Home Blog Page 127

TransNusa Buka Layanan Penerbangan Rute Jakarta-Lombok

BusinessUpdate – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara Internasional Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) menambah layanan penerbangan maskapai TransNusa untuk rute Jakarta (CGK)-Lombok (LOP) pulang pergi.

“Maskapai baru ini melayani frekuensi dua kali penerbangan setiap hari, dengan jadwal CGK-LOP pada pukul 05.00 WIB dan 15.00 WIB, serta LOP-CGK pada pukul 08.30 WITA dan 18.15 WITA,” kata General Manager Bandara Internasional Lombok Aidhil Philip di Lombok Tengah, NTB, Sabtu (18/4/2026).

Pada rute ini, TransNusa mengoperasikan pesawat jenis Airbus A320 dengan fasilitas bagasi kabin gratis 7 kilogram serta bagasi tercatat 20 kilogram.

Ia menyampaikan apresiasi kepada maskapai baru ini atas pembukaan rute tersebut yang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat jaringan transportasi udara di wilayah Nusa Tenggara Barat.

“Beroperasinya rute langsung Lombok-Jakarta ini merupakan wujud komitmen bersama dalam meningkatkan aksesibilitas dan memberikan lebih banyak pilihan jadwal penerbangan bagi masyarakat,” katanya.

Pihaknya optimistis kehadiran rute ini akan memberikan dampak positif terhadap mobilitas penumpang serta pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah di wilayah NTB.

Lebih lanjut, peningkatan frekuensi penerbangan ini juga diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan domestik maupun pelaku perjalanan bisnis dalam mengakses destinasi unggulan di Lombok dan sekitarnya.

Dengan penambahan rute ini, Bandara Lombok saat ini melayani konektivitas langsung menuju 12 destinasi domestik, yaitu Jakarta (CGK), Surabaya (SUB), Bali (DPS), Yogyakarta (YIA), Bima (BMU), Sumbawa Besar (SWQ), Makassar (UPG), Balikpapan (BPN), Labuan Bajo (LBJ), Waingapu (WGP), Tambolaka (TMC), dan Banyuwangi (BWX).

“Sementara itu, untuk penerbangan internasional, terdapat dua rute tujuan, yakni Kuala Lumpur (KUL) dan Batik Air Malaysia (OD), serta Singapura,” katanya.

Kegiatan inaugurasi penerbangan perdana maskapai TransNusa ini ditandai dengan seremoni penyambutan berupa pengalungan bunga dan pemberian cendera mata kepada penumpang pesawat rute CGK-LOP yang tiba serta penumpang rute LOP-CGK yang berangkat. (rn/jh. Foto: Dok. Bandara Lombok)

KAI Kirim Ratusan Gerbong Datar ke Palembang

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melanjutkan pengiriman ratusan gerbong datar untuk mendorong layanan logistik nasional sekaligus dukungan terhadap produk dalam negeri. Gerbong datar digunakan untuk mengangkut material industri hingga energi.

Hal ini menjadi bukti komitmen KAI dalam memacu kemandirian industri nasional, khususnya di Sumatera Bagian Selatan. Sebanyak 780 unit gerbong (13 train set) telah tiba di Palembang hingga pertengahan April 2026 untuk memperkuat distribusi logistik nasional.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, penguatan sarana angkutan barang diarahkan untuk memastikan distribusi komoditas strategis, termasuk batu bara untuk pembangkit listrik, dapat berjalan konsisten dan tepat waktu.

“Di sisi lain, penggunaan produk dalam negeri menjadi bagian penting dalam menciptakan nilai tambah bagi industri nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (18/4/2026).

Ia menjelaskan, KAI mengalokasikan investasi sebesar Rp1,05 triliun untuk pengadaan 1.125 unit gerbong. Langkah strategis itu diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing angkutan barang berbasis rel, sekaligus mempertegas keberpihakan pada produk dalam negeri. Arah pengembangan tersebut juga mendukung pergeseran distribusi logistik ke moda yang lebih efisien dan rendah emisi.

Anne menambahkan, pengadaan itu menjadi bagian dari langkah jangka panjang KAI dalam mencapai target Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2029. Dalam RJPP 2029, angkutan batu bara ditargetkan mencapai 111,2 juta ton dan barang nonbatu bara sebesar 10,9 juta ton.

“Kami memastikan bahwa penguatan sarana ini berjalan selaras dengan upaya mendorong industri dalam negeri agar semakin kompetitif,” jelas Anne. Melalui penguatan sarana tersebut, KAI terus memperluas perannya dalam sistem logistik nasional.

Hingga pertengahan April 2026, sebanyak 13 train set (TS) atau setara 780 unit gerbong telah berada di Simpang, Divre III Palembang. Gerbong-gerbong itu lahir dari fasilitas produksi PT INKA di Banyuwangi dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi.

Tingginya TKDN mencerminkan komitmen KAI dalam mendorong kemandirian industri nasional serta memperkuat ekosistem manufaktur perkeretaapian Indonesia.

Proses distribusi masih berlangsung secara bertahap. Saat ini, satu train set (60 unit gerbong datar) tengah menjalani proses bongkar muat di lokasi, sedangkan satu train set lainnya dalam perjalanan dari Banyuwangi menuju Simpang, Palembang.

Di sisi lain, satu train set dijadwalkan menjalani uji statis di Banyuwangi pada 20 April 2026 sebagai bagian dari tahapan kesiapan operasional. Rangkaian pengiriman itu merupakan bagian dari total 1.125 unit gerbong datar yang akan didistribusikan hingga Juli 2026.

Penambahan sarana ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas angkutan barang di Sumatera Bagian Selatan, terutama dalam mendukung distribusi komoditas strategis. Pengiriman dilakukan sejak 6 Juli 2025 dari fasilitas produksi PT INKA di Banyuwangi.

Adapun setiap train set terdiri dari 60 unit gerbong tipe BM 54 ton dengan kapasitas muat 15 ton per unit, sehingga satu rangkaian mampu mengangkut hingga 900 ton dalam sekali perjalanan. Gerbong datar tipe BM 54 dirancang untuk mengangkut berbagai komoditas berat dan berdimensi besar, mulai dari kontainer, material konstruksi, hingga batu bara.

Kebutuhan distribusi batu bara yang terus meningkat menjadikan peran angkutan rel semakin penting dalam menjaga kesinambungan pasokan energi nasional. Dengan penambahan gerbong datar itu, kinerja angkutan batu bara KAI terus tumbuh.

Pada Maret 2026, volume angkutan mencapai 4.634.929 ton, meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 4.436.996 ton. Secara kumulatif, angkutan batu bara telah mencapai 12.075.002 ton sepanjang triwulan I/2026. (pa/jh. Foto: Dok. KAI)

Selat Hormuz Kembali Dibuka, Pasokan Energi Aman

BusinessUpdate – Pemerintah Indonesia menyambut positif pengumuman Pemerintah Iran yang kembali membuka Selat Hormuz bagi pelayaran komersial internasional. Hal ini menjadi sinyal kuat meredanya ketegangan geopolitik global serta memberikan optimisme terhadap stabilisasi pasokan energi dunia.

“Pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan perkembangan yang sangat positif bagi stabilitas pasokan energi global, termasuk Indonesia. Ini memberikan kepastian terhadap jalur distribusi energi yang sebelumnya sempat terganggu akibat dinamika geopolitik,” ujar Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Ia mengatakan, pemerintah sejak awal telah mengantisipasi berbagai skenario gangguan pasokan global, termasuk melalui penguatan stok nasional dan diversifikasi sumber energi.

“Pemerintah memastikan bahwa ketahanan energi nasional tetap terjaga selama periode ketidakpastian kemarin. Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, tekanan terhadap rantai pasok global mulai mereda, termasuk terhadap pergerakan harga minyak dunia yang menunjukkan tren penurunan,” ujar Anggia.

Sebelumnya, pihak otoritas resmi Iran telah mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial internasional. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyampaikan bahwa jalur pelayaran untuk semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka.

“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka,” ujar Abbas.

Pembukaan kembali Selat Hormuz langsung direspons positif oleh pasar global dengan penurunan harga minyak yang signifikan, mencerminkan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan.

Sebagaimana diketahui, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi energi global yang sangat menentukan kelancaran rantai pasok minyak dan gas.

Sementara itu, terkait dengan kapal milik Pertamina yang sebelumnya tertahan di kawasan tersebut, Kementerian ESDM terus berupaya dan berkoordinasi agar kedua kapal dapat segera melintas.

“Seperti yang kita ketahui pemerintah terus melakukan upaya negosiasi agar kapal milik Indonesia bisa melintas. Dan sebelumnya sudah ada sinyal positif dari pemerintah Iran terkait hal ini. Kita berharap proses pelayaran secara bertahap mulai kembali normal seiring dengan dibukanya jalur tersebut. Pemerintah dalam hal ini terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran distribusi energi ke dalam negeri tetap terjaga,” kata Anggia.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan terus memonitor perkembangan situasi global secara ketat serta mengambil langkah-langkah responsif guna menjaga stabilitas pasokan dan harga energi domestik. (rn/jh. Foto: Dok. Pertamina)

Metropolitan Land Andalkan Segmen Residensial untuk Penjualan 2026

BusinessUpdate – Emiten properti PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) tetap mengandalkan segmen residensial menjadi kontributor utama terhadap penjualan 2026.

Direktur MTLA Olivia Surodjo menegaskan perseroan menargetkan perbaikan kinerja, meskipun tantangan belum sepenuhnya mereda. “Dinamika global seperti konflik geopolitik dan isu energi berpotensi mendorong kenaikan biaya konstruksi sekaligus menekan daya beli masyarakat. Kondisi ini membuat ruang pemulihan kinerja menjadi terbatas,” kata Olivia dikutip dari Bisnis, Jumat (17/4/2026).

Dari sisi pendapatan, segmen residensial masih diharapkan menjadi kontributor utama. Sementara itu, pertumbuhan laba ditopang oleh kombinasi penjualan residensial dan peningkatan pendapatan berulang atau recurring income yang dinilai lebih stabil.

Metropolitan juga menyiapkan sejumlah strategi untuk mengerek kinerja tahun ini. Perseroan akan fokus pada peluncuran produk residensial yang sesuai dengan kebutuhan pasar, mengoptimalkan penjualan proyek yang sudah berjalan, serta memperkuat kontribusi pendapatan berulang.

Selain itu, perusahaan juga meningkatkan pemasaran digital dan menjalin kolaborasi strategis guna memperluas jangkauan pasar. Ke depan, Olivia menyebut segmen residensial masih menjadi andalan utama, dengan dukungan tambahan dari kinerja segmen hotel dan komersial yang relatif stabil.

Adapun, permintaan properti selama 2025 yang cenderung tidak merata turut menekan kinerja MTLA. Segmen menengah yang menjadi penopang utama kurang berdaya, sementara segmen atas menunjukkan sikap lebih selektif dalam berbelanja. Ketimpangan ini berdampak langsung terhadap penjualan perusahaan yang belum mampu tumbuh agresif.

Di sisi lain, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil serta ketidakpastian global turut menahan daya beli masyarakat. Tekanan tersebut tidak hanya memengaruhi penjualan, tetapi juga merembet ke kinerja laba. “Dampaknya juga terlihat pada laba, meskipun tetap dijaga melalui strategi selektif dan pengelolaan yang hati-hati dan terukur,” uja Olivia.

Berdasarkan laporan keuangan Metropolitan Land yang berakhir pada 31 Desember 2025, pendapatan MTLA tercatat Rp1,78 triliun atau turun 11,89% dari Rp2,02 triliun pada 2024. Sejalan dengan penurunan pendapatan tersebut, MTLA mengantongi laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp412,93 miliar di 2025 yang juga turun 12% secara tahunan dari Rp469,25 miliar pada 2024. (rn/jh. Foto: Dok. Metrpolitan Land)

MRT Rute Bundaran HI-Monas Ditargetkan Beroperasi Akhir 2027

BusinessUpdate – PT MRT Jakarta (Perseroda) melaporkan perkembangan proyek MRT Fase 2A rute Bundaran HI—Monas (CP201) telah mencapai 92,3% per 26 Maret 2026. Perseroan menargetkan rute ini mulai beroperasi pada akhir 2027.

Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Weni Maulina menyampaikan, secara umum, pembangunan fase 2A Bundaran HI—Kota ini telah mencapai 59,19%. Khusus pada paket kontrak CP201, pembangunannya telah melampaui target yang sebesar 91,99%.

“PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan 95% pekerjaan konstruksi selesai pada akhir 2026 dan operasional segmen pertama ini pada akhir 2027,” kata Weni dalam keterangan resmi, Jumat (17/4/2026).

Pengecoran track bed (lapisan dasar rel) terowongan northbound (arah utara) dari Bundaran HI hingga Stasiun Thamrin saat ini telah selesai dilakukan. Selanjutnya, tim MRT Jakarta dan kontraktor akan memulai pekerjaan pengecoran track bed terowongan southbound (arah selatan) Bundaran HI-Thamrin. Pengecoran tersebut merupakan penanda telah tersambungnya rel fase 1 (Lebak Bulus—Bundaran HI) dan 2A.

Weni melanjutkan, tim akan mengerjakan pengecoran track bed terowongan northbound (arah utara) Thamrin-Monas dan southbound (arah selatan) Thamrin-Monas yang ditargetkan rampung pada akhir 2026 ini.

“Kami optimistis rencana penyelesaian seluruh pekerjaan sipil pada akhir 2027 sehingga tahapan integrating, commissioning, and testing (ICT) dapat segera dilakukan sebelum operasional segmen 1 Bundaran HI-Monas dilakukan,” jelasnya.

Dalam prosesnya, Weni menyampaikan bahwa kemajuan signifikan juga terjadi di paket kontrak CP202. Paket kontrak yang mencakup pembangunan terowongan dan stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar ini telah mencapai 64,13%.

Paket kontrak yang menjadi salah satu milestone konstruksi sipil di Indonesia dengan terowongan dan stasiun bertingkat empat di bawah tanah ini terus mempercepat penyelesaiannya. Pada paket kontrak CP203 (Glodok—Kota), perkembangannya telah mencapai 83,72% dari target 82,7% dan penyelesaian dan operasional ditargetkan pada akhir 2029.

Di luar pekerjaan sipil terowongan dan stasiun, paket kotrak CP205 juga menunjukkan perkembangan signifikan dengan 42,69% dari target 34,58%. Paket yang terdiri dari sistem perkeretaapian dan rel ini telah menyelesaikan pengelasan rel dengan metode flashbutt welding dan sudah memulai proses pengecoran track bed.

Per 25 Maret, pengecoran second track bed segmen Bundaran HI—Monas telah mencapai 769 meter. Sedangkan paket kontrak CP206 kereta, telah memasukin tahap inception design dan paket kontrak CP207 sedang dalam tahap proses pengadaan kontrak. Total perkembangan konstruksi ditargetkan mencapai 65,03% pada akhir 2026.

Fase 2A Lin Utara-Selatan akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.

Fase ini dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang, sedangkan Fase 2B yang rencananya melanjutkan dari Kota sampai dengan Depo Ancol Barat masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study).

Berbeda dengan fase 1, fase 2A dibangun sekaligus dengan mengembangkan kawasan stasiun dengan konsep kawasan berorientasi transit (transit oriented development).

Pembangunan dengan konsep ini tidak hanya menyiapkan infrastruktur stasiun MRT Jakarta saja, namun juga kawasan sebagai paduan antara fungsi transit dan manusia, kegiatan, bangunan, dan ruang publik yang akan mengoptimalkan akses terhadap transportasi publik sehingga dapat menunjang daya angkut penumpang. (pa/jh. Foto: Dok. MRT)

Layanan Air Bersih di Jakarta Capai 81,49 Persen

BusinessUpdate – Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Provinsi DKI Jakarta mencatat cakupan layanan air bersih di wilayah Jakarta mencapai 81,49% hingga 31 Maret 2026.

“Jumlah ini meningkat signifikan sebesar 13,82% jika dibandingkan dengan triwulan I tahun 2025 yang sebesar 71,59%,” kata Kepala BP BUMD DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat di Balai kota, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan cakupan layanan air bersih di ibu kota mencapai 100% pada 2029, atau setidaknya 90% pada 2026.

Peningkatan juga terjadi pada jumlah sambungan, yang hingga triwulan 1/2026 mencapai 1.223.759, atau meningkat sebanyak 241.537 sambungan dibandingkan dengan triwulan I/2025 yang hanya 982.222 sambungan.

“Kemudian, untuk pelanggan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) 2A1 dan 2A2 ini tetap diberikan keringanan melalui program kartu air sehat, totalnya sebanyak 394.842 pelanggan, atau 32,2% dari keseluruhan pelanggan,” ungkap Syaefuloh.

Sementara itu, total panjang pipa air PAM hingga triwulan I/2026 mencapai 12.839.307 kilometer (km), atau bertambah 4.096 km dibandingkan dengan akhir Desember 2025.

Syaefuloh juga menyampaikan terkait implementasi pemasangan pemurni air atau water purifier untuk fasilitas umum, sudah mencapai 601 unit, atau bertambah 80 unit selama periode Januari-Maret 2026.

Capaian lainnya yang juga dikemukakan, yaitu mengenai cakupan layanan air limbah, yang sudah mencapai 27,78%. “Kami targetkan pada akhir tahun 2030, layanan mencapai 51,36%, dan untuk peningkatan penambahan kapasitas, terus dilakukan pembangunan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), salah satunya adalah IPAL TB Simatupang,” tutup Syaefuloh. (ip/jh)

PT PP Percepat Pembangunan 324 Unit Hunian Layak di Senen Jakarta Pusat

BusinessUpdate – PT PP (Persero) Tbk siap mendukung percepatan pembangunan 324 unit hunian layak di kawasan Senen, Jakarta Pusat, sebagai bagian dari program penataan permukiman perkotaan. Hal ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat.

“PT PP berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat,” kata Sekretaris PT PP Joko Raharjo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Ia mengatakan pembangunan hunian tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman di kawasan padat penduduk, khususnya di wilayah bantaran rel Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen.

Pelaksanaan proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Badan Pengelola BUMN, Danantara Indonesia, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Badan Pusat Statistik (BPS), serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Program itu juga melibatkan sejumlah BUMN Karya lain sebagai bagian dari sinergi pembangunan nasional.

PT PP menyatakan dukungan terhadap pembangunan tersebut merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam pembangunan infrastruktur sosial yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami menjalankan penugasan ini dengan semangat melayani sepenuh hati, serta mengedepankan kualitas, keselamatan, dan ketepatan waktu agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Program pembangunan hunian itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan hunian yang lebih layak, aman, dan tertata.

Ke depan, perseroan menyatakan akan terus mendukung berbagai program strategis pemerintah di bidang infrastruktur, khususnya yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria bersama Menteri PKP Maruarar Sirait telah meninjau langsung lokasi pengembangan untuk memastikan kesiapan lahan dan percepatan realisasi program. (pa/jh. Foto: Dok. PT PP)

Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir 2026

BusinessUpdate – Pemerintah menjamin harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik hingga akhir 2026, meski harga energi global sedang bergejolak.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, keputusan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto setelah lawatan ke Rusia dan Prancis.

Seusai menghadap Presiden di Istana Negara pada Kamis (16/4/2026), Bahlil menyampaikan bahwa stabilitas harga BBM subsidi masih sejalan dengan kondisi pasokan energi nasional yang terjaga.

“Insyaallah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG. Insyaallah aman, dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun,” jelas Bahlil dikutip dari keterangan resmi, Jumat (17/4/2026).

Dari sisi fiskal, pemerintah menilai kebijakan tersebut masih aman untuk dijalankan. Hal ini didukung oleh harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) yang masih berada di bawah asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dengan kondisi tersebut, ruang fiskal dinilai masih cukup kuat untuk menjaga harga BBM subsidi tetap stabil tanpa menambah beban masyarakat.

“Ini kan tergantung dengan harga ICP, tapi kalau sampai dengan US$100 itu sudah aman dalam IBBM. Dan sekarang harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari US$77. Jadi kita itu baru split 7 dollar,” jelas Bahlil.

Sementara dari sisi pasokan, pemerintah masih menghadapi kebutuhan impor sekitar 1 juta barrel per hari. Kondisi ini terjadi karena konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barrel per hari, sedangkan produksi dalam negeri baru berada di kisaran 600.000-610.000 barrel per hari.

Untuk itu, pemerintah membuka peluang penguatan kerja sama energi dengan Rusia, tidak hanya pada pasokan minyak mentah, tetapi juga di sektor infrastruktur penunjang.

Bahlil menyebut ada pembahasan mengenai investasi di bidang kilang dan penyimpanan energi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

“Ada beberapa investasi mereka (Rusia) yang pick up, sudah siap untuk masuk, tetapi finalisasinya tunggu ada 1-2 putaran lagi dengan kami, khusus untuk menyangkut dengan kilang dan storage. Nanti baru kami akan sampaikan,” ujar Bahlil.

Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas energi dapat terus terjaga sepanjang tahun. Kepastian harga BBM subsidi ini diharapkan memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih tenang di tengah dinamika harga energi global. (rn/jh. Foto: Dok. Pertamina)

Matahari Department Store Bagikan Dividen Sebesar Rp556,81 Miliar Awal Mei 2026

BusinessUpdate – Emiten peritel modern PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 kepada investor sebesar Rp556,81 miliar atau setara Rp250 per saham.

Menurut Corporate Secretary LPPF Susanto, pembagian dividen ini sesuai dengan hasil RUPS Tahunan yang digelar 15 April 2026, di mana ditetapkan pembagian dividen tunai kepada investor senilai Rp556.819.820.000 yang bersumber dari laba bersih tahun 2025.

“Perseroan akan membagikan dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sekurang-kurangnya Rp556.819.820.000,” kata Susanto di keterbukaan informasi, Kamis (16/1/2026). Adapun jadwal pembagian dividen LPPF antara lain, akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen) di pasar reguler dan negosiasi pada 23 April 2026.

Sementara itu, tanggal perdagangan saham tanpa hak dividen (ex dividen) di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 24 April 2026. Kemudian cum dividen di pasar tunai pada 27 April 2026, dengan ex dividen di pasar tunai pada 28 April 2026.

Tanggal daftar pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen atau recording date 27 April 2026. “Tanggal pembayaran dividen tunai LPPF pada 4 Mei 2026,” tambah Susanto.

Susanto menuturkan jadwal pelaksanaan dan tata cara pembayaran dividen tersebut telah dikoordinasikan dengan BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Biro Administrasi Efek perseroan. Perseroan juga menegaskan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 kepada pemegang saham LPPF, sebagaimana disebutkan dan tidak akan mempengaruhi kelangsungan usaha perseroan.

Sebagai informasi, LPPF mencetak laba bersih senilai Rp725,37 miliar sepanjang 2025. Sementara itu, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya adalah sebesar Rp3,84 triliun. Sedangkan, total ekuitas LPPF tercatat sebesar Rp272,90 triliun sampai akhir Desember 2025. (ip/jh. Foto: Dok. Wikimedia)

PalmCo Uji Coba Serangga asal Tanzania untuk Penyerbukan Sawit

BusinessUpdate – PTPN IV PalmCo menguji serangga penyerbuk unggul asal Tanzania, Afrika Timur, untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional. Ada tiga jenis spesies Elaeidobius yang terkenal di Indonesia yaitu Elaeidobius subvittatus, Elaeidobius plagiatus, dan Elaeidobius kamerunicus.

“Upaya meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional terus dilakukan melalui pendekatan berbasis riset. Salah satunya ditempuh PalmCo mulai menguji pemanfaatan serangga penyerbuk unggul asal Tanzania,” kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa dalam keterangan di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Program itu diimplementasikan di Kebun Marihat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, sebagai lokasi percontohan. Inisiatif tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan klasik dalam budidaya sawit, terutama terkait kualitas pembentukan buah atau fruit set yang selama ini kerap tidak optimal.

Ia mengatakan, efisiensi menjadi tuntutan di tengah kompetisi industri sawit global yang semakin ketat. Pendekatan berbasis inovasi menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan pada metode konvensional.

“Kondisi di lapangan menunjukkan penyerbukan alami tidak selalu berjalan optimal. Faktor cuaca dan keterbatasan populasi serangga penyerbuk lokal sering berdampak pada hasil produksi,” jelas Jatmiko.

Sebelumnya perusahaan masih mengandalkan penyerbukan manual atau assisted pollination untuk menjaga produktivitas. Namun, metode tersebut dinilai kurang efisien karena membutuhkan biaya besar dan tenaga kerja dalam jumlah signifikan.

Dengan introduksi serangga penyerbuk dari Afrika tersebut, PTPN IV PalmCo berupaya mengembalikan proses penyerbukan ke mekanisme alami. Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga stabilitas produksi secara berkelanjutan.

“Program ini tidak hanya berhenti pada tahap uji coba. Kami menempatkannya sebagai proyek percontohan yang akan menjadi rujukan untuk implementasi lebih luas di berbagai wilayah perkebunan sawit di Indonesia,” tuturnya.

Jatmiko menegaskan, keberhasilan program itu akan menjadi dasar pengembangan standar operasional baru, termasuk untuk mendukung produktivitas kebun rakyat. “Inisiatif ini bukan sekadar proyek lokal, tetapi model yang diharapkan bisa direplikasi secara nasional,” katanya.

Program tersebut juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Kementerian Pertanian, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Badan Karantina Indonesia, serta lembaga riset dan asosiasi pelaku industri sawit.

Melalui kolaborasi tersebut, kata Jatmiko, diharapkan inovasi yang dikembangkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat aspek keberlanjutan industri sawit nasional di tengah dinamika pasar global. (pa/jh. Foto: Dok. Info Sawit)