.

Bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) atau operator, peran mereka dalam kebijakan ini hanyalah sebagai pemungut dan penyetor pajak kepada negara. Secara finansial, PPN tidak memberikan dampak langsung pada neraca perusahaan, namun risiko penurunan volume lalu lintas menjadi ancaman nyata.

Elastisitas tarif sangat berpengaruh terhadap kemauan masyarakat menggunakan jalan tol. Jika total biaya yang harus dikeluarkan pengguna (tarif + PPN) melampaui ambang batas kemampuan bayar, maka proyeksi lalu lintas akan merosot.

Hal ini menjadi sinyal negatif bagi investor yang selama ini menggantungkan pengembalian modal pada volume kendaraan. Saat ini, kondisi industri jalan tol sedang tidak dalam posisi ideal. Tercatat sebanyak 54% BUJT yang beroperasi masih mencatatkan profitabilitas negatif.

Selain itu, proses lelang beberapa ruas tol baru mulai sepi peminat, bahkan mengalami kegagalan. Strategi asset recycle yang diharapkan bisa mempercepat perputaran modal juga masih stagnan di pasar.

Jika dikembalikan pada prinsip pajak pertambahan nilai, setoran fiskal yang masuk ke kantong negara sebenarnya tidak akan sebesar yang dibayangkan. Karena BUJT memiliki pajak masukan yang besar dari proses konstruksi dan pemeliharaan, maka selisih pajak keluaran (PPN dari pengguna) dan pajak masukan akan mengecil.

Pemerintah perlu menimbang ulang apakah potensi penerimaan yang tidak seberapa ini sebanding dengan risiko sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.

“Menjaga kepercayaan masyarakat yang telah berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur melalui tarif tol jauh lebih berharga daripada memaksakan pungutan pajak yang justru bisa melumpuhkan daya saing logistik dan minat investasi di sektor infrastruktur strategis,” tutupnya. (ip/jh. Foto: Jasa Marga)