Home Blog Page 29

Semarang Night Carnival 2026 Diramaikan oleh 28 Negara

BusinessUpdate – Jumlah peserta internasional untuk pergelaran Semarang Night Carnival (SNC) 2026 bertambah menjadi 28 negara dari data sebelumnya sebanyak 15 negara. SNC digelar pada Sabtu, 2 Mei 2026 mulai pukul 18.30 WIB.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan bahwa kehadiran peserta dari 28 negara dalam SNC 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat diplomasi budaya, sekaligus memperluas jejaring internasional.

“Kami ingin SNC tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang kolaborasi global yang menggerakkan ekonomi lokal, memberdayakan pelaku UMKM, serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Semarang,” kata Agustina dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (2/5/2026).

Sebanyak 28 negara tersebut, di antaranya Kamboja, Vietnam, India, Inggris, Prancis, Belanda, Jepang, hingga perwakilan Afrika seperti Ghana, Sierra Leone, dan Libya.

Ia mengatakan bahwa SNC 2026 juga mencatat capaian penting dengan masuknya agenda tersebut ke dalam Kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

Penetapan tersebut menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan sekaligus daya tarik SNC sebagai even unggulan yang mampu mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Masuknya SNC dalam Kalender Karisma Event Nusantara dan meningkatnya partisipasi internasional menjadi bukti bahwa Semarang semakin dipercaya sebagai tuan rumah event kelas dunia,” katanya.

Menurutnya, SNC bukan hanya kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab untuk terus menghadirkan penyelenggaraan yang berkualitas dan berdampak. SNC selama ini dikenal sebagai agenda tahunan yang menyajikan parade kostum spektakuler yang mengangkat kearifan lokal dengan sentuhan modern.

Dengan dukungan status sebagai bagian dari KEN, penyelenggaraan SNC 2026 diharapkan semakin berkualitas, profesional, dan berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisatawan.

Ia juga optimistis bahwa peningkatan jumlah peserta internasional akan memberikan efek berganda, mulai dari okupansi hotel, pergerakan UMKM, hingga promosi kota di kancah global.

Pawai yang mengusung tema “Miracle of Recycle” tersebut digelar pada Sabtu (2/5/2026), dengan rute dimulai dari Balai Kota Semarang di Jalan Pemuda pada pukul 18.30 WIB.

Iring-iringan kemudian akan melintasi Monumen Tugu Muda dan Jalan Pandanaran hingga mencapai garis finish
di Lapangan Pancasila Simpang Lima. “Kami mengundang seluruh masyarakat untuk datang dan menyaksikan harmoni kreativitas ini di sepanjang jalan protokol,” katanya.

Melalui SNC 2026, Semarang kembali menegaskan diri sebagai kota yang tidak hanya kaya budaya, tetapi juga mampu mengemasnya menjadi kekuatan diplomasi budaya yang membanggakan Indonesia di mata dunia. (pa/jh. Foto: Dok. Pemkot Semarang)

Prudential Syariah Kuasai Pangsa Pasar 22 Persen Industri Asuransi Jiwa Syariah

BusinessUpdate – Prudential Syariah berhasil memperoleh Annualized Premium Equivalent (APE) atau Setara Premi Tahunan sekitar Rp1 triliun sepanjang 2025. Perseroan menguasai pangsa pasar sekitar 22% dari keseluruhan industri asuransi jiwa syariah.

Presiden Direktur Prudential Syariah Iskandar Ezzahuddin mengutip data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengatakan sepanjang 2025, industri asuransi jiwa syariah membukukan total Annualized Premium Equivalent (APE) sebesar Rp4,7 triliun, tumbuh 13% dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhan asuransi jiwa syariah juga terlihat dari sisi total jumlah peserta yang diasuransikan pada tahun yang sama menjadi 24,5 juta.

“Didukung dengan perolehan APE sekitar Rp1 triliun, dan pangsa pasar sekitar 22% menjadikan kami memimpin industri asuransi jiwa syariah di tanah air, ” kata Iskandar dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (1/5/2026) .

Selain peningkatan raihan APE industri syariah, minat masyarakat Indonesia terhadap keuangan syariah juga tumbuh pesat, dengan tingkat literasi keuangan syariah melonjak dari 9% di 2023 menjadi 43% di 2025. Namun lonjakan literasi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan penetrasi asuransi syariah yang masih di bawah 1%.

Dengan lebih dari 65 juta rumah tangga Indonesia dan jutaan di antaranya masih belum terlindungi secara optimal, kondisi ini membuka ruang pertumbuhan dan peluang besar bagi industri asuransi jiwa syariah.

Oleh karena itu Iskandar menyatakan ke depan perusahaan berkomitmen untuk terus berkontribusi pada pertumbuhan industri asuransi syariah Indonesia secara menyeluruh. “Bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, kami akan aktif mendorong literasi dan inklusi asuransi syariah,” katanya.

Hal itu dilakukan dengan membangun pemahaman yang lebih luas di masyarakat, menghadirkan solusi perlindungan syariah yang simpel, relevan, dan berkualitas, serta memperkuat jaringan distribusi agar akses perlindungan semakin mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat. (pa/jh. Foto: Dok. IDN)

PLN Kuasai Lahan di Cengkareng, Sejak 1980 Dikuasai Pihak Lain

BusinessUpdate – PT PLN (Persero) kembali menguasai lahan strategis di Cengkareng, Jakarta Barat senilai lebih dari Rp380 miliar yang sejak tahun 1980-an dikuasai pihak lain secara ilegal.

“Aset ini sudah ada sejak tahun 1980 tapi selama ini dikuasai pihak lain. Alhamdulillah dengan sinergi yang baik, aset tersebut bisa kita selamatkan,” kata General Manager PLN UIP Jawa Bagian Barat, Yasir dalam penyerahan sertifikat aset di kawasan Gandaria, Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Aset yang diselamatkan berupa lahan seluas hampir 20.000 meter persegi (m2) yang berlokasi di Jalan Daan Mogot, Cengkareng. Lahan tersebut diketahui telah dibebaskan oleh PLN sejak 1980. Namun dalam perjalanannya, aset tersebut justru dikuasai oleh pihak lain tanpa hak dan dimanfaatkan secara ilegal selama bertahun-tahun.

Setelah melalui koordinasi intensif dan pendampingan hukum, aset tersebut akhirnya berhasil diamankan. Sertifikat resmi atas lahan tersebut pun telah diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Nurul Wahida Rifal, menegaskan bahwa pendampingan hukum menjadi bagian penting dalam penyelesaian sengketa aset negara.

“PT PLN secara resmi mengajukan pendampingan hukum kepada kami. Kemudian kami tindak lanjuti hingga proses persidangan dan alhamdulillah kami memenangkan perkara tersebut,” kata Nurul.

Nurul menilai momen ini merupakan bentuk penyelamatan aset negara dan pihaknya berkomitmen mendampingi BUMN maupun pemerintah daerah dalam penyelesaian permasalahan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara.

Penyelamatan aset ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar instansi pemerintah serta memberikan kepastian hukum terhadap pengelolaan aset negara, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan publik. (rn/jh. Foto: Dok. Berita Satu)

Dari Rugi, Kimia Farma Raih Laba Rp123,6 Miliar pada Kuartal I/2026

BusinessUpdate – PT Kimia Farma (Persero) Tbk menunjukkan kinerja keuangan yang ciamik berkat transformasi bisnis dan restrukturisasi keuangan dalam beberapa tahun terakhir. Perseroan mencatat laba bersih Rp123,6 miliar pada kuartal I/2026, berbalik dari rugi Rp126,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Capaian di kuartal I/2026 ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa langkah-langkah transformatif yang kami ambil kini mulai membuahkan hasil,” ujar Djagad Prakasa Dwialam, Direktur Utama Kimia farma, berdasarkan keterangannya di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Perseroan mencatat pertumbuhan laba kotor sebesar 11,06% menjadi Rp824,8 miliar dibandingkan Rp742,6 miliar pada kuartal I/2025, didorong efisiensi beban pokok penjualan melalui perbaikan rantai pasok.

Kinerja operasional juga menguat dengan EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) sebesar Rp153,8 miliar atau tumbuh 61,29 persen dibandingkan Rp95,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Djagad menyebut keberhasilan pembalikan kinerja tersebut ditopang oleh penataan struktur organisasi dan sumber daya manusia, serta peningkatan efisiensi operasional.

Selain itu, dukungan pemegang saham melalui Bio Farma dan Danantara Asset Management turut memperkuat stabilitas likuiditas perusahaan dan mempercepat restrukturisasi utang.

Ia menyebut, perseroan menjalankan transformasi bisnis melalui penguatan enam pilar utama, yakni ketahanan modal kerja, penguatan kompetensi SDM, digitalisasi proses bisnis, efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan, dan sinergi antar entitas grup.

Di sisi bisnis, Kimia Farma juga melakukan penajaman portofolio produk dengan mendorong pengembangan produk bermargin lebih tinggi, sekaligus tetap menjaga penyediaan obat untuk program pemerintah guna mendukung akses layanan kesehatan masyarakat.

Namun, Djagad mengatakan, perusahaan tetap mewaspadai dinamika global yang berpotensi meningkatkan biaya produksi, terutama akibat kenaikan harga bahan baku dan fluktuasi nilai tukar rupiah.

“Perseroan telah mengantisipasi melalui penguatan efisiensi biaya, optimalisasi portofolio produk, serta pengelolaan risiko nilai tukar melalui diversifikasi pemasok dan peningkatan penggunaan bahan baku lokal,” jelasnya.

Perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan pada kuartal berikutnya dengan tetap menjaga keseimbangan antara kinerja keuangan dan keberlanjutan operasional di tengah ketidakpastian global. (pa/jh. Foto: Dok. Kimia Farma)

Transjakarta Kerja Sama dengan Kemnaker untuk Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Transportasi

BusinessUpdate – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan di sektor transportasi publik.

Kerja sama ini difokuskan pada optimalisasi pendayagunaan sumber daya, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta perluasan akses informasi pasar kerja bagi masyarakat luas. Melalui integrasi ini, Transjakarta berkomitmen menjadi pionir dalam menciptakan standar kualitas SDM transportasi yang unggul.

Direktur Keuangan, SDM, dan Umum Transjakarta, Mayangsari Dian Irwantari, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam menjawab tantangan industri transportasi yang terus berkembang pesat.

“Kolaborasi antara Transjakarta dan Kemnaker ini diharapkan dapat memperkuat kualitas SDM di sektor transportasi, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap peluang kerja. Kami ingin memastikan bahwa setiap talenta memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dalam ekosistem yang profesional dan transparan,” ujar Mayangsari.

Ruang lingkup kerja sama meliputi peningkatan kapasitas yang berupa program pelatihan dan pengembangan kompetensi SDM agar memiliki daya saing tinggi.

Kemudian, aksesibilitas lowongan kerja dengan memanfaatkan platform Karirhub untuk penyebaran informasi lowongan kerja secara merata dan mudah diakses.

Selanjutnya, optimalisasi layanan pasar kerja. Transjakarta akan memfasilitasi berbagai kegiatan seperti seminar, workshop, hingga walk-in interview guna mempercepat penyerapan tenaga kerja.

Kerja sama berikutnya adalah publikasi bersama. Penggunaan media komunikasi publik untuk edukasi dan penyebaran informasi ketenagakerjaan kepada pelanggan Transjakarta.

Kesepahaman Bersama ini akan berlaku selama tiga tahun dan diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi penguatan ekosistem transportasi nasional. Mayangsari menambahkan bahwa fokus utama dari tindak lanjut kerja sama ini adalah menciptakan layanan pasar kerja yang lebih efisien dan tepat sasaran.

Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Kesepahaman Bersama yang bertujuan menyelaraskan program pengembangan SDM dengan kebutuhan industri transportasi yang kian dinamis. Kegiatan ini dilaksanakan di Halte Tosari pada Kamis (30/4/2026).

Hadir dalam kesempatan ini, Wakil Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Afriyansah Noor, Sektetaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI Cris Kuntadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Provinsi DKI Jakarta Syaripudin, Komisaris dan jajaran Direksi PT Transportasi Jakarta. (ip/jh. Foto: Dok. Transjakarta)

BI: QRIS Resmi Bisa Digunakan di China

BusinessUpdate – Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara dengan China mulai Kamis (30/4/2026). Sat ini QR Standar Indonesia dan QR Standar China resmi terhubung, baik untuk transaksi inbound maupun outbound.

Dengan demikian, mulai hari ini masyarakat Indonesia dapat menggunakan QRIS saat berbelanja di China (outbound). Sebaliknya, turis asal China juga dapat menggunakan QR Standarnya untuk pembayaran di Indonesia (inbound).

“Jadi setiap kali kita pergi ke China atau warga negara China pergi ke Indonesia, tidak perlu menggunakan uang tunai, cukup gunakan ponsel Anda, dan voila, Anda bisa membeli apa saja,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyonya saat acara peluncuran di kantornya, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Diharapkan dengan tersambungnya QRIS Antarnegara dengan China, dapat meningkatkan transaksi bagi kedua negara. BI mencatat, saat ini transaksi Local Currency Transaction (LCT) antara Indonesia dan China mencapai sekitar US$18 miliar.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Rakyat China (RRC) untuk Indonesia Wang Lutong menambahkan, kolaborasi sistem pembayaran digital sangat dibutuhkan di era pesatnya inovasi teknologi seperti saat ini.

Setelah peluncuran ini pun, pihaknya akan memperluas partisipasi penyedia jasa pembayaran agar penggunaan QRIS Antarnegara ini dapat makin luas.

“Jadi, kami menantikan peluncuran resmi QRIS dan kami akan terus memperluas partisipasi dan penerimaan yang melibatkan lebih banyak bank dan lembaga pembayaran. Jadi, saya sangat antusias dengan apa yang akan terjadi di masa depan bagi kita semua,” ucapnya.

Sebagai informasi, BI menargetkan sistem pembayaran QRIS Antarnegara dapat digunakan di 8 negara pada tahun ini. Saat ini QRIS Antarnegara sudah bisa digunakan di Singapura, Thailand, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, dan China. Selanjutnya, bank sentral terus berupaya memperluas penggunaan QRIS ke India, dan Arab Saudi. (ip/jh)

Laba Astra International Turun 16 Persen pada Kuartal I/2026

BusinessUpdate – PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih Rp5,85 triliun pada kuartal I/2026. Angka ini menurun 16% secara tahunan (yoy) dibandingkan Rp6,93 triliun pada periode sama tahun 2025.

“Pada kuartal I/2026, laba Grup menurun terutama disebabkan oleh kontribusi yang lebih rendah dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi. Namun, bisnis-bisnis lainnya mencatatkan kinerja yang lebih baik, sehingga dapat mengimbangi sebagian dari penurunan tersebut,” ujar Presiden Direktur ASII Rudy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Laba bersih perseroan ditopang oleh pendapatan bersih sebesar Rp78,67 triliun pada kuartal I/2026, atau menurun 6% (yoy) dibandingkan senilai Rp83,36 triliun pada periode sama tahun 2025.

Adapun, rincian pendapatan di antaranya dari lini usaha penjualan barang tercatat menurun 7,1% (yoy) menjadi Rp53,74 triliun, lini usaha jasa dan sewa menurun 6,19% (yoy) menjadi Rp16,43 triliun. Sementara, lini usaha jasa keuangan tumbuh 6,80% (yoy) menjadi Rp8,49 triliun.

Seiring penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan perseroan ikut menurun 4,72% (yoy) menjadi senilai Rp63,17 triliun pada kuartal I/2026, dibandingkan senilai Rp66,30 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

Rudy memproyeksikan ke depan kondisi pasar masih akan menantang di tengah ketegangan geopolitik, khususnya terkait perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. “Kami akan terus mengelola tantangan jangka pendek secara cermat dan disiplin, dengan tetap fokus dalam menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan,” ujar Rudy.

Dari sisi neraca, total aset Astra International tercatat senilai Rp517,80 triliun per kuartal I/2026, atau tumbuh 2,06% (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Adapun, total aset perseroan terdiri dari ekuitas perseroan yang senilai Rp239,12, serta liabilitas yang senilai Rp224,68 triliun. (pa/jh. Foto: Dok. ASII)

Jasa Marga Catatkan Laba Bersih Rp774,7 Miliar pada Kuartal I/2026

BusinessUpdate – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih Rp774,7 miliar pada kuartal I/2026. Sementara, pendapatan usaha sebesar Rp5,1 triliun atau tumbuh 10,4% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan tersebut ditopang oleh pendapatan tol sebesar Rp4,7 triliun, naik 9,4% yoy, dan pendapatan usaha lain sebesar Rp397,6 miliar, meningkat 24,4% secara tahunan.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono mengatakan sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA perseroan tercatat sebesar Rp3,4 triliun atau meningkat 10,7% secara tahunan, dengan margin tetap terjaga di level 66,1%.

“Capaian ini mencerminkan konsistensi perseroan dalam pengendalian beban usaha serta optimalisasi kinerja operasional,” ujar Rivan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Meski demikian, laba bersih tercatat sedikit terkoreksi secara tahunan (yoy) akibat peningkatan biaya keuangan, seiring mulai beroperasinya Jalan Tol Jogja-Solo. Perseroan memandang pengoperasian ruas baru tersebut sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan kinerja ke depan.

Dari sisi operasional, volume transaksi di jalan tol meningkat 1,64% secara tahunan menjadi 318,8 juta kendaraan pada kuartal I/2026, dengan lalu lintas harian rata-rata mencapai 3,5 juta kendaraan.

Rivan menilai hingga saat ini Jasa Marga masih menjadi pemimpin pasar industri jalan tol nasional dengan total panjang jalan tol beroperasi mencapai 1.294 kilometer dari total konsesi 1.736 kilometer, atau setara 42% dari total jalan tol beroperasi di Indonesia.

Perseroan juga melanjutkan pembangunan sejumlah proyek strategis, antara lain Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, serta Jalan Tol Akses Patimban.

Sejumlah ruas tersebut telah dioperasikan secara fungsional tanpa tarif selama periode Idulfitri 1447 H/Lebaran 2026 untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

“Pertumbuhan yang konsisten pada pendapatan tol, pendapatan usaha lain, serta EBITDA menjadi indikator kuat terjaganya fundamental bisnis perseroan,” kata Rivan.

Pada Maret 2026, melalui anak usaha PT Jasamarga Jogja Bawen, perseroan menandatangani perjanjian kredit sindikasi senilai Rp17,92 triliun untuk mendukung pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dengan total investasi mencapai Rp25,61 triliun.

Dari sisi layanan, perseroan melayani sekitar 6,9 juta kendaraan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kinerja ini didukung peningkatan kualitas operasional, termasuk pemeliharaan infrastruktur, penambahan armada dan petugas, serta pemanfaatan teknologi melalui Jasamarga Tollroad Command Center.

Perseroan juga mengembangkan layanan digital melalui aplikasi Travoy dan Radio Travoy FM, serta meningkatkan fasilitas di rest area dan Travoy Rest di seluruh ruas tol Jasa Marga Group. (ip/jh. Foto: Dok. Jasa Marga)

Dharma Jaya Sediakan 900 Ekor Sapi Sambut Iduladha 1447 Hijriah

BusinessUpdate – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Dharma Jaya secara resmi menetapkan target penyediaan hewan kurban sebanyak 900 ekor sapi guna memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta dalam menyambut Iduladha 2026 atau 1447 Hijriah.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan seluruh hewan kurban yang disediakan telah melalui prosedur seleksi dan pemeriksaan kesehatan yang ketat.

“Prioritas kami adalah memberikan jaminan keamanan bagi konsumen. Setiap ekor sapi yang didatangkan dari wilayah telah terverifikasi dan wajib melewati proses karantina serta pemeriksaan ulang oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta,” ujar Raditya di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Perumda Dharma Jaya juga mengoptimalkan infrastruktur Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Cakung, yang tersertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan Halal. Fasilitas pemotongan semi-mekanik itu memiliki kapasitas operasional mencapai 200 hingga 250 ekor per hari.

Sebagai bagian dari standardisasi layanan, Raditya mengatakan pihaknya mengerahkan 100 personel profesional, termasuk Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat serta tim pengemasan.

Selain itu, Dharma Jaya pun menawarkan layanan pengelolaan daging kurban secara komprehensif, mulai dari pemotongan, pemisahan karkas, hingga pengemasan khusus (customized packaging) dalam takaran kilogram untuk memudahkan distribusi bagi masyarakat.

“Melalui sistem layanan terpadu ini, kami memastikan aspek higienitas tetap terjaga, mulai dari hulu hingga hilir. Selain itu, kami juga menjamin manajemen limbah hasil pemotongan dilakukan sesuai dengan regulasi lingkungan hidup yang berlaku,” jelas Raditya.

Sebagai komitmen terhadap transparansi publik dan kemudahan akses informasi, Perumda Dharma Jaya menyediakan data terkini mengenai klasifikasi hewan dan rincian harga secara digital. Masyarakat dapat memantau harga dan ketersediaan stok melalui kanal komunikasi resmi di media sosial Instagram @djawarameat.

“Penyediaan 900 ekor sapi ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban dengan dukungan kualitas hewan dan layanan profesional dari Perumda Dharma Jaya,” tutup Raditya. (rn/jh. Foto: Dok. Dharma Jaya)

Laba Bersih BRI Kuartal I/2026 Capai Rp15,63 Triliun

BusinessUpdate – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) atau BRI membukukan laba bersih konsolidasian Rp15,63 triliun pada kuartal I/2026, meningkat 13,77% secara tahunan (yoy) dibandingkan Rp13,74 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja ini didorong oleh pertumbuhan laba operasional yang meningkat 13,84% yoy menjadi Rp20,06 triliun dari Rp17,62 triliun. Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp19,99 triliun atau naik 14,97% yoy dari Rp17,38 triliun.

Dari sisi pendapatan inti, pendapatan bunga konsolidasian tercatat sebesar Rp52,84 triliun, tumbuh 5,95% yoy dibandingkan Rp49,87 triliun. Di sisi lain, beban bunga tercatat sebesar Rp12,68 triliun, turun 9,28% yoy dari Rp13,99 triliun. Dengan demikian, pendapatan bunga bersih meningkat 11,90% yoy menjadi Rp40,16 triliun dari Rp35,88 triliun.

Kontribusi pendapatan berbasis komisi juga menunjukkan tren positif. Pendapatan komisi/provisi dan administrasi tercatat sebesar Rp5,51 triliun, meningkat 5,94% yoy dari Rp5,20 triliun. Selain itu, pendapatan lainnya melonjak signifikan sebesar 120,37% yoy menjadi Rp38,12 triliun dari Rp17,30 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, sejumlah beban operasional meningkat. Beban tenaga kerja tercatat sebesar Rp11,69 triliun, naik 9,52% yoy dari Rp10,68 triliun. Beban promosi meningkat 23,23% yoy menjadi Rp405,81 miliar dari Rp328,37 miliar. Sementara itu, beban lainnya naik signifikan sebesar 113,23% yoy menjadi Rp41,13 triliun dari Rp19,29 triliun.

Dari sisi kualitas aset, beban penurunan nilai (impairment) tercatat sebesar Rp12,11 triliun, meningkat 7,42% yoy dibandingkan Rp11,27 triliun. Sementara itu, pendapatan operasional lainnya mencatatkan rugi sebesar Rp20,38 triliun, melebar dibandingkan rugi Rp18,49 triliun pada periode sebelumnya.

Di luar operasional, rugi non-operasional tercatat sebesar Rp74,30 miliar, relatif stabil dibandingkan rugi Rp234,51 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Setelah memperhitungkan pajak penghasilan sebesar Rp4,21 triliun (naik 86,03% yoy dari Rp2,26 triliun), laba bersih periode berjalan mencapai Rp15,63 triliun.

Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp15,49 triliun, tumbuh 13,73% yoy dari Rp13,62 triliun. Sementara itu, total laba komprehensif periode berjalan tercatat sebesar Rp13,74 triliun, menurun 2,23% yoy dibandingkan Rp14,06 triliun.

Penurunan ini dipengaruhi oleh penghasilan komprehensif lain yang tercatat negatif sebesar Rp1,89 triliun, berbalik dari posisi positif Rp313,19 miliar pada periode sebelumnya. BRI juga mencatatkan peningkatan laba per saham menjadi Rp103 per saham, naik 14,44% dibandingkan Rp90 per saham pada kuartal I/2025.

Selain mencatatkan kinerja laba yang solid, posisi keuangan BRI, juga mencerminkan ekspansi pada kuartal I/2026. Total aset konsolidasian BRI per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp2.249,83 triliun, dibandingkan Rp2.135,37 triliun pada posisi akhir tahun 2025.

Pada sisi intermediasi, kredit yang diberikan tercatat sebesar Rp1.497,27 triliun. Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp1.555,13 triliun, yang terdiri dari giro Rp452,87 triliun, tabungan Rp605,75 triliun, dan deposito Rp496,51 triliun.

Dengan komposisi tersebut, dana murah (CASA) yang berasal dari giro dan tabungan tercatat sekitar Rp1.058,62 triliun. Penempatan dana tercatat sebesar Rp72,75 triliun pada Bank Indonesia dan Rp76,41 triliun pada bank lain. Sementara itu, portofolio surat berharga yang dimiliki mencapai Rp408,40 triliun. (pa/jh. Foto: Dok. BRI)