Home Blog Page 19

Pembiayaan Berbasis ESG dari BSI Capai Rp78,6 Triliun

BusinessUpdate – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI mencatat pembiayaan berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) sebesar Rp78,6 triliun atau mencapai 23,1% dari total pembiayaan perseroan, tumbuh 7,09% dibandingkan periode sebelumnya.

Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan, portofolio tersebut terdiri dari pembiayaan hijau (green financing) sebesar Rp17,4 triliun dan pembiayaan sosial (social financing) sebesar Rp61,2 triliun.

“Kami membuktikan bahwa komitmen terhadap bisnis berkelanjutan membuat portofolio bisnis menjadi nyata dan tumbuh sehat,” kata Bob dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (10/10/2026).

Bob mengatakan, BSI memiliki tiga pilar ESG, yakni sustainable banking, operation & beyond banking, serta business enablers. Prinsip keberlanjutan menjadi bagian dari strategi bisnis perseroan untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi nasabah, masyarakat, pemegang saham, dan lingkungan.

“Bagi BSI, keberlanjutan merupakan bagian dari amanah untuk menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas. Karena itu, pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial, perlindungan lingkungan, tata kelola yang baik, serta penciptaan nilai ekonomi yang inklusif,” ujar Bob.

BSI juga memperkuat pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pengembangan UMKM menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi syariah karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperluas manfaat ekonomi kepada masyarakat.

Rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (RPIM) BSI saat ini mencapai sekitar 33,65%, melampaui target sebesar 30 persen. Sementara itu, pembiayaan untuk segmen UMKM berkontribusi sekitar 16,25% terhadap total portofolio pembiayaan perseroan.

BSI juga mencatat puluhan ribu UMKM berhasil naik ke segmen usaha yang lebih tinggi. Sekitar 17.000 UMKM penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro naik ke segmen KUR Kecil dan komersial. Sebanyak 4.000 UMKM dari segmen KUR Kecil juga berhasil masuk ke segmen komersial.

Sementara itu, sekitar 1.000 UMKM lainnya naik dari segmen mikro ke segmen usaha kecil dan menengah (small and medium enterprise/SME). (pa/jh. Foto: Dok. BSI)

ASDP Kembali Operasikan KMP Lompa Usai Jalani Perawatan

BusinessUpdate – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ternate, Maluku Utara, kembali mengoperasikan KMP Lompa untuk melayani penyeberangan dari Pelabuhan Bastiong, Kota Ternate, menuju sejumlah wilayah di Kabupaten Halmahera Selatan usai menjalani perawatan (docking) selama sekitar satu bulan.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ternate Erlisetya Wahyudi mengatakan KMP Lompa kembali beroperasi sejak Rabu (7/10/2026) dengan melayani rute Pulau Moti, Pulau Makian, Pulau Kayoa, Pelabuhan Babang di Pulau Bacan, hingga Pelabuhan Saketa di Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan.

“KMP Lompa merupakan kapal lintasan perintis yang melayani sejumlah rute penyeberangan dari Pelabuhan Bastiong menuju pulau-pulau di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (10/10/2026).

Setelah menjalani docking sejak 1 September 2026, kapal tersebut kini siap melayani mobilitas masyarakat, pengangkutan kendaraan, serta distribusi logistik antarpulau.

Erlisetya mengatakan, frekuensi pelayaran kapal tersebut disesuaikan dengan jadwal yang telah ditetapkan. Pada pekan pertama setiap bulan, KMP Lompa melayani dua kali pelayaran, kemudian tiga kali pada pekan kedua. Selanjutnya, pada pekan ketiga kapal tersebut melayani dua kali pelayaran dan kembali melayani tiga kali pelayaran pada pekan keempat.

Terkait keselamatan pelayaran, ia mengatakan kapal-kapal yang beroperasi di wilayah Maluku Utara telah menjalani pemeriksaan oleh tim Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan dinyatakan laik laut.

Ia mengimbau masyarakat yang menggunakan jasa penyeberangan kapal feri agar mematuhi ketentuan keselamatan pelayaran demi menjaga keamanan dan kenyamanan selama perjalanan.

Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan keselamatan menjadi tanggung jawab bersama untuk mendukung kelancaran pelayaran serta memberikan rasa aman kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan. (pa/jh. Foto: Dok. ASDP)

Jasa Marga Manfaatkan Teknologi untuk Kelola Operasional Jalan Tol

BusinessUpdate – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) memanfaatkan teknologi dan data operasional untuk mendukung pengelolaan jalan tol, mulai dari pemantauan kondisi lalu lintas, deteksi gangguan, hingga koordinasi penanganan insiden secara real-time.

“Jasa Marga tidak hanya membangun infrastruktur fisik, namun juga mengelola lalu lintas sebagai nadi perekonomian bangsa. Karena itu, setiap pekerjaan yang dilakukan Roadster Jasa Marga dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat,” kata Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dalam keterangan resmi, Jumat (9/10/2026).

Menurut Rivan, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi menjadi bagian dari upaya Jasa Marga mengoptimalkan data operasional. Data tersebut digunakan untuk mendukung peningkatan standar pelayanan kepada pengguna jalan, penegakan hukum, hingga perumusan rekayasa lalu lintas.

Salah satu fasilitas yang mendukung kegiatan tersebut adalah Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) di Jatiasih, Bekasi. Pusat pemantauan dan koordinasi operasional ini memungkinkan Jasa Marga memantau kondisi lalu lintas, mendeteksi potensi gangguan, mengidentifikasi insiden, serta mengoordinasikan respons layanan operasional secara real-time melalui dukungan teknologi dan sistem informasi terintegrasi.

Pengelolaan operasional jalan tol mencakup sejumlah aspek, mulai dari proses bisnis inti, pemanfaatan teknologi, pengendalian risiko dan keselamatan, hingga penyampaian layanan kepada pengguna jalan.

Aspek-aspek tersebut menjadi bagian dari materi yang diperkenalkan Jasa Marga kepada peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) melalui kegiatan Jasa Marga Business & Service Immersion: Understanding the Business, Experiencing the Service di JMTC.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari empat stasiun pembelajaran, yakni Core Operations untuk memahami proses bisnis inti, Technology & Digital untuk melihat otomatisasi sistem dan pemanfaatan data, Quality, Risk & Safety untuk mempelajari keandalan layanan dan manajemen risiko, serta Customer/Distribution yang berfokus pada penyampaian hasil layanan kepada masyarakat.

Peserta juga melihat langsung kendaraan operasional yang digunakan dalam pelayanan jalan tol, termasuk Mobile Customer Service (MCS), ambulans, kendaraan derek, dan kendaraan penyelamatan (rescue) milik PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO).

Selain itu, terdapat armada preservasi jalan tol yang dioperasikan PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM). Preservasi merupakan bagian dari pengelolaan jalan tol untuk mendukung pemeliharaan dan menjaga kondisi infrastruktur.

Melalui peninjauan tersebut, peserta diperkenalkan pada keterkaitan antara pemantauan lalu lintas, penanganan insiden, kesiapan kendaraan operasional, serta pemeliharaan jalan dalam mendukung pelayanan kepada pengguna jalan.

Rivan mengatakan, pemanfaatan data operasional menjadi salah satu hal yang dapat dipelajari peserta untuk memahami pengambilan keputusan dalam pengelolaan bisnis jalan tol.

Selain melihat langsung operasional jalan tol, peserta mengikuti diskusi kelompok untuk menganalisis studi kasus operasional. Kasus yang dibahas mencakup pengelolaan lalu lintas saat puncak arus mudik dan upaya mengurai kepadatan di area istirahat atau rest area.

Hasil analisis kelompok kemudian dipresentasikan untuk memperoleh tanggapan langsung dari manajemen Jasa Marga. Simulasi tersebut memberikan gambaran mengenai tantangan pengelolaan jalan tol ketika volume kendaraan meningkat, termasuk kebutuhan untuk mengidentifikasi potensi kepadatan dan menentukan langkah penanganan lalu lintas.

Dalam pengelolaan operasional, pemantauan kondisi lalu lintas dan koordinasi respons menjadi bagian dari proses yang diperkenalkan kepada peserta melalui JMTC. Dukungan teknologi dan sistem informasi terintegrasi digunakan untuk membantu proses pemantauan serta koordinasi penanganan gangguan. (rn/jh. Foto: Dok. Jasa Marga)

Tingkatkan Layanan Bank Sulteng Tetap Buka di Akhir Pekan

BusinessUpdate – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah (Bank Sulteng) tetap membuka layanan di seluruh kantor cabang dan cabang pembantu setiap Sabtu dan Minggu untuk memudahkan nasabah mengakses layanan perbankan.

Layanan tersebut diharapkan dapat membantu nasabah menyesuaikan waktu transaksi dengan aktivitas masing-masing, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja.

“Seluruh kantor cabang dan cabang pembantu Bank Sulteng tetap memberikan pelayanan pada hari Sabtu dan Minggu, dengan jadwal operasional mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WITA,” jelas Direktur Utama Bank Sulteng Ramiyatie, Jumat (9/10/2026).

Ia mengatakan peningkatan kualitas pelayanan merupakan komitmen Bank Sulteng untuk menjaga kepercayaan nasabah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan yang mudah dijangkau.

Menurut Ramiyatie, sebagai bank pembangunan daerah, Bank Sulteng juga memiliki peran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui layanan keuangan bagi pelaku usaha dan berbagai sektor produktif di Sulawesi Tengah.

“Bank Sulteng terus berupaya menjalankan perannya dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan pembangunan daerah melalui layanan perbankan yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Ramiyatie mengimbau nasabah untuk memanfaatkan layanan akhir pekan tersebut. “Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui pusat panggilan Bank Sulteng di nomor 14069 atau situs resmi bank tersebut,” tutupnya. (ip/jh. Foto: Dok. Bank Sulteng)

Bank Mandiri Hadirkan Layanan Emas Melalui Aplikasi Livin’ by Mandiri

BusinessUpdate – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Bank Mandiri menghadirkan layanan emas atau bulion yang terintegrasi dalam aplikasi Livin’ by Mandiri sehingga memungkinkan nasabah membeli, menjual, mencicil, hingga mengambil emas fisik langsung melalui aplikasi.

Hingga Agustus 2026, jumlah pengguna terdaftar Livin’ by Mandiri telah mencapai 42,1 juta pengguna. Layanan bulion ini hadir seiring dengan diperolehnya lisensi bullion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang menjadikan Bank Mandiri sebagai bank konvensional pertama di Indonesia yang memperoleh lisensi tersebut.

Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Saptari mengatakan, pengembangan layanan emas digital ini dirancang untuk menjadi solusi perlindungan nilai dan akumulasi kekayaan yang aman serta mudah diakses masyarakat.

“Melalui layanan emas di Livin’ by Mandiri, kami tidak sekadar menyediakan etalase jual-beli emas digital. Kami menghadirkan solusi finansial end-to-end yang memberi kendali penuh bagi nasabah untuk merencanakan, mengelola, hingga mencairkan emas sesuai siklus kebutuhan hidup mereka, cukup dari satu genggaman,” kata Saptari dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026).

Melalui layanan tersebut, nasabah dapat membuka rekening tabungan emas, melakukan transaksi jual dan beli, mencicil, menitipkan, hingga menarik emas fisik secara real-time selama 24 jam tanpa perlu berpindah aplikasi.

Salah satu layanan yang tersedia adalah Tabungan Emas. Melalui fitur ini, nasabah dapat memiliki rekening emas dengan pilihan produk dari sejumlah merek, yakni ANTAM Logam Mulia dan HRTA GOLD Emasku. Setoran awal Tabungan Emas dimulai dari 0,02 gram atau sekitar Rp50.000. Sementara itu, pembelian emas berikutnya dapat dilakukan mulai dari 0,005 gram atau sekitar Rp10.000.

Nasabah juga dapat melakukan transaksi jual dan beli emas secara real-time serta memantau pergerakan harga emas langsung melalui aplikasi Livin’ by Mandiri.

Selain tabungan emas, Bank Mandiri menghadirkan fasilitas pembiayaan KSM Emas (Kredit Serbaguna Mandiri Emas) untuk nasabah yang ingin memiliki emas melalui mekanisme cicilan. Fasilitas ini menawarkan skema bunga ringan dan cicilan yang kompetitif.

Setelah cicilan lunas, emas yang dibeli akan menjadi saldo Tabungan Emas yang dapat ditransaksikan kembali, baik untuk dijual, dibeli, maupun diambil dalam bentuk fisik.

Bank Mandiri juga menyediakan fitur penguncian harga atau price lock sejak pengajuan pembiayaan. Dengan mekanisme tersebut, harga emas dikunci pada saat pengajuan sehingga nasabah dapat merencanakan kepemilikan emas dengan lebih terukur.

Emas digital bisa dicetak menjadi emas fisik Untuk melengkapi layanan emas digital, Bank Mandiri menghadirkan fitur Ambil Emas. Fitur ini memungkinkan saldo Tabungan Emas nasabah dikonversi menjadi logam mulia batangan.

Pengambilan emas fisik dapat dilakukan melalui mesin Mandiri ATM Emas maupun jaringan kantor cabang Bank Mandiri, dengan pilihan yang disesuaikan berdasarkan jenis tabungan nasabah. Untuk mengambil emas melalui ATM Emas, nasabah cukup membuka menu “Ambil Emas” di aplikasi Livin’ by Mandiri dan memilih opsi pengambilan melalui ATM.

Selanjutnya, nasabah perlu memindai kode QR pada mesin Mandiri ATM Emas, mengikuti instruksi pada layar, memilih pecahan emas, dan memasukkan kode verifikasi. Setelah proses selesai, nasabah dapat mengambil emas fisik beserta struk transaksi.

Kehadiran layanan tersebut memperkuat peran Livin’ by Mandiri sebagai platform yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan finansial nasabah dalam satu aplikasi.

Bank Mandiri juga menyiapkan sejumlah inovasi lanjutan untuk mengembangkan layanan emas digital. Inovasi yang tengah disiapkan antara lain fitur Multiguna Emas untuk pengajuan pinjaman tunai dengan agunan emas, Autodebet Emas untuk memfasilitasi investasi rutin, serta Transfer Emas yang memungkinkan nasabah mengirim emas kepada sesama pengguna Livin’ by Mandiri.

“Kami tidak sekadar berinovasi pada kelancaran transaksi, tetapi juga meredefinisi cara nasabah membangun dan melindungi kekayaan jangka panjang mereka, sejalan dengan semangat perseroan untuk terus Tumbuh Bersama, Majukan Indonesia,” tutup Saptari. (pa/jh. Foto: Dok. Bank Mandiri)

PalmCo Bagikan Masker ke Korban Karhutla di Enam Daerah di Riau

BusinessUpdate – PT Perkebunan Nusantara IV Regional III di Provinsi Riau menyalurkan 43.000 masker ke enam daerah yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama dua bulan terakhir. Penyaluran masker tersebut merupakan bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari perusahaan.

Pelaksana Tugas Region Head PTPN IV Regional III Sori Ritonga mengatakan pihaknya melakukan sinergi dan kolaborasi bersama pemerintah setempat guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.

“Alhamdulillah, hari ini serentak kami menyalurkan 43.000 masker ke berbagai wilayah di Riau. Mudah-mudahan ini membantu pemerintah setempat untuk mengatasi potensi ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) akibat kabut asap,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (9/10/2026).

Enam wilayah yang menjadi sasaran bantuan tersebut adalah Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Siak, Indragiri Hulu, dan Kota Pekanbaru. Pembagian masker tersebut melanjutkan dukungan perusahaan yang sebelumnya juga telah menyalurkan ratusan paket sembilan bahan pokok kepada warga yang terdampak kondisi kabut asap.

“Ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus hadir dalam menghadapi kondisi yang membutuhkan perhatian bersama. Sebelumnya kami juga telah menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak, dan saat ini kami menambah dukungan berupa masker,” tuturnya.

Beberapa waktu lalu, PTPN IV Regional III secara aktif juga turut mengerahkan para personel pemadam kebakaran untuk memperkuat satuan tugas (satgas) karhutla menangani kebakaran di sejumlah daerah, mulai dari Siak, Kampar, hingga Indragiri Hulu.

Sori menambahkan, penanganan dampak kabut asap membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Karena itu, perusahaan akan terus melihat kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional dan menyesuaikan dukungan yang dapat diberikan melalui program TJSL

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PTPN IV Regional III usai menerima bantuan tersebut. Dia mengatakan bantuan 4.000 masker khusus di Pekanbaru akan segera dibagikan kepada masyarakat.

“Terima kasih kepada PTPN IV Regional III. Tentu bantuan ini sangat bermanfaat untuk membantu menekan ancaman ISPA akibat kabut asap. Kami juga berharap perusahaan lain bisa meniru langkah PTPN IV Regional III ini,” ujar Markarius. (rn/jh. Foto: Dok. PalmCo)

Pembiayaan Mobil Bekas Konvensional Adira Finance per Agustus 2026 Capai Rp3,7 Triliun

BusinessUpdate – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance hingga Agustus 2026 mencatatkan pertumbuhan pada pembiayaan mobil bekas konvensional yang nilainya mencapai Rp3,7 tiliun.

“Tumbuh positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk kendaraan listrik sendiri, saat ini pembiayaan Adira Finance masih fokus pada segmen mobil baru,” jelas Chief Financial Officer (CFO) Adira Finance Sylvanus Ganidikutip dari Bisnis, Jumat (9/10/2026).

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan mobil bekas konvensional terkontraksi 4,52% secara tahunan (yoy) menjadi Rp86,25 triliun pada Juli 2026. Di sisi lain, pembiayaan mobil listrik/hybrid bekas tumbuh 103,06% yoy menjadi Rp1,52 triliun.

Menurut Adira Finance, pertumbuhan kendaraan listrik bekas didorong oleh semakin beragamnya pilihan model EV baru dengan harga yang semakin terjangkau.

“Perkembangan tersebut turut mendorong terbentuknya pasar kendaraan listrik bekas dengan harga yang lebih kompetitif, sehingga dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik bekas dengan harga yang lebih terjangkau,” tambahnya.

Ke depan, Adira Finance akan terus mendorong pertumbuhan pembiayaan mobil bekas, baik kendaraan konvensional maupun elektrifikasi, secara selektif. “Melalui penguatan kerja sama dengan dealer dan mitra, perluasan akses pembiayaan, serta penyediaan penawaran yang sesuai dengan kebutuhan konsumen,” bebernya.

Di saat yang sama, Adira Finance juga akan tetap menjaga kualitas pembiayaan melalui proses underwriting yang prudent agar pertumbuhan bisnis tetap sehat dan berkelanjutan. (pa/jh. Foto: Dok. Adira Finance)

AirNav dan Telkom University Kerja Sama Kembangkan AI untuk Keselamatan Penerbangan

BusinessUpdate – AirNav Indonesia dan Telkom University bekerja sama dalam riset dan pengembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI) serta keamanan siber untuk mendukung efisiensi operasional dan keselamatan navigasi penerbangan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama tentang optimalisasi laboratorium dan penelitian bersama untuk pengembangan teknologi kecerdasan artifisial dan keamanan siber.

Direktur Teknik AirNav Indonesia Zainal Arifin Harahap mengatakan pemanfaatan AI dalam layanan navigasi penerbangan diarahkan untuk membantu mempercepat pekerjaan tanpa menggantikan peran manusia dalam pengambilan keputusan yang berkaitan langsung dengan keselamatan.

“Dalam penerbangan, keselamatan merupakan prioritas utama. Seiring dengan waktu, keselamatan juga harus berjalan bersama efisiensi dan keberlanjutan,” kata Zainal dalam keterangan resmi, Jumat (9/10/2026).

Ia menjelaskan AI dapat dimanfaatkan sebagai perangkat pendukung untuk menyederhanakan proses kerja, tetapi keputusan yang menyangkut keselamatan penerbangan tetap berada di tangan manusia.

Menurut Zainal, kerja sama AirNav Indonesia dan Telkom University merupakan tindak lanjut nota kesepahaman mengenai pengembangan, pengelolaan, dan peningkatan teknologi informasi yang ditandatangani pada 2024.

Ruang lingkup kerja sama tersebut mencakup optimalisasi laboratorium, penelitian dan pengembangan bersama, penerapan hasil penelitian, serta pertukaran pengetahuan, keahlian, dan informasi sesuai kebutuhan kedua pihak.

Salah satu hasil kolaborasi tersebut adalah pengembangan prototipe NOTAM AI Generator yang diinisiasi sejak 2024 dan menjalani peluncuran awal pada 2025.

Teknologi itu dikembangkan untuk membantu mempercepat proses pembuatan Notice to Airmen (NOTAM), yakni pemberitahuan informasi penting bagi personel terkait operasi penerbangan. Dengan bantuan AI, proses pembuatan NOTAM dapat dilakukan sekitar satu menit sebelum hasilnya diperiksa dan diverifikasi oleh validator.

Selain itu, AirNav Indonesia dan Telkom University mengembangkan sistem penjadwalan otomatis berbasis teknologi digital untuk mengatur jadwal kerja personel Air Traffic Control (ATC) atau pemandu lalu lintas udara.

Zainal mengatakan penggunaan AI untuk penjadwalan diperlukan karena pengaturan jadwal personel ATC melibatkan banyak pekerja serta ketentuan waktu kerja dan istirahat yang harus dipenuhi.

“Selain menjajaki pengimplementasian NOTAM AI, saat ini kami juga sedang menyusun aplikasi berbasis AI untuk penjadwalan dan pengaturan tugas personel ATC,” katanya.

Ia menjelaskan personel ATC tidak boleh bekerja secara nonstop selama dua jam dan jeda antarsif untuk satu personel tidak boleh kurang dari 15 jam. Dengan banyaknya jumlah personel yang harus dijadwalkan, penggunaan teknologi AI diharapkan dapat membantu proses pengaturan menjadi lebih efisien dibandingkan dengan cara manual.

Sementara itu Wakil Rektor IV Telkom University Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama Angga Rusdinar mengatakan hasil penelitian bersama AirNav Indonesia tidak langsung diterapkan dalam operasional, tetapi harus melalui tahapan pengujian, evaluasi, dan validasi sesuai kebutuhan serta kriteria yang disepakati.

“AirNav Indonesia memiliki kebutuhan nyata. Bagi kami, itu penting karena riset yang baik harus punya persoalan yang jelas untuk diselesaikan. Karena itu, kerja sama ini bukan hanya untuk menghasilkan penelitian, tetapi juga bagaimana hasilnya bisa digunakan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Telkom University memberikan penghargaan kepada AirNav Indonesia atas kontribusi dan dukungannya dalam pengembangan kolaborasi riset, teknologi, dan inovasi di bidang kecerdasan artifisial serta keamanan siber. (ip/jh. Foto: Dok. AirNav)

GPT-6 Hadir dengan Fitur Internaktif Intelligent UI

BusinessUpdate – OpenAI menghadirkan tampilan baru untuk ChatGPT yang membuat percakapan lebih menarik secara visual melalui fitur bernama Intelligent UI. Fitur tersebut diluncurkan bersamaan dengan model GPT-6 dan memungkinkan pengguna berinteraksi dengan berbagai elemen visual dalam percakapan ChatGPT.

Berbeda dari gambar statis, Intelligent UI dapat menghadirkan tombol yang bisa ditekan, kalkulator yang dapat dikustomisasi, grafik interaktif, hingga diagram yang dapat diedit. Dengan demikian, pengguna tidak hanya membaca jawaban, tetapi juga dapat berinteraksi dengan elemen yang ditampilkan ChatGPT.

OpenAI mengatakan tujuan utama fitur tersebut adalah membantu pengguna mempelajari topik-topik kompleks dengan lebih mudah. Dalam demonstrasinya, OpenAI memperlihatkan ChatGPT membuat berbagai diagram dan visual secara langsung untuk menjelaskan konsep yang sulit dipahami hanya melalui teks.

Manajer Produk OpenAI Aarush Selvan mengatakan ChatGPT selama ini didominasi antarmuka yang lebih banyak menampilkan teks. Namun, jawaban yang paling membantu pengguna untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan seperti menyusun resep, rencana perjalanan, hingga materi belajar, tidak selalu berupa teks.

Perusahaan mencontohkan ketika seorang mahasiswa ingin memahami cara kerja sayap pesawat. Setelah pengguna meminta ChatGPT menjelaskan bagaimana sayap pesawat menghasilkan gaya angkat, chatbot dapat membuat sejumlah diagram yang menggambarkan cara pesawat dapat tetap berada di udara.

OpenAI juga menunjukkan contoh penggunaan Intelligent UI untuk menampilkan visual resep, diagram mekanisme sepeda, peta perjalanan pendakian selama beberapa hari, hingga kalkulator tabungan pribadi.

Fitur tersebut juga dapat disesuaikan dengan preferensi pengguna. Bagi pengguna yang tidak menginginkan terlalu banyak elemen visual dalam jawaban, jumlah elemen visual yang ditampilkan dapat dikurangi.

Intelligent UI mulai tersedia secara global bersamaan dengan GPT-6 untuk pengguna paket Pro, Plus, Business, dan Enterprise. Mulai Kamis (8/10/2026) pengguna ChatGPT versi gratis dan paket Go resmi mendapatkan akses ke fitur Intelligent UI. Makin asyik saja. (ip/jh. Foto: Dok. Aisecmaster)

Kantongi Izin OJK, Pandai Gadai Segera Beoperasi Secara Nasional

BusinessUpdate – PT Solusi Gadai Pintar, pengelola Pandai Gadai, resmi memperoleh persetujuan perubahan lingkup wilayah usaha tingkat nasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada September 2026. Sebelumnya, izin yang diberikan untuk lingkup wilayah usaha tingkat provinsi.

Dengan perubahan lingkup wilayah usaha menjadi tingkat nasional, Pandai Gadai menyatakan siap memperluas jangkauan layanan pergadaian di Indonesia.

Pandai Gadai telah beroperasi di Jakarta dan Jawa Barat sejak 2023, memiliki lebih dari 270 cabang. Perusahaan menyediakan layanan pinjaman dengan berbagai jenis agunan, mulai dari emas, barang elektronik, hingga Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Presiden Direktur Pandai Gadai Nelly Nurmalasari mengatakan, persetujuan dari OJK tersebut menjadi dasar bagi perusahaan untuk memperluas layanan ke lebih banyak masyarakat di Indonesia. “Dengan izin untuk beroperasi di skala nasional dari OJK, kami siap untuk memperluas layanan dan menjangkau lebih banyak masyarakat di Indonesia,” ujar Nelly dalam siaran pers, Kamis (8/10/2026).

Ia mengatakan, Pandai Gadai ingin mengembangkan layanan pergadaian yang mudah dipahami dan transparan bagi nasabah. “Kami ingin menjadi layanan gadai yang paling ramah bagi nasabah, yaitu layanan yang mudah dipahami, transparan, dan menempatkan kebutuhan nasabah sebagai prioritas utama,” jelasnya.

Menurut Nelly, perusahaan juga berkomitmen membangun bisnis dengan memperhatikan tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, serta kualitas pelayanan. “Kami berkomitmen untuk terus membangun bisnis dengan standar tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, dan kualitas pelayanan yang tinggi,” ujar Nelly.

Pandai Gadai akan mendorong modernisasi industri pergadaian dengan mengembangkan layanan yang lebih transparan dan berorientasi pada nasabah. Perusahaan menyebut teknologi menjadi salah satu pendukung dalam pengembangan layanan tersebut.

Pandai Gadai merancang sejumlah tahapan layanan, mulai dari penaksiran agunan, pencairan dana, perpanjangan, hingga pelunasan agar dapat dilakukan dengan lebih cepat, transparan, dan nyaman bagi nasabah. Selain itu, perusahaan menyatakan akan menyampaikan informasi mengenai biaya dan ketentuan layanan secara jelas dan terbuka kepada nasabah.

Setelah memperoleh izin dengan lingkup wilayah usaha tingkat nasional, Pandai Gadai berencana memfokuskan pengembangan usaha pada perluasan jangkauan layanan di Indonesia. Penguatan infrastruktur teknologi dan operasional serta peningkatan kualitas produk dan layanan pergadaian juga menjadi fokus perusahaan. (rn/jh. Foto: Dok. Pandai Gadai)